<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017</id><updated>2011-12-28T06:48:36.359+08:00</updated><category term='materi'/><category term='Hari Lingkungan Hidup Sedunia'/><category term='mapala'/><category term='diksar'/><title type='text'>Mapala Apache STMIK Banjarbaru</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-8656427996683538098</id><published>2011-06-27T08:24:00.001+08:00</published><updated>2011-08-29T17:04:52.063+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='materi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mapala'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diksar'/><title type='text'>Manajemen Untuk Persiapan Mendaki Gunung</title><content type='html'>Persiapan&lt;br /&gt;Untuk merencanakan suatu Perjalanan ke alam bebas Harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W &amp; 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How. Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut:&lt;br /&gt;Where (Dimana), untuk melakukan suatu Kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan, Contoh: Tlogo Dlingo-Tawangmangu&lt;br /&gt;Who (Siapa), apakah anda akan melakukan Kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok.&lt;br /&gt;Contoh: Satu Kelompok ( 25 Personil) Terdiri dari 20 Orang anggota Penuh (panitia) dan 5 Orang anggota muda (peserta)&lt;br /&gt;Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya dan bisa bermacam-macam&lt;br /&gt;Contoh : Untuk melakukan DIKLATSAR KE IX dan pelantikan Anggota penuh PMPA VAGUS&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;When (Kapan) waktu pelaksanaan Kegiatan tersebut, berapa lama?.&lt;br /&gt;Contoh: 23 Februari 2001 sampai dengan 25 Februari 2001&lt;br /&gt;Dari pertanyaan-pertanyaan 4 W, maka didapat suatu gambaran sebagai berikut:&lt;br /&gt;pada tanggal 23-25 Februari 2001 akan diadakan DIKLATSAR IX ,yang akan dilaksanakan oleh 20 panitia dan diikuti 5 orang peserta yang inggin dilantik menjadi anggota penuh PMPA VAGUS.tempat yang digunakan untuk DIKLATSAR tsb yaitu Tlogo Dlingo-Tawangmangu.&lt;br /&gt;Untuk How/Bagaimana merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Bagaimana kondisi Tempat&lt;br /&gt;• Bagaimana cuaca disana&lt;br /&gt;• Bagaimana perizinannya&lt;br /&gt;• Bagaimana mendapatkan air&lt;br /&gt;• Bagaimana pengaturan tugas panitia&lt;br /&gt;• Bagaimana Acara DIKLATSAR berlangsung&lt;br /&gt;• Bagaimana materi yang disampaikan&lt;br /&gt;• dan masih banyak Bagaimana ? (silahkan anda dapat mengembangkannya lagi)&lt;br /&gt;Dari Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun Rencana Kegiatan yang didalamnya mencakup rincian :&lt;br /&gt;1. Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp panitia, pembagian waktu dan sebagainya.&lt;br /&gt;2. Pengurusan perizinan&lt;br /&gt;3. Pembagian tugas panitia&lt;br /&gt;4. Persiapan kebutuhan acara&lt;br /&gt;5. kebutuhan peralatan dan perlengkapan&lt;br /&gt;6. dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Dan yang tidak kalah pentingnya adalah anda akan mendapatkan point-point bagi kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Packing (pengemasan barang)&lt;br /&gt;Sebelum melakukan pendakian kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam Carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.&lt;br /&gt;Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :&lt;br /&gt;• Pada saat backpack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan pendakian kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, bayangkan jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak, dan anda menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang.&lt;br /&gt;Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung.&lt;br /&gt;• Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.&lt;br /&gt;Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.&lt;br /&gt;• Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam ransel, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.&lt;br /&gt;• Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat / jas hujan pada kantong samping Keril/Ransel.&lt;br /&gt;• Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar ransel, karena menggantungkan barang diluar ransel akan mengganggu perjalanan anda karena tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking ke dalam ransel.&lt;br /&gt;Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.&lt;br /&gt;Sumber : Mahasiswa Fakultas Kedokteran Se-Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi Gangguan Binatang&lt;br /&gt;a. Nyamuk . Obat nyamuk, autan, dll . Bunga kluwih dibakar . Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk . Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk.&lt;br /&gt;b. Laron . Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan.&lt;br /&gt;c. Lebah . Apabila disengat lebah : Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali . Tempelkan tanah basah/liat di atas luka . Jangan dipijit-pijit . Tempelkan pecahan genting panas di atas luka.&lt;br /&gt;d. Lintah . Apabila digigit lintah : . Teteskan air tembakau pada lintahnya . Taburkan garam di atas lintahnya . Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya . Taburkan abu rokok di atas lintahnya.&lt;br /&gt;e. Semut . Gosokkan obat gosok pada luka gigitan . Letakkan cabe merah pada jalan semut . Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut.&lt;br /&gt;f. Kalajengking dan lipan . Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar . Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit . Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka . Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka . Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan (sumber Diktat DIKSAR Gappala14 di G. Salak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengatur Isi Ransel&lt;br /&gt;Ransel adalah tas serba guna yang selalu dibawa saat berpetualang. Daya tampung ransel sangat terbatas, tapi Anda ingin mengisinya dengan beraneka ragam barang. Pengaturan yang kurang efesien menyebabkan daya tampunya makin sedikit. Lagi pula, dapat mengganggu keseimbangan Anda saat berjalan.&lt;br /&gt;Saat ini, produsen ransel memberikan banyak pilihan kepada Anda. Dari ukuran yang kecil sampai yang benar-benar untuk keperluan petualangan. Ada yang dilengkapi dengan rangka penguat di dalamnya maupun di bagian luar sampai yang tidak ada pelindungnya. Namun, semua ransel itu pada prinsipnya tetap tas, dimana kemampuan muatnya dipengaruhi oleh kepandaian Anda dalam menata isi di dalamnya.&lt;br /&gt;Barang-barang yang biasa dibawa dalam ransel adalah pakaian, alat memasak, makanan, obat-obatan, kebutuhan pribadi (sabun, pasta gigi,dll), kamera, tempat minum, tempat tidur (sleeping bag) dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Untuk memulai pengemasan segala keperluan dan kebutuhan Anda ke dalam ransel, sebaiknya mulailah dari bagian bawah terlebih dahulu. Hal ini untuk menguatkan landasan bagian bawah ransel agar mudah disusun ke atas.&lt;br /&gt;Pada bagian ini, terutama pada bagian inti ransel, tempatkan peralatan atau perlengkapan yang berat seperti: pakaian, makanan, dan peralatan memasak. Pusatkan beban tersebut dekat dengan punggung, sehingga Anda mudah menjaga keseimbangan.&lt;br /&gt;Bagian berikutnya, isi dengan peralatan seperti tenda, slepping bag, jaket, dan kamera. Upayakan semua bagian dalam ransel terisi dan terlihat padat. Hal ini dimaksudkan untuk memusatkan berat ransel sesungguhnya.&lt;br /&gt;Berat normal setiap beban yang mampu Anda pikul di dalam ransel adalah maksimum 25 kilogram. Namun lebih baik jika Anda membawa beban kurang dari 20kg. Tujuannya untuk memudahkan Anda dalam berjalan dan menjaga keseimbangan pada daerah-daerah berbahaya seperti, jurang atau jalan setapak.&lt;br /&gt;Kalau Anda bisa mengatur ransel dengan maksimal dan sesuai kebutuhan, maka perjalanan Anda pun akan lebih menyenangkan. Anda tak perlu jalan terseok-seok karena keberatan beban atau sedih karena barang Anda ketinggalan. [hrm]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Jenis Gunung&lt;br /&gt;Pada garis besar gunung terbagi menjadi 2, yaitu gunung berapi/aktif dan tidak aktif. Berdasar bentuknya dibagi menjadi :&lt;br /&gt;1. Gunung Berapi Perisai (Gunung berapi lava) == spt perisai&lt;br /&gt;2. Gunung Berapi Strato&lt;br /&gt;3. Gunung Berapi Maar == Gunung berapi yang meletus sekali dan segala aktivitas vulkanisme terhenti.yang tinggal hanya kawahnya saja.&lt;br /&gt;Macam dan Tingkat Pendakian Gunung&lt;br /&gt;Macam pendakian , yaitu pendakian gunung bersalju (es) dan gunung batu, keduanya mambutuhkan persiapan dan perlengkapan yang matang.&lt;br /&gt;menurut Club “Mountaineers”, seatle Washington , dasar pembagian tingkat pendakian ada dua cara.&lt;br /&gt;1. Berdasar Kesulitan Teknis Yang Dihadapi ( Class)&lt;br /&gt;•	class 1 : lintas alam tanpa bantuan tangan&lt;br /&gt;•	class 2 : dibutuhkan bantuan tangan&lt;br /&gt;•	class 3 : pendakian yang mudah memerlukan kaki dan tangan dalam mendaki. tali mungkin dibutuhkan oleh pemula&lt;br /&gt;•	class 4 : pendakian memerlukan tali pengaman&lt;br /&gt;•	class 5 : dibutihkan tali dan pengaman peralatan lain seperti : pito, runner, chocks dll&lt;br /&gt;•	class 6 : mandaki dengan tali dengan peralatan bantuan sepenuhnya berpijak diatas paku tebing, memenjat rantai sling atau mengunakan stirupss&lt;br /&gt;2. Berdasar semua faktor yang menentukan tingkat kesukaran dalam pendakian dan kewajiban yang harus dipenuhi dalam medan pendakian (grade)&lt;br /&gt;•	Grade I : bagian yang sukar dapat ditempuh dalam beberapa jam&lt;br /&gt;•	Grade II : bagian yang sukar ditempuh dalam setengah hari&lt;br /&gt;•	Grade III: bagian yang sukar ditempuh dalam sehari penuh&lt;br /&gt;•	Grade IV : bagian yang sukar ditempuh dalam sehari penuh dan memerlukan bantuan lereng lereng sempit untuk bisa naik&lt;br /&gt;•	Grade V : bagian yang sukar ditempuh dalam waktu 1,5-2,5 hari&lt;br /&gt;•	Grade VI : bagian yang sukar ditempuh dalam waktu 2 hari atau lebih dan dengan banyak sekali kesulitan.&lt;br /&gt;Pakaian Untuk Hiking&lt;br /&gt;Seorang teman mengajak Anda hiking ke salah satu gunung yang cukup tersohor di Pulau Jawa. Tentu saja tawaran menarik itu tak hendak dilewatkan. Tapi masalahnya, kegiatan ini belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Pakaian seperti apa yang harus dipersiapkan?&lt;br /&gt;Yang perlu Anda pikirkan pertama kali, kegiatan ini akan makan waktu berapa lama. Jangan sampai Anda kekurangan atau sebaliknya kelebihan baju di sana. Setelah itu, persiapkan pakaian wajib yang harus dibawa. Untuk perjalanan tiga atau empat hari misalnya, Anda bisa membawa sekitar dua atau tiga celana yang bersaku banyak.&lt;br /&gt;Celana tersebut terdiri dari celana panjang atau pendek. Sebaiknya Anda membawa dua celana pendek dan celana panjang yang terbuat dari bahan sintetis yang notabene lebih tahan air.&lt;br /&gt;Jangan lupa membawa training, jaket serta kaus kaki penghangat jika cuaca berubah dingin. Jaket tidak harus dimasukkan ke dalam tas, jika tidak ada lagi tempat tersisa, ikatkan di bagian pinggang.&lt;br /&gt;Untuk pakaian dalam dan kaus kaki, jangan di simpan di tas begitu saja. Lebih baik simpan lebih dulu dalam kantong plastik agar tidak basah jika terkena air. Atau kalau mau semuanya aman, pilih tas yang tahan air.&lt;br /&gt;Jangan pernah melupakan alas kaki. Sebagian lelaki memilih menggunakan sepatu khusus jalan jauh, ada juga yang memilih memakai sepatu sandal atau sandal jepit. [lan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Dasar Navigasi Darat&lt;br /&gt;Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya, atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. Untuk itu, latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan, dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita, dan tanah air&lt;br /&gt;Peta&lt;br /&gt;Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.&lt;br /&gt;Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :&lt;br /&gt;• Judul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak peta&lt;br /&gt;• Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta&lt;br /&gt;• Koordinat peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya&lt;br /&gt;• Kontur; adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang berketinggian sama diatas permukaan laut.&lt;br /&gt;• Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka).&lt;br /&gt;• Legenda peta, adalah simbol-simbol yang dipakai dalam peta tersebut, dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta.&lt;br /&gt;Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.&lt;br /&gt;Koordinat&lt;br /&gt;Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :&lt;br /&gt;1. Koordinat Geografis (Geographical Coordinate)&lt;br /&gt;Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30″), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60″).&lt;br /&gt;2. Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM)&lt;br /&gt;Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1mm).&lt;br /&gt;Analisa Peta&lt;br /&gt;Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.&lt;br /&gt;1. Unsur dasar peta&lt;br /&gt;Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.&lt;br /&gt;2. Mengenal tanda medan&lt;br /&gt;Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur. Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :&lt;br /&gt;• Antara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan&lt;br /&gt;• Garis yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah&lt;br /&gt;• Beda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah&lt;br /&gt;Daerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat.&lt;br /&gt;Beberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi:&lt;br /&gt;a. Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya.&lt;br /&gt;b. Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak&lt;br /&gt;c. Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat.&lt;br /&gt;d. Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian&lt;br /&gt;e. Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian&lt;br /&gt;f. Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran.&lt;br /&gt;g. Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk&lt;br /&gt;Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan.&lt;br /&gt;Kompas&lt;br /&gt;Kompas adalah alat penunjuk arah, dan karena sifat magnetnya, jarumnya akan selalu menunjuk arah utara selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis). Secara fisik, kompas terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Badan, tempat komponen lainnya berada&lt;br /&gt;2. Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal.&lt;br /&gt;3. Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin.&lt;br /&gt;Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.&lt;br /&gt;Dalam memilih kompas, harus berdasarkan penggunaannya. Namun secara umum, kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat&lt;br /&gt;Orientasi Peta&lt;br /&gt;Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya ( atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah benar.&lt;br /&gt;Langkah-langkah orientasi peta:&lt;br /&gt;1. Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.&lt;br /&gt;2. Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar&lt;br /&gt;3. Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya&lt;br /&gt;4. Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan&lt;br /&gt;5. Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan.&lt;br /&gt;Jika anda sudah lakukan itu semua, maka anda sudah mempunyai perkiraan secara kasar, dimana posisi anda di peta. Untuk memastikan posisi anda secara akurat, dipakailah metode resection.&lt;br /&gt;Resection&lt;br /&gt;Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dan dapat dibidik (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebon teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas). Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.&lt;br /&gt;Langkah-langkah melakukan resection:&lt;br /&gt;1. Lakukan orientasi peta&lt;br /&gt;2. Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah&lt;br /&gt;3. Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan ersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik).&lt;br /&gt;4. Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat.&lt;br /&gt;5. Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.&lt;br /&gt;6. Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.&lt;br /&gt;Intersection&lt;br /&gt;Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai. Sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Langkah-langkah melakukan intersection adalah:&lt;br /&gt;1. Lakukan orientasi peta&lt;br /&gt;2. Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.&lt;br /&gt;3. Bidik obyek yang kita amati&lt;br /&gt;4. Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta&lt;br /&gt;5. Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3&lt;br /&gt;6. Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.&lt;br /&gt;Azimuth – Back Azimuth&lt;br /&gt;Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth. Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:&lt;br /&gt;a. Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth sama dengan azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º&lt;br /&gt;b. Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya dama dengan 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, seiperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º&lt;br /&gt;Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.&lt;br /&gt;Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.&lt;br /&gt;• Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan. Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui.&lt;br /&gt;• Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.&lt;br /&gt;• Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth).&lt;br /&gt;• Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man.&lt;br /&gt;Merencanakan Jalur Lintasan&lt;br /&gt;Dalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh anda misalnya ingin pergi ke gunung Semeru, tapi dengan menggunakan jalur sendiri.&lt;br /&gt;Penyusunan jalur ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi, dalam menafsirkan sebuah peta topografi, mengumpulkan data dan informasi dan mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan.&lt;br /&gt;Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth back azimuth, pengetahuan tentang peta kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini.&lt;br /&gt;Kedua, selain informasi yang tertera dipeta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.&lt;br /&gt;Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertamaadalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapi lebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaian kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan tanda medan tertentu sebagai petokan pergerakannya.&lt;br /&gt;Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;1. Usahakan titik awal dan titik akhir adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari titik-titik tersebut.&lt;br /&gt;2. Titik awal harus mudah dicapai/gampang aksesnya&lt;br /&gt;3. Disepanjang jalur lintasan harus ada tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering mungkin.&lt;br /&gt;4. Dalam menentukan jalur lintasan, perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya berupa tanjakan terjal dan sebagainya.&lt;br /&gt;5. Mengingat banyaknya faktor yang perlu diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa diminimalkan.&lt;br /&gt;Penampang Lintasan&lt;br /&gt;Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan.. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.&lt;br /&gt;Beberapa manfaat penampang lintasan :&lt;br /&gt;1. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan&lt;br /&gt;2. Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan&lt;br /&gt;3. Dapat mengetahui titik-titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu&lt;br /&gt;Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang.&lt;br /&gt;Langkah-langkah membuat penampang lintasan:&lt;br /&gt;a. Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil biasa yang runcing, penggaris dan penghapus&lt;br /&gt;b. Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x mewakili jarak, dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian, dengan satuan mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya.&lt;br /&gt;c. Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu peda perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang sudah anda buat. Demikian seterusnya hingga titik akhir.&lt;br /&gt;d. Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Titik-titik tersebut dihubungkan sat sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak, turun dan mendatar.&lt;br /&gt;e. Tembahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncakan dan titik-titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan, dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Dasar Survival&lt;br /&gt;Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu .dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis.&lt;br /&gt;Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Ada Survival ?&lt;br /&gt;Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :&lt;br /&gt;•	Keadaan alam (cuaca dan medan)&lt;br /&gt;•	Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)&lt;br /&gt;•	Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)&lt;br /&gt;Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri.&lt;br /&gt;dalam keadan tersebut ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak., antara lain :&lt;br /&gt;mental ,kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Survival&lt;br /&gt;Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam&lt;br /&gt;S : Sadar dalam keadaan gawat darurat&lt;br /&gt;U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah&lt;br /&gt;R : Rasa takut dan putus asa hilangkan&lt;br /&gt;V : Vitalitas tingkatkan&lt;br /&gt;I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya&lt;br /&gt;V : Variasi alam bisa dimanfaatkan&lt;br /&gt;A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya&lt;br /&gt;L : Lancar, slaman, slumun, slamet&lt;br /&gt;Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :&lt;br /&gt;S : Stop &amp; seating / berhenti dan duduklah&lt;br /&gt;T : Thingking / berpikirlah&lt;br /&gt;O : Observe / amati keadaan sekitar&lt;br /&gt;P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan survival&lt;br /&gt;Yang harus dipunyai oleh seorang survivor&lt;br /&gt;1. Sikap mental&lt;br /&gt;- Semangat untuk tetap hidup&lt;br /&gt;- Kepercayaan diri&lt;br /&gt;- Akal sehat&lt;br /&gt;- Disiplin dan rencana matang&lt;br /&gt;- Kemampuan belajar dari pengalaman&lt;br /&gt;2. Pengetahuan&lt;br /&gt;- Cara membuat bivak&lt;br /&gt;- Cara memperoleh air&lt;br /&gt;- Cara mendapatkan makanan&lt;br /&gt;- Cara membuat api&lt;br /&gt;- Pengetahuan orientasi medan&lt;br /&gt;- Cara mengatasi gangguan binatang&lt;br /&gt;- Cara mencari pertolongan&lt;br /&gt;3. Pengalaman dan latihan&lt;br /&gt;- Latihan mengidentifikasikan tanaman&lt;br /&gt;- Latihan membuat trap, dll&lt;br /&gt;4. Peralatan&lt;br /&gt;- Kotak survival&lt;br /&gt;- Pisau jungle , dll&lt;br /&gt;5. Kemauan belajar&lt;br /&gt;Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :&lt;br /&gt;• Mengkoordinasi anggota&lt;br /&gt;• Melakukan pertolongan pertama&lt;br /&gt;• Melihat kemampuan anggota&lt;br /&gt;• Mengadakan orientasi medan&lt;br /&gt;• Mengadakan penjatahan makanan&lt;br /&gt;• Membuat rencana dan pembagian tugas&lt;br /&gt;• Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia kuar&lt;br /&gt;• Membuat jejak dan perhatian&lt;br /&gt;• Mendapatkan pertolongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya-bahaya dalam survival&lt;br /&gt;Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :&lt;br /&gt;1. Ketegangan dan panik&lt;br /&gt;Pencegahan :&lt;br /&gt;- Sering berlatih&lt;br /&gt;- Berpikir positif dan optimis&lt;br /&gt;- Persiapan fisik dan mental&lt;br /&gt;2. Matahari / panas&lt;br /&gt;- Kelelahan panas&lt;br /&gt;- Kejang panas&lt;br /&gt;- Sengatan panas&lt;br /&gt;Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :&lt;br /&gt;- Penyakit akut/kronis&lt;br /&gt;- Baru sembuh dari penyakit&lt;br /&gt;- Demam&lt;br /&gt;- Baru memperoleh vaksinasi&lt;br /&gt;- Kurang tidur&lt;br /&gt;- Kelelahan&lt;br /&gt;- Terlalu gemuk&lt;br /&gt;- Penyakit kulit yang merata&lt;br /&gt;- Pernah mengalami sengatan udara panas&lt;br /&gt;- Minum alkohol&lt;br /&gt;- Dehidrasi&lt;br /&gt;Pencegahan keadaan panas :&lt;br /&gt;- Aklimitasi&lt;br /&gt;- Persedian air&lt;br /&gt;- Mengurangi aktivitas&lt;br /&gt;- Garam dapur&lt;br /&gt;- Pakaian :&lt;br /&gt;- Longgar&lt;br /&gt;- Lengan panjang&lt;br /&gt;- Celana pendek&lt;br /&gt;- Kaos oblong&lt;br /&gt;3. Serangan penyakit&lt;br /&gt;- Demam&lt;br /&gt;- Disentri&lt;br /&gt;- Typus&lt;br /&gt;- Malaria&lt;br /&gt;4. Kemerosotan mental&lt;br /&gt;Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris&lt;br /&gt;Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah, Keadaan lingkungan mencekam&lt;br /&gt;Pencegahan : Usahakan tenang, Banyak berlatih&lt;br /&gt;5. Bahaya binatang beracun dan berbisa&lt;br /&gt;Keracunan&lt;br /&gt;Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang&lt;br /&gt;mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.&lt;br /&gt;Penyebab : Makanan dan minuman beracun&lt;br /&gt;Pencegahan : Air garam di minum&lt;br /&gt;Minum air sabun mandi panas&lt;br /&gt;Minum teh pekat&lt;br /&gt;Di tohok anak tekaknya&lt;br /&gt;6. Keletihan amat sangat&lt;br /&gt;Pencegahan : Makan makanan berkalori, Membatasi kegiatan&lt;br /&gt;7. Kelaparan&lt;br /&gt;8. Lecet&lt;br /&gt;9. Kedinginan&lt;br /&gt;Untuk penurunan suhu tubuh 30° C bisa menyebabkan kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat Bivak (Shelter)&lt;br /&gt;Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin&lt;br /&gt;Macam :&lt;br /&gt;a. Shelter asli alam&lt;br /&gt;Gua : Bukan tempat persembunyian binatang&lt;br /&gt;Tidak ada gas beracun&lt;br /&gt;Tidak mudah longsor&lt;br /&gt;b. Shelter buatan dari alam&lt;br /&gt;c. Shelter buatan&lt;br /&gt;Syarat bivak :&lt;br /&gt;•	Hindari daerah aliran air&lt;br /&gt;•	Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh&lt;br /&gt;•	Bukan sarang nyamuk/serangga&lt;br /&gt;•	Bahan kuat&lt;br /&gt;•	Jangan terlalu merusak alam sekitar&lt;br /&gt;•	Terlindung langsung dari angina&lt;br /&gt;Mengatasi Gangguan Binatang&lt;br /&gt;a. Nyamuk&lt;br /&gt;• Obat nyamuk, autan, dll&lt;br /&gt;• Bunga kluwih dibakar&lt;br /&gt;• Gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk&lt;br /&gt;• Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk&lt;br /&gt;b. Laron&lt;br /&gt;• Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan&lt;br /&gt;c. Lebah&lt;br /&gt;Apabila disengat lebah :&lt;br /&gt;• Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali&lt;br /&gt;• Tempelkan tanah basah/liat di atas luka&lt;br /&gt;• Jangan dipijit-pijit&lt;br /&gt;• Tempelkan pecahan genting panas di atas luka&lt;br /&gt;d. Lintah&lt;br /&gt;Apabila digigit lintah :&lt;br /&gt;• Teteskan air tembakau pada lintahnya&lt;br /&gt;• Taburkan garam di atas lintahnya&lt;br /&gt;• Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya&lt;br /&gt;• Taburkan abu rokok di atas lintahnya&lt;br /&gt;e. Semut&lt;br /&gt;• Gosokkan obat gosok pada luka gigitan&lt;br /&gt;• Letakkan cabe merah pada jalan semut&lt;br /&gt;• Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut&lt;br /&gt;f. Kalajengking dan lipan&lt;br /&gt;• Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar&lt;br /&gt;• Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit&lt;br /&gt;• Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka&lt;br /&gt;• Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka&lt;br /&gt;• Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan&lt;br /&gt;g. Ular&lt;br /&gt;Pembahasan lebih lanjut dalam materi EMC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat Perangkap (Trap)&lt;br /&gt;Macam-macam trap :&lt;br /&gt;• Perangkap model menggantung&lt;br /&gt;• Perangkap tali sederhana&lt;br /&gt;• Perangkap lubang jerat&lt;br /&gt;• Perangkap menimpa&lt;br /&gt;• Apace foot share&lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;• tali/kawat&lt;br /&gt;• Umpan&lt;br /&gt;• Batang kayu&lt;br /&gt;• Cabang pohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca Jejak&lt;br /&gt;Jenis :&lt;br /&gt;• Jejak buatan : dibuat oleh manusia&lt;br /&gt;• Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan&lt;br /&gt;Jejak alami biasanya menyatakan tentang :&lt;br /&gt;• Jenis binatang yang lewat&lt;br /&gt;• Arah gerak binatang&lt;br /&gt;• Besar kecilnya binatang&lt;br /&gt;• Cepat lambatnya gerak binatang&lt;br /&gt;Membaca jejak alami dapat diketahui dari :&lt;br /&gt;• Kotoran yang tersisa&lt;br /&gt;• Pohon atau ranting yang patah&lt;br /&gt;• Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air&lt;br /&gt;Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.&lt;br /&gt;Air yang tidak perlu dimurnikan :&lt;br /&gt;1. Hujan&lt;br /&gt;Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan&lt;br /&gt;2. Dari tanaman rambat/rotan&lt;br /&gt;Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut&lt;br /&gt;3. Dari tanaman&lt;br /&gt;Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut&lt;br /&gt;Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :&lt;br /&gt;1. Air sungai besar&lt;br /&gt;2. Air sungai tergenang&lt;br /&gt;3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut)&lt;br /&gt;4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan&lt;br /&gt;5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan&lt;br /&gt;Patokan memilih makanan :&lt;br /&gt;• Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia&lt;br /&gt;• Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok&lt;br /&gt;• Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo&lt;br /&gt;• Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan&lt;br /&gt;• Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam&lt;br /&gt;Hubungan air dan makanan&lt;br /&gt;• Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit&lt;br /&gt;• Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan&lt;br /&gt;• Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak&lt;br /&gt;Tumbuhan yang dapat dimakan :&lt;br /&gt;Dari batangnya :&lt;br /&gt;• Batang pohon pisang (putihnya)&lt;br /&gt;• Bambu yang masih muda (rebung)&lt;br /&gt;• Pakis dalamnya berwarna putih&lt;br /&gt;• Sagu dalamnya berwarna putih&lt;br /&gt;• Tebu&lt;br /&gt;Dari daunnya :&lt;br /&gt;• Selada air&lt;br /&gt;• Rasamala (yang masih muda)&lt;br /&gt;• Daun mlinjo&lt;br /&gt;• Singkong&lt;br /&gt;Akar dan umbinya :&lt;br /&gt;• Ubi jalar, talas, singkong&lt;br /&gt;Buahnya :&lt;br /&gt;• Arbei, asam jawa, juwet&lt;br /&gt;Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :&lt;br /&gt;• Jamur merang, jamur kayu&lt;br /&gt;Ciri-ciri jamur beracun :&lt;br /&gt;• Mempunyai warna mencolok&lt;br /&gt;• Baunya tidak sedap&lt;br /&gt;• Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning&lt;br /&gt;• Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan&lt;br /&gt;• Bila diraba mudah hancur&lt;br /&gt;• Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya&lt;br /&gt;• Tumbuh dari kotoran hewan&lt;br /&gt;• Mengeluarkan getah putih&lt;br /&gt;Binatang yang bisa dimakan&lt;br /&gt;• Belalang&lt;br /&gt;• Jangkrik&lt;br /&gt;• Tempayak putih (gendon)&lt;br /&gt;• Cacing&lt;br /&gt;• Jenis burung&lt;br /&gt;• Laron&lt;br /&gt;• Lebah , larva, madu&lt;br /&gt;• Siput&lt;br /&gt;• Kadal : bagian belakang dan ekor&lt;br /&gt;• Binatang besar lainnya&lt;br /&gt;Binatang yang tidak bisa dimakan&lt;br /&gt;• Mengandung bisa : lipan dan kalajengking&lt;br /&gt;• Mengandung racun : penyu laut&lt;br /&gt;• Mengandung bau yang khas : sigung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Api&lt;br /&gt;Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.&lt;br /&gt;1. Dengan lensa / Kaca pembesar&lt;br /&gt;Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.&lt;br /&gt;2. Gesekan kayu dengan kayu.&lt;br /&gt;Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar&lt;br /&gt;3. Busur dan gurdi&lt;br /&gt;Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.&lt;br /&gt;Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren&lt;br /&gt;Survival kit&lt;br /&gt;Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :&lt;br /&gt;• Perlengkapan memancing&lt;br /&gt;• Pisau&lt;br /&gt;• Tali kecil&lt;br /&gt;• Senter&lt;br /&gt;• Cermin suryakanta, cermin kecil&lt;br /&gt;• Peluit&lt;br /&gt;• Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air&lt;br /&gt;• Tablet garam, norit&lt;br /&gt;• Obat-obatan pribadi&lt;br /&gt;• Jarum + benang + peniti&lt;br /&gt;• dll&lt;br /&gt;Perlengkapan Dalam Mendaki Gunung&lt;br /&gt;Perlengkapan Dalam mendaki gunung atau menjelajah alam pelaku juga harus&lt;br /&gt;-memasak,&lt;br /&gt;-makan,&lt;br /&gt;-tidur dan&lt;br /&gt;-membersihkan diri,&lt;br /&gt;semua dilakukan sendiri, untuk itu pendaki tidak dapat menghindari barang bawaan yang relatif banyak dan berat. Perlengkapan apa saja yang diperlukan untuk pendakian ? Perlengkapan seorang pendaki berupa sepatu, baju, celanan,jaket,ponco atau rain coat dan ransel.&lt;br /&gt;1. Sepatu&lt;br /&gt;Sepatu mendaki yang baik selain melindungi kaki dari luka, juga harus nyaman saat dipakai mesti membawa beban berat dimedan licin, berbatu-batu dan curam, jenis sepatu boot paling cocok untuk kegiatan ini, karena melindungi pergelangan kaki hingga mata kaki dari kemungkinan terkilir. Pilihlah sol sepatu dengan kembang-kembang besar, ceruk yang dalam dan memiliki tumit sol seperti ini memungkinkan pemakai dapat mencengkram permukaan meski kondisinya ekstrim (curam, licin atau berbatu-batu)&lt;br /&gt;2. Pakaian&lt;br /&gt;Pakaian yang ideal saat mendaki di gunung tropis adalah yang relatif tebal dan menyerap keringat , celana yang tidak kaku dan ringan guna melindungi kaki dari goresan duri, baju dari katun atau wol cukup ideal. Sayang bila telah basah, katun tidak mampu menghangatkan badan, baju dari bahan sintetis misalnya polyester dan acrylics sedikit menyerap keringat tetapi cepat kering, sementara bahan nilon sebaiknya tidak digunakan karena tidak menyerap keringat sehingga keringat akan tetap menenpel pada badan, sebaliknya nylon amat baik menahan hujan sehingga banyak digunakan sebagai ponco. hindari pemakaian pakaian berbahan jeans. Bahan ini sukar kering dan berat disaat basah , bila mendaki medan yang dirimbuni pepohonan atau semak tinggi dimana terpaan angin tidak kencang, hindari pemakaian jakat saat berjalan, selain menahan keringat yang menempel di badan jaket juga membuat tubuh terasa gerah karena selama berjalan suhu tubuh meningkat akibat pembakaran zat makanan untuk menghasilkan energi. Pada saat istirahat disela pendakian, pembakaran berkurang, dinginya temperatur di gunung dan hembusan angin maka pendaki akan menghadapi perbedaan draktis temperatur oleh karena itu saat beristirahat sebaiknya pendaki mengunakan jaket atau sweater tebal, bila beristirahat saat hujan sebaiknya menganti baju yang basah dengan baju yang kering.&lt;br /&gt;3. Jaket&lt;br /&gt;Jaket sebaiknya digunakan untuk menahan dingin di puncak atau lokasi kemping saat aktifitas tidak segiat saat berjalan, pilihlah jaket yang berbahan isian (down Jaket) jaket jenis ini cukup tebal dan menahan dingin yang baik, kelemahannya relatif berat dan memakan banyak tempat dalam ransel, jaket lainnya sebaiknya dibawa adalah yang memiliki dua lapisan (double layer) lapisan dalam biasanya berbahan penghangat dan menyeyerap keringat seperti wool atau polartex, sedang lapisan luar berfungsi menahan air dan dingin. Kini teknologi tekstil sudah mampu memproduksi Gore-Tex bahan jaket yang nyaman dipakai saat mendaki bahan ini memungkinkan kulit tetap bernafas, tidak gerah mengeluarkan keringat mampu menahan angin (wind breaking) dan resapan air hujan (water proff) sayang, bahan ini masih mahal.&lt;br /&gt;4. Ransel (carier bag)&lt;br /&gt;Perlengkapan vital pendakian lainnya adalah ransel. kini banyaknya jenis ransel terutama berangka dalam dijual dipasaran fungsi ranga selain menyangga badan ransel tetap tegak mencegah barang didalamya bergeser dan menjaga jarak antara punggung pemakai dari ransel. Akibatnya barang-barang yang keras yang dibawa tidak menyakiti, ransel yang baik dilengkapi tali pengatur sabuk pengendok atau sandang bahu, sandang pinggang atau sabuk pinggang. Sabuk dan tali pengatur itu akan membuat pemakainya nyaman memanggul ransel beserta isinya. Bila pendaki ingin membawa barang bawaan ke bahu dan punggung, kencangkan tali pengatur sandang bahu dan longgarkan sabuk pinggang sebaliknya, bila beban ingin di topang punggung dan pinggang , kencangkan tali sabuk sandang bahu, ransel berdesain baik, bila rangka bagian bawah saat dipakai ada disekitar pinggang sedangkan lengkungan rangka atas sesuai lengkungan tulang punggung pemakai. Ransel yang memiliki beberapa kantung penutup atau badan memiliki banyak keuntungan. Barang-barang kecil seperti botol air minum, jaket atau kamera yang sering dikeluar-masukkan selama pendakian dapat ditaruh disitu, dengan demikian pendaki tidak perlu membuka-tutup dan mengacak-acak isi ruang utama ransel, kekurangan pada ransel yang berkantung banyak akan mengurangi keseimbangan ransel tersebut bila dibawa. Oleh karena itu pilihlah ransel berbahan nilon atau kanvas , nilon selain kedap air juga ringan terutama sewaktu basah, akan tetapi kanvas lebih kuat terhadap goresan .&lt;br /&gt;Bagi pendaki gunung peralatan yang diperlukan untuk olahraga jelajah alam ini tidak hanya ransel, baju, mantel dan ponco, masih ada sejumlah peralatan yang harus dibawa dan disiapkan, apabila kalau pendakian memakan waktu beberapa hari,&lt;br /&gt;Berikut ini diberikan sejumlah catatan mengenai peralatan apa saja yang perlu dibawa :&lt;br /&gt;Perlengkapan berkemah Pada saat mendaki gunung memerlukan waktu beberapa hari, mau tidak mau perjalan harus “dibagi ” dalam beberapa tahap setiap tahap selalu memerlukan tempat , waktu dan sarana untuk beristirahat.&lt;br /&gt;Tempat istirahat ini juga diperlukan bila pendaki sudah mencapai tempat yang dituju, untuk itu, mau tidak mau pendaki harus menbangun kemah, cara berkemah yang paling aman dan nyaman bila mengunakan tenda sekarang ini banyak ragam tenda dari tenda prisma, piramid atau kubah (dome).&lt;br /&gt;Tenda dome belakangan ini lebih banyak digunakan karena mudah dan praktis penggunan maupun saat dibawa, karena tenda dome tidak memerlukan banyak tali dan pasak, untuk mendirikan tenda kubah/dome hanya diperlukan dua rangka utama, untuk itu pilihlah rangka yang terbuat dari alumunium karena lebih baik, ringan dan lentur dibandingkan yang terbuat dari mika.&lt;br /&gt;Peralatan penting lainnya adalah kantung tidur (slepping bag) usahakan kantung tidur tetap dalam keadaan kering, untuk itu jemurlah disiang hari pada saat berkemah. Perlengkapan Memasak. Selama berkemah, pendaki juga harus menyiapkan makanan, untuk itu beberapa jenis kompor ringan dan ringkas dapat dipilih untuk memasak di alam terbuka, kompor yang paling irit terbagi atas beberapa macan seperti kompor dengan bahan bakar padat (Parapin) atau kompor dengan tabung gas berukuran 250 gram dengan tungkai gas yang dapat di bawa dengan mudah, pilihan terakhir mungkin adalah kompor dengan bahan bakar minyak tanah atau lebih dikenal kompor tahu, kompor ini juga mudah dan ringkas untuk dibawa sebab antara tiang sumbu dan tiang penyangga dapat dipisahkan dari bagian tangki bahan bakar.&lt;br /&gt;Namun dengan catatan minyak tanah harus dipisahkan atau dikeluarkan dari tabung tangki dan disimpan dalam jerigen atau botol khusus. Selain kompor dua buah panci kecil alumunium atau baja tahan karat cukup untuk memenuhi kegiatan masak-memasak. Satu set panci yang paling praktis dan murah dibawa adalah nesting, set panci yang biasa dijual ditoko perlengkapan militer. Nesting dapat berbentuk kotak atau bulat terdiri dari atas dua panci berukuran sedang dan satu panci pipih yang dapat digunakan sebagai piring atau wadah pemotong bahan-bahan masakan.&lt;br /&gt;Bawalah sendok, cangkir dan piring dari melamin atau plastik, bahan ini sukar pecah, mudah dibersihakan dengan sedikit air dan tisue, bila membawa korek api simpanlah dalam tabung film kaera agar tidak basah dan lembab.&lt;br /&gt;Makanan (logistik).&lt;br /&gt;Makanan yang dibawa seharnya dapat memenuhi kebutuhan energi pendaki, selama pendakian seseraoang membutuhkan sitar 5.000 kalori dan 100 gram protein, kalori dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi nasi. Namin aada bainnya hanya memakan nasi satu kali sehari di kala malam (saat berkenah) alanayanya beras realtif berat dan memerluakan waktu yang lama untu memasak serta menghabiskan banyak bahan bakar. Fungsi beras dapat diganti dengan roti, biskuit,coklat, dan hevermit. Hal yang perlu diperjatikan hinadri mengkonsumsi makanan yang harus dimasak lebih dahulu selama mendaki, karean hal ini hanya akan merepotkan dan menghabiskan waktu perjalanan. Pilihlah makanan praktis seperti coklat, roti, agar-agar,buah-buahan, dapat juga dibuat mixfood yang terdiri atas kacang, colat, biskuit dan kismis. Umumnya makanan yang paling praktis dibawa adalah makanan awetan yang memiliki kemasan, buaglah kemasan karton sebelum dimasukan dalam ransel dengan demikian berat ransel dapat berkurang dan kmakanan yang dibawa opun tidak banyak memakan tempat didalam ransel. Peralatan lain . Selain peralatan dan sejumlah perlengkapan, jangan lupa membawa perlengkapan kecil yang terdanag dirasa sepele, namun amat penting. Perlengkapan itu berupa obat-obatan seperti pelester, oabat merah, tisu basah dan ekring, senter, benang, jarum jahit, jam dan alat tulis. Peralatan itu terkanad dibutuhkan dalam keadaan darurat atau menjaga tubuh tetap bersih. Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah jangan lupa membawa tas / kantong plastik , tas plastik tersebut dibutuhkan untuk menarus barang-barang yang kotor dan basah sebelum dicuci dan tas plastik juga berfungsi untuk membawa kembali sampah-sampah pendakian, sampah-sampah sisa makanan atau berkemah, janganlah dinbuang ebgitu saja di alam terbukaselain megotori, membuang sampah dapat menyulitkan usaha pencarian dan pertolongan bagi pendaki yang tersesat atau mengalami kecelakaan, kerap kali usaha pencarian oarang tersesat terbantu dengan petunjuk dari barang0barang yabf tercecer jangan mengangap segala peralatan dan smpah akan membebani perjalaan, seorang mungkin saja dapa belajar mnayalajan api darimranting kayu, mencari makan denga jerat arau menimbun sampah digunumg akantetapi penaki gunung yang juga pencinta alam selalau berperinsip leave nothing but footprint, take nothing but picture, kill nothing but time. Selamat mendaki. By : Yunas Editing : Yan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Mendaki Gunung&lt;br /&gt;Persiapan umum untuk mendaki gunung antara lain kesiapan mental , fisik, etika, pengetahuan dan ketrampilan.&lt;br /&gt;1. Prencanan Pndakian&lt;br /&gt;Hal hal yang perlu diperhatikan dlm perencanaan pendakian :&lt;br /&gt;•	mengenali kemampuan diri dalam tim dalam menghadapi medan&lt;br /&gt;•	mempelajari medan yang akan ditempuh&lt;br /&gt;•	teliti rencana pendakian dan rute yang akan ditempuh secermat mungkin&lt;br /&gt;•	pikirkan waktu yang digunakan dalam pendakian&lt;br /&gt;•	periksa segala perlengkapan yang akan dibawa&lt;br /&gt;2. Pelengkaan Prjalanan&lt;br /&gt;Perlengkapan dasar&lt;br /&gt;•	perlengkapan jalan : sepatu, kaoskaki, celana, ikat pinggang, baju, topi, jas hujan dll&lt;br /&gt;•	perlengkapan tidur : sleeping bag , tenda , matras dll&lt;br /&gt;•	perlengkapan masak dan makan: kompor , sendok , makanan , korek dll&lt;br /&gt;•	perlengkapan pribadi : jarum , benang , obat pribadi , sikat , toilet paper dll&lt;br /&gt;•	Ransel / carrier&lt;br /&gt;Perlengkapan pembantu&lt;br /&gt;•	Kompas , senter , pisau pinggang , golok tebas , P3K&lt;br /&gt;•	Peta , busur drajat ,pengaris , pensil dll&lt;br /&gt;•	Aat komunikasi (Handy talky) , survival kit ,GPS kalo ada&lt;br /&gt;•	Jam tangan&lt;br /&gt;3. Packing atau menyusun perlengkapan ke dalam ransel&lt;br /&gt;•	Kelompokkan barang barang sesuai dengan jenis jenisnya&lt;br /&gt;•	Masukkan dalam kantong plastic&lt;br /&gt;•	Letakkan barang barang yang ringan dan jarang penggunananya (misal : Perlengkapan tidur) pada yang paling dalam&lt;br /&gt;•	Barang barang yang sering digunakan dan vital letakkan sedekat mungkin dengan tubuh dan mudah diambil&lt;br /&gt;•	Tempatkan barang barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin dengan badan / punggung&lt;br /&gt;•	Buat Checklist (daftar) barang-barang tsb&lt;br /&gt;Persiapan Hiking Di Pusat Kebugaran&lt;br /&gt;Jika Anda menyukai aktifitas lapangan seperti hiking atau mendaki gunung, tentu Anda sudah tahu bahwa diperlukan latihan awal sebelum melakukan pendakian. Biasanya banyak orang yang pergi ke pusat kebugaran untuk mempersiapkan diri sebelum pendakian. Padahal sebenarnya melakukan jogging di treadmill tidak cukup sebagai persiapan untuk pendakian.&lt;br /&gt;Menurut Dr. Benjamin D. Levine, pimpinan dari Institute for Exercise and Environmental Medicine di RS Presbyterian di Dallas, pusat kebugaran mungkin bisa membantu seseorang untuk mempersiapkan diri, tapi pusat kebugaran tersebut tidak menyediakan latihan pra-pendakian sehingga para pendaki harus mencari jalan lain untuk mendapatkan latihan lebih.&lt;br /&gt;Alat treadmill memang bisa membantu, tapi tingkatannya harus dipertinggi. Setidaknya kemiringannya harus ditingkatkan hingga mencapai 15% dimana cukup terjal untuk membuat situasi menjadi mirip dengan pendakian asli.&lt;br /&gt;Saat pendakian, otot-otot dalam tubuh akan mengalami kontraksi konsentrik sedangkan saat pendakian menurun otot akan mengalami kontraksi esentrik, perenggangan untuk mengendalikan peluncuran. Coba bayangkan, otot yang bergerak saat pendakian, sama halnya dengan mesin dengan menyediakan tenaga. Tapi saat turun, otot bekerja sebagai rem.&lt;br /&gt;Dalam mempersiapkan pendakian, disarankan untuk melatih kaki agar lebih kuat, cobalah untuk melakukan squat. Saat melakukannya, lakukan secara perlahan agar berat badan terpusat pada kaki. Selain itu, latihan beban juga memiliki keuntungan bagi para pendaki, karena setiap langkah yang mendorong tubuh melawan gravitasi berdampak seperti mengangkat beban. Maka dari itu latihan beban lebih memberi hasil daripada treadmill.&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa persyaratan utama dalam pendakian adalah agar tetap mendapatkan oksigen untuk sel-sel otot. Selain itu, pendakian juga memerlukan tenaga dan latihan beban bisa memperkuat jaringan otot sehingga kontraksi cepat terjadi sehingga menghasilkan tenaga. [int]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop Dalam Keadaan Darurat&lt;br /&gt;Kondisi darurat dalam suatu perjalanan sangat lumrah. Keadaan itu sangat dipengaruhi oleh cuaca yang labil di pegunungan dan sangat tidak dianjurkan untuk melawannya. Tetapi bukan berarti kita diam saja, untuk mengatasi situasi buruk tersebut ada berbagai cara, untuk memudahkan kita untuk mengingatnya dipakailah istilah STOP.&lt;br /&gt;Jika kita artikan langsung dalam Bahasa Indonesia berarti menghentikan segala aktivitas.Dalam keadaan darurat kata ini dapat memiliki arti yang lebih luas, dan dapat menyelamatkan kita dari mimpi buruk yang tidak ingin kita alami. STOP jika kita urai kata tersebut merupakan kependekan dari Stop – Thinking – Observe – Planning. Masing-masing dari kata tersebut memiliki arti dan makna sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;Stop berarti berhenti. Hentikan perjalanan anda jika cuaca buruk datang dengan tiba-tiba, atau hentikan kegiatan anda jika situasi tiba-tiba memburuk dan dapat membahayakan peserta. Memaksakan diri atau team untuk melanjutkan perjalanan dalam keadaan kabut tebal dan hujan deras atau tiupan angin kencang sangat beresiko. Pada keadan tersebut jarak pandang kita berkurang terhalang pekatnya kabut, tenaga kita juga terkuras banyak untuk menahan dingin belum lagi beban bertambah berat akibat pakaian basah. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah nyasar atau terjatuh ke jurang.&lt;br /&gt;Berhenti adalah suatu pilihan yang tepat. Carilah tempat berlindung, istirahatkan semua peserta simpan tenaga hingga cuaca normal kembali.&lt;br /&gt;Thinking berarti berpikir. Tanpa disadari kondisi darurat menyebabkan kita panik dan sembrono, mengambil keputusan tanpa pemikiran matang dapat beresiko melakukan kesalahan. Dalam keadaan STOP kita harus dapat menjaga konsentrasi dan ketenangan pikiran, tenangkan teman-teman dalam kelompok dan ajak mereka untuk berdiskusi. Ketenangan dalam berpikir akan menghasilkan banyak alternatif pemecahan masalah yang sedang dihadapi, dan langkah-langkah yang diambil dari berdiskusi dengan tenang akan lebih matang dan tepat.&lt;br /&gt;Berpikir sangat penting, namun keadaan tenang dalam berpikir akan menghasilkan keputusan yang lebih baik. Berdiskusi dengan tenang akan menghasilkan keputusan dengan lebih tepat.&lt;br /&gt;Observe berarti mengamati,. Yang harus diamati dapat bersifat internal maupun eksternal. Mengamati kondisi pendaki atau peserta merupakan bagian dari internal, kondisi fisik yang berbeda dari tiap peserta menuntut perlakuan yang berbeda pula. Kondisi yang sangat ekstrim seperti cuaca dingin dapat menurunkan stamina sangat cepat, terutama jika perut kosong. Berikan perhatian lebih pada peserta yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik, dan ajaklah peserta yang lebih kuat untuk turut membantu temannya yang lebih membutuhkan. Hal itu akan menimbulkan semangat baru bagi team untuk tetap bertahan, dan jika ada peserta yang sakit dapat diketahui dengan cepat dan diambil tindakan dengan segera.&lt;br /&gt;Pengamatan dalam aspek eksternal yaitu dengan memeriksa keadaan logistik yang tersedia dan perlengkapan penunjang lainnya. Hal lain yang wajib diamati adalah kondisi lingkungan. Pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman yang dapat dikonsumsi sangat membantu dalam keadaan ini. Banyaknya korban tewas dalam keadaan tersasar adalah akibat kekurangan bahan makanan yang sebenarnya terdapat disekelilingnya. Patokan sederhana untuk menentukan tumbuhan yang dapat dikonsumsi adalah :&lt;br /&gt;• Permukaan Daun atau Batang yang tidak berbulu atau berduri.&lt;br /&gt;• Tidak mengeluarkan getah yang sangat lekat.&lt;br /&gt;• Tidak menimbulkan rasa gatal, hal ini dapat dicoba dengan mengoleskan daunnya pada kulit atau bibir.&lt;br /&gt;• Tidak menimbulkan rasa pahit yang sangat. dapat dicoba di ujung lidah.&lt;br /&gt;Pengamatan eksternal berikutnya adalah sumber air. Hal utama yang dicari saat kita ingin mendirikan camp adalah sumber air, camp tidak harus berada didekat sumber air tetapi pengetahuan kita tentang letak sumber air itu lebih penting. Sumber air dapat berupa menampung air hujan, pada akar rotan yang menggantung, menggali dari dalam tanah, pada tumbuhan yang berongga pada embun di atas daun, atau dengan memaksa pengembunan dengan cara membungkus ujung daun atau bunga dengan plastik. Tentunya akan lebih baik jika sumber air itu berupa sungai yang bersih.&lt;br /&gt;Dengan malakukan pengamatan yang seksama akan memudahkan kita untuk bertahan dan membantu dalam menentukan langkah berikutnya.&lt;br /&gt;Planning berarti merencanakan. Mulailah merencanakan tindakan berikutnya, berdasarkan pengetahuan tentang kondisi peserta, lingkungan dan cadangan logistik. Rencanakan segala sesuatunya dengan ketenangan dan konsentrasi saat berpikir. Siapkan team dan peralatan, dan menggunakannya dengan efisien, terkoordinasi.&lt;br /&gt;Jangan perlakukan kondisi cuaca dan alam yang buruk dengan cara yang buruk pula. Persiapkan segala sesuatunya, jangan meremehkan situasi. Gunakan alam dan sekitarnya sebagai partner bukan musuh.(BADHI- PATAGA- UNTAG)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survival Dan Pengendalian Diri&lt;br /&gt;Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. kuncinya adalah menggunakan otak untuk improvisasi.&lt;br /&gt;Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya.&lt;br /&gt;Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal.&lt;br /&gt;Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan. karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir. Dalam keadaan survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan tubuh, bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaksi atau dampak akibat pengaruh lingkungan. menggunakan pengetahuan dalam usaha mengatur diri saat keadaan darurat adalah kunci dari survival. pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru, tidak hanya badan terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup.&lt;br /&gt;Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival.&lt;br /&gt;Dalam kondisi survival tantangan yang sangat dominan adalah sikap mental atau psikologis untuk mencari kebutuhan tubuh dan untuk memperolehnya dibutuhkan gagasan-gagasan dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang pernah diikutinya, pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang terbukti dapat membuat orang belajar untuk berbuat yang lebih baik dan melakukan adaptasi efektif.&lt;br /&gt;Kebutuhan dasar hidup manusia sebenarnya sangat sederhana, bagaimana ribuan tahun yang lalu manusia tidak mempunyai pakaian, rumah, mobil, makan tiga kali sehari setiap hari. tetapi mereka dapat tetap bertahan hidup. daftar barang-barang yang dibutuhkan untuk hidup dan berapa lama orang itu bisa hidup tanpa perlengkapan itu sangatlah bervariasi dengan berbagai pertimbangan.&lt;br /&gt;Berikut adalah contoh susunan prioritas dalam keadaan survival :&lt;br /&gt;1. Tentunya yang paling utama adalah udara. bernafas dilakukan setiap detik untuk bertahan hidup oleh karena itu udara mendapat prioritas utama untuk bertahan hidup. survival tanpa udara umumnya hanya bertahan selama 3 sampai 5 menit.&lt;br /&gt;2. Selanjutnya dibutuhkan perlindungan, dari cuaca buruk dan keganasan alam. sejak keberadaannya manusia dibatasi lingkungannya sendiri mulai dari temperatur yang sangat berpengaruh pada tubuh. untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat melindunginya contohnya api yang dapat menghangatkan dan menjaga temperatur tubuh, jika tidak ada rumah, tenda atau gua. api dapat dimasukkan kedalam prioritas kedua&lt;br /&gt;3. Istirahat, sepele namun dibutuhkan, dengan istirahat jaringan tubuh akan terbebas dari CO2, asam dan pemborosan lain. istirahat yang dimaksud adalah istirahat fisik dan juga mental. sebab stress dapat mengurangi kemampuan untuk bertahan. dengan demikian istirahat dapat dimasukkan kedalam prioritas ketiga.&lt;br /&gt;4. Air. kehilangan cairan dan kondisi air yang tidak dapat diminum adalah persoalan didalam survival. tubuh manusia kira-kira terdiri dari 2/3 jaringan yang mengandung air. dan merupakan bagian sistem sirkulasi di dalam organ tubuh. air dapat menjaga suhu tubuh, memperlancar buang air dan mencerna makanan. kondisi lingkungan yang exstrem tanpa air dapat mengurangi kemampuan bertahan hidup hingga tiga hari. sehingga air dapat dimasukkan kedalam prioritas keempat. sangatlah bijaksana apabila pemakaian air dapat dihemat.&lt;br /&gt;5. Tubuh manusia membutuhkan makanan tiga kali sehari. tetapi sementara banyak manusia di benua lain hanya dapat makan sekali sehari atau bahkan tidak makan berhari-hari. catatan menunjukkan bahwa tanpa makanan survivor dapat bertahan selama 40 sampai 70 hari. keharusan untuk mendapatkan makanan adalah prioritas terakhir dalam survival. penghematan energi adalah salah satu cara untuk mengimbangi kekurangan makanan.&lt;br /&gt;Sikap dalam Survival&lt;br /&gt;Sikap cepat tanggap dalam keadaan darurat sangat diperlukan. Setiap orang harus dapat berbuat yang terbaik dalam memprioritaskan pandangan terhadap lingkungan darurat. hal ini tidak mudah karena sikap ini perlu latar belakang pengetahuan dan keterampilan. bila semua prioritas telah diperoleh, tetapi masih kehilangan kemauan untuk hidup atau kemampuan untuk menguasai mental yang disebabkan kondisi fisik, maka akhirnya akan hilang sama sekali. kondisi yang demikian sangat membahayakan dan bahkan sesuatu yang menguntungkan pun akan dibuangnya. juga yang perlu diingat janganlah meremehkan sesuatu yang anda lihat. sikap mental positif sangat diperlukan untuk menganalisa semua yang bertentangan dengan tubuh.&lt;br /&gt;Apa saja yang berguna dalam menghadapi situasi survival dapat dilihat dalam dua persoalan :&lt;br /&gt;1. Kesiapan mendiskusikan dengan jelas “apakah anda ingin hidup ?”, ungkapan yang sederhana. Secara naluriah manusia mempunyai insting untuk menjaga diri. Banyak kegiatan survival yang menunjukkan adanya jalan keluar dari periode fisik ekstrem dan mental stress ke posisi tenang. sadar atau tidak orang mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kematian. oleh karena itu setiap orang juga mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kehidupan.&lt;br /&gt;2. Kemampuan untuk memecahkan persoalan, hal ini didapat jika kita mampu mempertahankan kondisi tubuh. sebagai contoh : tubuh manusia bekerja optimum dengan temperatur 37 derajat C. mengabaikan temperatur lingkungan akan menyebabkan penyempitan susunan fungsi inti didalam tubuh yang efektivitasnya tinggi. yang pada akhirnya akan mengganggu peredaran darah, menurunkan aktivitas sel, dan akhirnya otak cepat kehilangan hubungan dengan realitas, akhirnya bertindak irrasional berbarengan dengan turunnya koordinasi yang akhirnya berakibat fatal. pengetahuan dan pengalaman tidak ada artinya kalau tubuh hanya bekerja dengan separuh kemampuannya. penghematan sumberdaya seperti energi, panas dan air adalah penting.&lt;br /&gt;Sumber : RESCUE (Buletin SAR)&lt;br /&gt;Tips dan Trik Pendakian Gunung&lt;br /&gt;1.Pilih barang yang dapat berfungsi ganda Dalam memilih barang yang akan dibawa pergi mendaki selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda , tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda bawa. contoh : Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di keril.&lt;br /&gt;2. Matras Sebisa mungkin matras disimpan didalam keril jika akan pergi kelokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru. Banyak rekan pendaki yang lebih senang mengikatkan matras diluar, memang kelihatannya bagus tetapi jika sudah berada di jalur pendakian, baru terasa bahwa metode ini mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi, lagipula pada saat akan digunakan matrasnya sudah kotor.&lt;br /&gt;3.Kantung plastik Selalu siapkan kantung plastik didalam ransel anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk tempat sampah yang harus anda bawa turun, baju basah dan lain sebagainya. Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang barang didalam keril anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.&lt;br /&gt;4.Menyimpan pakaian Jika anda meragukan keril yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda didalam kantung plastik, gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab. Sebaiknya pakaian kotor dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih&lt;br /&gt;5Menyimpan makanan Pada gunung-gunung tertentu (misalnya Rinjani) usahakan makanan dibungkus dengan plastik dan ditutup rapat kemudian dimasukkan kedalam keril, karena monyet-monyet didekat puncak / base camp terakhir suka membongkar isi tenda untuk mencari makanan.&lt;br /&gt;6.Menyimpan korek api Simpan korek api batangan anda didalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering, dan kaloq bisa bawalah korek gas juga.&lt;br /&gt;7.Packing Selalu simpan barang yang paling berat diposisi atas, gunanya agar pada saat keril digunakan, beban terberat berada dipundak anda dan bukan di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah.&lt;br /&gt;8.Lebih baik sebelum mendaki siapkan segala sesuatu dengan mantap dan mendekati hari pemberangkatan sebaiknya semua peralatan di periksa kembali.&lt;br /&gt;9.Dan ini yang paling penting bentuklah tim yang selalu kompak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Sebelum Melakukan Pendakian&lt;br /&gt;Perencanaan Pendakian :&lt;br /&gt;1. Mencari Informasi. Untuk mendapatkan data-data kita dapat memperoleh dari literatur- literatur yang berupa buku-buku atau artikel-artikel yang kita butuhkan atau dari orang-orang yang pernah melakukan pendakian pada objek yang akan kita tuju. Langkah terakhir ialah meminta informasi dari penduduk setempat atau siapa saja yang mengerti tentang gambaran medan lokasi yang akan kita daki.&lt;br /&gt;2. Membuat ROP(Rencana Operasi Perjalanan). Buatlah perencanaan secara detail dan rinci, yang berisi tentang daerah mana yang dituju, berapa lama kegiatan berlangsung, perlengkapan apa saja yang dibutuhkan, makanan yang perlu dibawa, perkiraan biaya perjalanan, bagaimana mencapai daerah tersebut, serta prosedur pengurusan ijin mendaki di daerah tersebut. Lalu buatlah ROP secara teliti dan sedetail mungkin, mulai dari rincian waktu sebelum kegiatan sampai dengan setelah kegiatan. Aturlah pembagian job dengan anggota pendaki yang lain(satu kelompok), tentukan kapan waktu makan, kapan harus istirahat, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Persiapan :&lt;br /&gt;Fisik. Beberapa latihan fisik yang perlu kita lakukan :&lt;br /&gt;- Stretching(perenggangan) Sebelum dan sesudah melakukan aktifitas olahraga, lakukanlah perenggangan, agar tubuh kita dapat terlatih kelenturannya.&lt;br /&gt;- Jogging(lari pelan-pelan) Lama waktu dan jarak sesuai dengan kemampuan kita, tetapi waktu, jarak dan kecepatan selalu kita tambah dari waktu sebelumnya.&lt;br /&gt;- Sit-up, push-up dan pull-up Lakukan sesuai kemampuan kita dan tambahlah porsinya melebihi porsi sebelumnya.&lt;br /&gt;Pengetahuan alam bebas. Kemampuan minimal yang perlu bagi pendaki adalah pengetahuan tentang navigasi darat, survival serta PPPK praktis.&lt;br /&gt;Mental. Mental amat berpengaruh, karena jika mentalnya sedang fit, maka fisik pun akan fit, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya. • Kelengkapan administrasi. Mempersiapkan seluruh prosedur yang dibutuhkan untuk perijinan memasuki kawasan yang akan dituju. •Kelengkapan peralatan pendukung. Perlengkapan yang kita butuhkan adalah : – Tas Ransel – Topi Rimba – Pakaian yang menyerap keringat – Celana Lapangan dari bahan kain dan cepat kering jika basah. – Jas Hujan/Raincoat – Jaket Tebal – Kaos Kaki tebal&lt;br /&gt;(sumber http://wdc.betawi.net tahun1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air, Perlengkapan Paling Penting Saat Bertualang&lt;br /&gt;Ada rencana akhir pekan ini Anda akan melakukan kegiatan petualangan. Selain peralatan hal terpenting dan tidak boleh Anda lupakan adalah air minum. Mungkin menurut Anda itu adalah hal yang sepele, jangan salah karena air merupakan perlengkapan yang paling penting. Saat melakukan pendakian alat jatuh Anda tetap dapat mendaki. Anda lupa membawa tenda, dapat menggunakan kantung tidur. Namun jika Anda tidak membawa cukup air, Anda akan lumpuh secara fisik dan mental. Dehidrasi berbahaya, dan konsekuensi logis dari pelepasan panas dan serangan panas berpotensi mematikan. Hindari diri Anda sendiri (dan para penyelamat anda) dari kesedihan dengan membawa cukup air.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah empat tips yang akan membantu perencanaan yang akan melakukan petualangan:&lt;br /&gt;Seberapa banyak yang disebut cukup? Bawalah setidaknya tiga perempat galon perhari per orang, musim panas atau musim gugur. Jika Anda sedang mendaki dalam cuaca cerah, atau berada di sebuah tebing yang mungkin memanas, naikan persediaan air menjadi satu setengah galon per orang per hari. Bagi air ke dalam satu atau dua galon kontainer. Hindari kontainer-kontainer besar. Mengangkut barang bukanlah sebuah urusan mudah dan botol-botol yang dialasi dengan baik sekalipun dapat mengalami kebocoran-kebocoran. Kontainer-kontainer kecil meminimalisasi jumlah air yang dapat hilang dalam suatu kebocoran, dan lebih mudah untuk dipegang dan lebih kecil kemungkinannya untuk jatuh.&lt;br /&gt;Jenis botol apa yang butuhkan dan di mana mendapatkannya? Anda bisa saja menggunakan botol-botol tipe Gatorade. Botol jenis ini tersedia dalam ukuran-ukuran satu dan dua galon, memiliki daya tahan, dan tertutup rapat. Kemudian lengkapi botol dengan jaringan yang mencakup bagian bawah botol, dan untuk perlindungan membungkus seluruh unit dengan solasi, yang membuat sebuah lingkaran jaringan yang terpapar dekat mulut untuk digunakan sebagai sebuah titik jepit. Anda juga bisa mensolasi tutupnya untuk menjaga tutup-tutup tersebut tetap aman. Atau mungkin dapat juga Anda menggunakan kendi-kendi kimia, yang juga sangat kuat dan memiliki banyak ukuran. Tempat paling aman dan paling baik untuk menyimpan botol-botol air adalah dalam perut tas ransel Anda. Letakkan di antara benda-benda lunak seperti jaket ekstra dan jauh dari benda-benda tajam seperti pin. Menempelkan botol-botol air di bawah tas ransel Anda di mana mereka dapat bergesekkan dengan tebing atau tonjolan di celah mengundang bencana. Apabila Anda khawatir mengenai berat, ada lusinan cara untuk menguranginya. Bawa batang besi yang lebih ringan. Cobalah diet Atkin. Atau singkirkan barang tambahan anda.Tapi tetaplah Anda ingat, membawa cukup air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://prabugomong.wordpress.com/2010/08/25/manajemen-untuk-persiapan-mendaki-gunung/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-8656427996683538098?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/8656427996683538098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2011/06/manajemen-untuk-persiapan-mendaki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/8656427996683538098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/8656427996683538098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2011/06/manajemen-untuk-persiapan-mendaki.html' title='Manajemen Untuk Persiapan Mendaki Gunung'/><author><name>manusiahero</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_eeS-OMPtKX0/SN4vpuGixiI/AAAAAAAAAAo/sU0VpnurAlo/S220/d-tech.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-5130496020050227878</id><published>2011-06-03T21:43:00.003+08:00</published><updated>2011-08-29T17:07:26.521+08:00</updated><title type='text'>APACHE GOES ARJER</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-YVkMP4BAHSc/TltWxaGETJI/AAAAAAAAAlE/T8vaCZMM1w8/s1600/IMG_5735.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YVkMP4BAHSc/TltWxaGETJI/AAAAAAAAAlE/T8vaCZMM1w8/s320/IMG_5735.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646201964657396882" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi itu adalah pagi yang begitu mendebarkan bagi saya,Arung Jeram….ya kata inilah yang membikin saya berdebar.karena ini adalah pengalaman pertama saya untuk mencoba olah raga extrim tersebut,bersama anak” dari MALIMPA UMS saya berkesempatan untuk ikut kegiatan ini,beruntung sekali saya.&lt;br /&gt;Peralatan yang digunakan untuk olah raga ini tergolong mahal,ada perahu karet,dayung,trowbag,dan helm pengaman.Kegiatan ini sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saya,tapi apa salahnya anak” mapala mendalami olah raga ini,toh pasti ada manfaatnya.&lt;span class="fullpost"&gt;Sekilas tentang sungai Serayu yang menjadi tempat pengarungan kami,sungai ini memiliki grade kesulitan III – IV dengan jeram yang sangat beraneka ragam,cocok bagi temen” yang menyukai tantangan.jarak tempuh arung pun sangatlah panjang yaitu 4,5-5 jam pengarungan.tapi ada juga pos terdekat pengarungan yaitu sekitar 1,5 jam saja.saya mencoba mengarung pada hari ke 2,sebab pada hari pertama memang khusus untuk temen” dari MALIMPA melakukan dikjut ARJER.di hari ke dua barulah untuk havefun.dari pos tunggoro saya melakukan pengarungan.di team kami ada saya,mas habib,novia,dewi,suroso,mas tobang,mas aziz,satu lagi temen mas tobang yang saya lupa namanya.sebelum melakukan pengarungan,seperti biasa kami melakukan straccing terlebih dulu kemudian dilanjutkan instruksi dari mas aziz yang berperan sebagai skipper.saya berposisi di depan sebelah kiri perahu pada awalnya,karena mas aziz tahu saya baru pertama kali mencoba olah raga ini,sebab posisi paling depan adalah orang pertama yang merasakan percikan air jeram yang biasa disebut BONUS.pengarungan pun kami lakukan,jeram demi jeram kami lalui,dengan sekuat tenaga kami mendayung untuk mengahajar jeram,dan mas aziz tetap focus mengarahkan perahu agar tepat mengenai jeram.sungguh pengalaman yang tak pernah saya lupakan.ayo anak”APACHE maen ARJER……………!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-5130496020050227878?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/5130496020050227878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2011/06/apache-goes-arjer.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5130496020050227878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5130496020050227878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2011/06/apache-goes-arjer.html' title='APACHE GOES ARJER'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-YVkMP4BAHSc/TltWxaGETJI/AAAAAAAAAlE/T8vaCZMM1w8/s72-c/IMG_5735.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-2056582140406421182</id><published>2011-06-03T21:31:00.004+08:00</published><updated>2011-08-29T17:09:42.641+08:00</updated><title type='text'>LAWU SUMMIT 3245MDPL</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sCvHF6uR30k/TltXTHgCCXI/AAAAAAAAAlM/K70OlzRtVHM/s1600/lawu.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 234px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-sCvHF6uR30k/TltXTHgCCXI/AAAAAAAAAlM/K70OlzRtVHM/s320/lawu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646202543781579122" /&gt;&lt;/a&gt;Pendakian ini q awali dengan sebuah harapan ingin merasakan kembali indahnya hargodumilah (puncak lawu)dengan kilauan sinar mentari pagi.Pagi itu kami (aku,pakpay mapala juanda,lizna mapala juanda,yuli mapala juanda,mas wawan,antok malimpa,irul malimpa)melakukan perjalanan dari sekre malimpa UMS menuju gunung lawu.Sebenarnya tujuan kami ingin ke Merbabu dilanjutkan lintas ke Merapi,tapi karena ada perubahan teknis,kami putuskan untuk ke Lawu.&lt;br /&gt;Dari sekre kami diantar oleh salah satu senior Malimpa,mas BG yang kebetulan pagi itu mampir ke sekre.pukul 08.00 pagi,kita menuju ke terminal,sesampainya terminal kita langsung tancap ke Tawangmangu.disini adalah pemberhentian bus terakhir di daerah lawu.di tawangmangu kita melengkapi perbekalan kami,kita beli sayu terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan.setelah semua sudah cukup,kita lanjutkan perjalanan menuju cemoro sewu,jalur pendakian yang kita pilih,karena cemoro sewu karakter jalurnya lebih mudah dibandingkan jalur cemoro kandang,apalagi jalur cetho,&lt;span class="fullpost"&gt;wah,,,gag kebayang!!sesampainya kita di gerbang jam sudah menunjukan pukul 13.00 waktu setempat,kita lakukan cek perlengkapan sekali lagi disana,tapi cuaca sedikit kurang mendukung,hujan tiba-tiba membasahi jalur pendakian kami,terpaksa kami tungggu hujan sampai reda terlebih dulu.Setelah kondisi cukup memungkinkan kami melangkahkan kaki kami selangkah demi selangkah.tak jauh dari gerbang kami berjalan hujan kembali turun,terpaksa di pos bayangan kami singgah terlebih dulu,waktu saat itu sudah menunjukan pukul 13.20,kurang lebih 10 menit kita berada di pos bayangan tersebut,kemudian kita lanjutkan lagi perjalanan kami.q sebagai leader dan posisi paling belakang ada pakpay.team kami sampai di hargodalem pukul 18.29 dengan kondisi seluruh badan basah kuyup akibat diguyur hujan selama pendakian.untung di lawu terdapat sebuah warung yang menjual minuman hangat,anak-anak pendaki biasa menyebutnya warung Mbok Yem.warung ini adalah satu-satunya warung di hargodalem yang buka 24 jam nonstop setiap hari.setelah badan kami cukup hangat kami langsung menuju tempat camp kami untuk istirahat.di sepanjang perjalanan kami banyak kesan-kesan yang kami dapat,selain panorama pemandangan yang indah,keakraban kami pun terjalin disini.banyak banyolan-banyolan yang kami lontarkan untuk melupakan rasa capek selama perjalanan.hari pertama kami tutup dengan hari penuh tawa&lt;br /&gt;Hari ke dua kami memutuskan untuk langsung summit.pikul 07.00 pagi kita langsung menuju hargodumilah.perjalanan yang kami tempuh cukup singkat,tinggal sedikit track lurus melewati padang edelwise di sepanjang jalur.tidak sampai 1 jam kami berjalan,akhirnya kami summit di hargodumilah.sedikit narsis kita foto-foto sejenak di puncak dengan latar belakang hamparan awan di segala penjuru,di sebelah barat kita melihat samara-samar Merapi,Merbabu,dengan diiringi Gunung Ungaran.sebelah timur kita kurang begitu bias melihat pemandangan karena awan hitam menutupi jarak pandang kami.setelah puas di puncak,kami kembali ke base camp kami,waktu menunjukan pukul 09.12.di sini ada sedikit perbedaan persepsi,mas wawan inginya turun langsung,tapi anak-anak yang laen memutuskan memasak terlebih dulu,dengan semua bahan masakan yang masih kita punya,semuanya di campur jadi satu menjadi satu hidangan yang ala kadarnya,pakpay koki andalan kami untuk urusan masak memasak.setelah perut kenyang dan packing pun juga sudah,kami memutuskan untuk turun.jalur turun yang kami pakai adalah jalur cemorokandang.perjalanan turun gag kalah serunya waktu pendakian.untung cuaca cerah sehingga banyak bonus yang kita dapat di sepanjang perjalanan.dari atas 09.30 sampai di pos cemorokandang 03.00 wuihhhh melelahkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-2056582140406421182?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/2056582140406421182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2011/06/lawu-summit-3245mdpl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/2056582140406421182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/2056582140406421182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2011/06/lawu-summit-3245mdpl.html' title='LAWU SUMMIT 3245MDPL'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sCvHF6uR30k/TltXTHgCCXI/AAAAAAAAAlM/K70OlzRtVHM/s72-c/lawu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-1283958865798652653</id><published>2011-04-21T20:59:00.002+08:00</published><updated>2011-04-21T21:27:49.624+08:00</updated><title type='text'>panjat tebing di siung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-th5WKjKlHvc/TbAwwDHrSPI/AAAAAAAAAho/bTe-CrY2EsA/s1600/205691_1506326797784_1822721464_905262_2086605_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-th5WKjKlHvc/TbAwwDHrSPI/AAAAAAAAAho/bTe-CrY2EsA/s320/205691_1506326797784_1822721464_905262_2086605_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598027938850883826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;panjat tebing adalah salah satu cabang olah raga extrem,mungkin kita anak" mapala sudah tidak asing lagi mendengar hal itu,tetapi bagi kaum pemula merupakan suatu olah raga yang menakutkan untuk di coba.saya akan menceritakan pengalaman memanjat di tebing siung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pantai siung kaya akan panorama laut,akan tetapi lokasi ini sering digunakan para climber(istilah pemanjat) untuk melatih adrenalin sekaligus menikmati indahnya pantai siung tentunya.kemaren say berjalan kesana bersama anak" MALIMPA .sesuatu yang baru bagi saya,karena itulah saya langsung mengiyakan ajakan teman".,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu tim kami terdiri dari tamtam (apache),catok(malimpa),keceng(malimpa),mas kremi(malimpa),mbak ipin(malimpa),yensi(malimpa),irvan(malimpa),lilik(malimpa) berangkat dari base camp malimpa.sangat melelahkan dalam perjalanan menuju kesana.setiba di sana tak sabar kami ingin mersakan suasana malam pantai siung dengan suasana desiran ombak.tenda dom pun langsung kami buka dan tak lupa hamok ku pasang di batang pohon bakau pantai.malam pertama kami lalui dengan suka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keesokan harinya kami mencoba menyusuri pantai siung yang luasnya kurang lebih satu kilo meter,tak sengaj kami bertemu dengan nelayan yang pulang dari mencari ikan.iseng -iseng kita membeli ikan "buat have fun ntar di tebing" kata keceng,wah,.,."kebetulan sekali kayaknya enak ne,,,,,"celoteh irvan.dan kami pun hunting ke TPI di situ,,,,siang harinya barulah kita manjat,rencananya seh mau cari tebing yng manantang,tapi jalannya menuju ke situ sangatlah sulit.harus menerobos tebing" rendah dengan membawa alat" panjat,,,wah,.,seru....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mas kremi menjadi leader kami pada pemanjatan pertama,keudian diikuti catok sebagai pemanjat ke dua,yensi,lilik,keceng irvan mencoba memanjat,tapi apalah daya,mereka sering kali terjauh.akhirnya saya mencoba memanjat,walaupun pertama gagal,tetapi karena waktu sudah mendekati sore,mau gag mau saya harus mengcleaning runer yng di pasangmas kremi tadi.wah pengalaman yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pantai siung,,,,,kenanganmu tak akan ku lupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apache 018&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-1283958865798652653?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/1283958865798652653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2011/04/panjat-tebing-di-siung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1283958865798652653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1283958865798652653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2011/04/panjat-tebing-di-siung.html' title='panjat tebing di siung'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-th5WKjKlHvc/TbAwwDHrSPI/AAAAAAAAAho/bTe-CrY2EsA/s72-c/205691_1506326797784_1822721464_905262_2086605_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-4710088174383651474</id><published>2011-01-20T00:49:00.003+08:00</published><updated>2011-01-20T01:09:34.445+08:00</updated><title type='text'>Plastik Ramah lingkungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TTcaLCdBulI/AAAAAAAAAhM/FEUHAulBvbc/s1600/x2_3aca7cf.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, beraneka produk dari plastik sangat mudah kita jumpai di  pasaran. Sebab, selain praktis, harganya pun cenderung lebih murah.  Bahkan, bisa dikatakan, tak ada hari tanpa plastik, mulai dari kantung  belanja, hingga kemasan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, belakangan, upaya mengurangi plastik sebagai bahan penunjang  kehidupan sehari-hari, mulai banyak dilakukan. Sebab, plastik dianggap  sebagai salah satu bahan tidak ramah lingkungan yang sukar diuraikan.  Apalagi, setelah diteliti, ternyata bahan-bahan yang terbuat dari  plastik, terbukti dapat memicu tumbuhnya bibit-bibit kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantong plastik yang bisa hancur/terurai dalam waktu relatif  singkat(saya sebut relatif singkat, jika dibandingkan dengan 200 hingga  1000 tahun waktu hancurnya material plastik biasa) terdiri dari 2 macam,  yaitu kantong plastik bio-degradable dan kantong plastik  oxo-degradable. Kantong plastik bio-degradable berbahan dari bijih  plastik dicampur 20% – 30% tepung tapioka atau tepung jagung. Mengandung  bahan alami bukan? Meskipun masih juga menggunakan bijih plastik.  Sayangnya lagi, karena menggunakan bahan alami tersebut biaya  pembuatannya tinggi sehingga harga jualnya lebih tinggi dari harga jual  kantong plastik biasa, bahkan bisa mencapai 5 kalinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSES DEGRADASI, dengan penggambaran produk kantong plastik ini yang  mulai dari bulan ke-1, bulan ke-2, bulan ke-3, hingga bulan ke-24,  mengalami degradasi atau kerusakan/kehancuran, sedikit demi sedikit.  Butuh 24 bulan atau 2 tahun kantong plastik yang disebut “Ramah  Lingkungan” ini untuk bersatu dengan alam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa lama hancurnya kantong plastik bio-degradable ini? Katanya, dia  hanya butuh sekitar 10 minggu (bukan 2 tahun), jika dianggap kantong  plastik ini berada di TPA (tempat pembuangan akhir). Cukup singkat  bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kantong plastik oxo-degradable terbuat bijih plastik  biasa, ditambah zat lain/aditif yang menyebabkannya menjadi mudah  terurai, dengan mengalami oksidasi oleh udara. Salah satu zat aditif itu  bernama EPI, yang logonya terdapat pada kantong plastik yang saya lihat  di atas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Emvex/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.png" alt="" /&gt;&lt;img style="width: 462px; height: 320px;" src="http://c0013569.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/x2_3aca7cf" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;logo “OXIUM”&lt;br /&gt;Oxium ternyata serupa dengan EPI, merupakan zat aditif yang mempercepat  kehancuran material plastik. Hanya, kalau EPI berasal dari produsen  Kanada, Oxium ini adalah produk karya orang Indonesia! Nah, kantong plastik Alfamart ini menggunakan Oxium sebagai aditifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi mengenai Oxium, bisa anda peroleh di &lt;a href="http://www.oxium.net/" target="_blank"&gt;www.oxium.net&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang, silakan anda sekarang mengamati berbagai kantong plastik belanjaan anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan makin banyak pengusaha lain yang mau mengikuti penggunanan  kantong plastik yang bisa hancur sendiri ini. Tentunya, regulasi  pemerintah dibutuhkan untuk “memaksa” para pengusaha agar mendukung  salah satu program penyelamatan lingkungan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-4710088174383651474?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/4710088174383651474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2011/01/plastik-ramah-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4710088174383651474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4710088174383651474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2011/01/plastik-ramah-lingkungan.html' title='Plastik Ramah lingkungan'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-5918944370988756484</id><published>2010-11-26T14:53:00.004+08:00</published><updated>2010-11-26T15:05:56.776+08:00</updated><title type='text'>Analisa Lingkungan dengan mediator Katak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TO9b20cgvsI/AAAAAAAAAhA/gpSlzul2bAs/s1600/1_kodok-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TO9b20cgvsI/AAAAAAAAAhA/gpSlzul2bAs/s320/1_kodok-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543750663665663682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sasi Kirono alias Ucok, pria berambut agak gondrong,berkaos abu-abu, dan selalu menyunggingkan senyum, menjadi nara sumber Obrolan Kamis Sore di bulan November 2010. OKS kali ini bertajuk “ Sekilas tentang bio-ekologi amfibi dan teknik pengamatan amfibi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Survey yang saya lakukan di Kalimantan. Jadi saya kurang informasi mengenai katak di Jawa. Amfibi umumnya menghabiskan masa larva di air, dan setelah dewasa hidup di darat. Walau di selama hidupnya amfibi menyukai air, masa hidup di darat ini diperlukan karena tingginya tingkat persaingan tempat antar sesama jenis. Amfibi memiliki kulit yang tipis, lembab, tidak bersisik dan mudah menyerap air. Kulit amfibi diselimuti lendir sebagai alat bernafas dan punya kelenjar yang memproduksi racun dan hormon” Ucok membuka OKS.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ucok juga menjelaskan bahwa beberapa jenis katak tidak mengalami metamorfosa. Selain katak, amfibi sebetulnya beranggotakan tiga bangsa, antara lain: Caudata (Salamander), ciri-ciri umum amfibi ini mirip kadal. “Bedanya dengan kadal, kulitnya betul-betul dilapisi sisik. Salamander tidak terdapat di Indonesia, distribusi yang terdekat ada di Vietnam dan Kamboja. Kini di Indonesia ada Salamander yang menjadi trend sebagai hewan peliharaan, yang biasa disebut Kadal air. Bukan tidak mungkin di suatu saat nanti salamander jenis ini akan menghuni Indonesia, karena dilepas oleh para pemelihara yang sudah mulai bosan. Hal ini juga terjadi pada Kura-kura brasil” papar ucok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Salamander, ada Caecilian atau Gymnophiona atau Apoda. Bangsa ini sekilas mirip dengan cacing berwarna kelabu kebiruan. Memiliki mata, tentakel dan ekor. Tentakel pada Caecilian digunakan sebagai organ sensor. Amfibi ini memiliki mata yang tertutupi kulit/tulang sehingga hanya bisa membedakan gelap dan terang. Kulit pada mata berfungsi menjaga mata saat menggali tanah, agar tidak iritasi. Bangsa ini terdapat di Indonesia walau cukup sulit ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yang ke tiga, yaitu Anura, atau sebangsa katak dan kodok. Saat ini ada sekitar 450 jenis Anura di Indonesia, dan bisa lebih banyak lagi jumlahnya, bila dilakukan lebih banyak survei amfibi di seluruh Indonesia. Anura ini tidak memiliki ekor. Kakinya ada yang berselaput ada yang tidak, bergantung pada habitat yang mereka tempati. Kalau tidak berselaput, biasanya hidup di darat, yang setengah beselapur umumnya hidup di air, sedangkan yang berselaput penuh biasanya yg hidup di pepohonan, membantunya waktu terbang,” jelas Ucok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya katak berkembang biak dengan bertelur. Telurnya berada tidak jauh dari air dan ada yang disembunyikan di serasah dedaunan, di antara bebatuan di sungai, atau di permukaan air. Ada juga yang ditaruh di busa-busa yang bergantungan di atara dedaunan. Telurnya seperti jelly, dan bila telah menetas akan jatuh ke bawah, menempel pada punggung induknya, dan siap diantarkan ke air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mencari mangsa, umumnya diam dan menunggu, ini dilakukan oleh sebagian besar katak dan kodok yang berbadan besar, sedangkan yang bertubuh ramping biasanya lebih aktif berburu. Dalam mempertahankan diri dari musuh, katak dan kodok akan lari atau mengeluarkan air seni. Beberapa memiliki kelenjar paratoid yang akan mengeluarkan kelenjar racun saat pemangsa akan melahapnya, dan ia bisa melepaskan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengamati amfibi di alam, biasa dilakukan mulai sore menjelang malam sampai pagi hari. Cukup dengan membawa senter, buku catatan, alat tulis dan alat pengukur. Sedangkan untuk menangkap amfibi untuk keperluan identifikasi bisa dilakukan dengan membuat jebakan yang diletakkan di tanah yang dilubangi (menggunakan ember besar) serta dibuat peghalang, atau dengan menaruh jebakan di barang pohon (terbuat dari pralon). Beberapa jebakan di pohon ini bahkan dijadikan sarang oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucok bertanya, di mana kita bisa menemui amfibi? Bisa di sekitar hunian manusia, yaitu rumah dan lingkungan sekitarnya. Juga di hutan, sepanjang aliran sungai dan rawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa membedakan dunia katak dan kodok dari suaranya di sekitar rumah? Ada berapa jenis katak di Jakarta, apakah pernah ditemukan katak yang mengalami evolusi? Pertanyaan itu muncul dari Marina, DAAI TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Membedakan katak dengan kodok dari suaranya agak sulit, kecuali bila sering berlatih. Setiap jenis katak dan kodok memiliki suara yang berbeda. Tetapi kalau membedakan secara morfologis cukup mudah. Belum banyaknya survey amfibi yang dilakukan di Indonesia membuat banyak daerah belum diketahui kekayaan jumlah jenis amfibinya. Di kampus UI, Depok pernah dilakukan pengamatan, dan ditemukan beberapa belas jenis katak dan kodok. Jenisnya hampir sama dengan lingkungan di sekitar sini,” Ucok menunjukkan telunjuknya ke sekitar kawasan CICO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena kulit kodok atau katak dapat menyerap air, maka polutanpun secara tidak disengaja akan terserap. Bila kadar pencemarannya sudah tinggi, bisa saja berakibat cacatnya keturunan katak tersebut, misalnya tidak memiliki telapak, berjari banyak bahkan pernah ditemukan berkaki enam. Karenanya katak dan kodok dapat merupakan salah satu indikator kesehatan lingkungan perairan”, papar Ucok menjelaskan pertanyaan dari Jeni Shannaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ucok, sepertinya di masing-masing pulau terdapat katak atau kodok endemik. Di Jawa ada Katak batu, statusnya saat ini kritis, karena banyak ditangkap untuk perdagangkan. Dulu jumlah ekspor mencapai 4 juta ton/tahun untuk pasar Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beradaptasi, kodok buduklah yang paling bisa adaptasi, baik di tempat bersih atau di tempat jorok sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan lain, dari Ferry Hasudungan, di hari ke berapa katak masuk ke jebakan? Dan bila sudah jadi binatang peliharaan, apakah dapat menjadi spesies invasif? “Dalam suatu pengamatan, dalam dua jam jebakan sudah dapat menangkap katak, tetapi lokasi penempatan jebakan juga memengaruhi. Spesies invasif sudah pernah terjadi, pada awal tahun 2000 suatu pengamatan di kampus IPB, Dramaga, menemukan suatu jenis kodok Afrika. Diduga ini juga berasal dari peliharaan, kebetulan habitatnya cocok dan dia bisa berkembang biak di sana. Salamander juga bisa seperti itu,” jawab Ucok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Jeni menanyakan perihal umur katak yang siap untuk dikonsumsi dan lama hidupnya, mengingat jumlah ekspor katak yang cukup besar beberapa tahun lalu. Menurut Ucok, sebagian besar katak yang dipanen di alam tidak kenal umur, asal sudah besar. Untuk menduga umur agak sulit, harus dilakukan tes DNA. Umur hidup katak diketahui bisa mencapai 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucok juga menjelaskan tentang katak di Gunung Gede yang terkena jamur sitrid. Sekarang ini katak-katak yang di hutanlah yang terkena jamur. Katak yang tinggal di lokasi/kawasan urban justru tidak terkena jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup diskusi pada OKS, Ucok juga menyayangkan kurangnya literatur berbahasa Indonesia tentang amfibi, yang berbahasa inggris pun susah mendapatkannya. Kendala lain, amfibi masih dianggap binatang yang menjijikkan, sehingga sulit untuk mengenalkannya kepada publik. Berbeda dengan di Australia, amfibi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. [irma susilawati dana &amp;amp; jeni shannaz]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan Kamis Sore, 18 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara Sumber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasi Kirono – Uni Konservasi Fauna IPB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Irma Dana&lt;br /&gt;Subject: [SBI-InFo] OKS: Amfibi Bukan Hewan yang Menjijikkan&lt;br /&gt;To: greenlifestyle@googlegroups.com, lingkungan@yahoogroups.com, sbi-info@yahoogroups.com&lt;br /&gt;Date: Tuesday, November 23, 2010, 3:45 AM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-5918944370988756484?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/5918944370988756484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/11/sasi-kirono-alias-ucok-pria-berambut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5918944370988756484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5918944370988756484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/11/sasi-kirono-alias-ucok-pria-berambut.html' title='Analisa Lingkungan dengan mediator Katak'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TO9b20cgvsI/AAAAAAAAAhA/gpSlzul2bAs/s72-c/1_kodok-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-2108490939525180562</id><published>2010-11-11T09:21:00.005+08:00</published><updated>2010-11-11T09:31:48.652+08:00</updated><title type='text'>Sejarah Pendakian Gunung dan Pecinta Alam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNtHSVrPiiI/AAAAAAAAAgo/pv5evxAlLGc/s1600/pendaki-gunung.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " src="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNtHSVrPiiI/AAAAAAAAAgo/pv5evxAlLGc/s320/pendaki-gunung.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538098547163892258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia sendiri sejarah pendakian gunung dimulai sejak tahun 1623 saat Yan Carstensz menemukan “Pegunungan sangat tinggi di beberapa tempat tertutup salju” di Papua. Nama orang Eropa ini dikemudian hari digunakan untuk salah satu gunung di gugusan Pegunungan Jaya Wijaya yaitu Puncak Carstensz. Pada tanggal 18 Oktober 1953 di Indonesia berdiri sebuah perkumpulan yang diberi nama “Perkumpulan Pentjinta Alam” (PPA). PPA merupakan perkumpulan hobby yang dimaksudkan sebagai suatu kegemaran positif terlepas dari sifat maniak yang semata-mata ingin melepaskan nafsunya dalam corak negatif. Perkumpulan ini bertujuan mengisi kemerdekaan dengan kecintaan terhadap negeri ini selepas masa revolusi yang diwujudkan dengan mencintai alamnya serta memperluas dan mempertinggi rasa cinta terhadap alam seisinya dalam kalangan anggotanya dan masyarakat umumnya. &lt;span class="fullpost"&gt;Awibowo, salah satu pendiri perkumpulan ini mengusulkan istilah pecinta alam karena cinta lebih dalam maknanya daripada gemar/suka yang mengandung makna eksploitasi belaka, tapi cinta mengandung makna mengabdi.”Bukankah kita dituntut untuk mengabdi kepada negeri ini ?.” Satu kegiatan besar yang pernah diadakan PPA adalah pameran tahun 1954 dalam rangka ulang tahun kota Jogja, mereka membuat taman dan memamerkan foto kegiatan. Mereka juga sempat merenovasi Argodumilah (tempat melihat pemandang di desa Patuk) tepat di jalan masuk Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta. PPA juga sempat menerbitkan majalah “Pecintja Alam” yang terbit bulanan. Namun sayang perkumpulan ini tidak berumur lama, penyebabnya antara lain faktor pergolakan politik dan suasana yang belum terlalu mendukung hingga akhirnya pada tahun 1960 PPA dibubarkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah pecinta alam kampus di Indonesia dimula pada era tahun 1960-1970 an. Pada saat itu kegiatan politik praktis mahasiswa dibatasi dengan dikeluarkannya SK 028/3/1978 tentang Pembekuan Total Kegiatan Dewan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa yang melahirkan Konsep Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Gagasan mula-mula pendirian Pecinta Alam kampus dikemukakan oleh Soe Hok Gie pada suatu sore, 8 Nopember 1964 ketika mahasiswa FSUI sedang beristirahat setelah bekerja bakti di TMP Kalibata. Sebetulnya gagasan ini, seperti yang dikemukakan Soe Hok Gie sendiri, diilhami oleh organisasi pecinta alam yang didirikan oleh beberapa orang mahasiswa FSUI pada tanggal 19 Agustus 1964 di Puncak Gunung Pangrango. Organisasi yang bernama Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi itu keanggotaannya tidak hanya terbatas di kalangan mahasiswa saja. Semua yang berminat dapat menjadi anggota setelah melalui seleksi yang ketat, namun sayangnya organisasi ini mati pada usianya yang kedua. Setelah berbincang – bincang selama kurang lebih satu jam semua yang hadir antara lain : Soe Hok Gie, Maulana, Koy Gandasuteja, Ratnaesih (kemudian menjadi Ny. Maulana), Edhi Wuryantoro, Asminur Sofyan Udin, D armatin Suryadi, Judi Hidayat Sutarnadi, Wahjono, Endang Puspita, Rahayu,Sutiarti (kemudian menjadi Ny. Judi Hidayat) sepakat untuk membicarakan gagasan tadi pada keesokan harinya di FSUI.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pertemuan kedua yang diadakan di Unit III bawah gedung FSUI Rawamangun, di depan ruang perpustakaan. Hadir pada saat itu semua yang sudah disebut ditambah Herman O. Lantang yang saat itu menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa FSUI. Pada saat itu dicetuskan nama organisasi yang akan lahir itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;IMPALA singkatan dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam. Setelah pendapat ditampung akhirnya diputuskan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA. Kemudian pembicaraan dilanjutkan dengan membahas kapan dan dimana IMPALA akan diresmikan. Akan tetapi setelah bertukar pikiran dengan Pembantu Dekan III bidang Mahalum yaitu Drs. Soemadio dan Drs. Moendardjito yang ternyata juga menaruh minat terhadap organisasi tersebut dan menyarankan agar merubah nama IMPALA menjadi MAPALA PRAJNAPARAMITA. Nama ini diberikan oleh Bpk. Moendardjito karena menggangap nama IMPALA terlalu borjuis. MAPALA merupakan singkatan dari Mahasiswa Pecinta Alam, selain itu MAPALA juga memiliki arti berbuah atau berhasil. Dan PRAJNAPARAMITA berarti dewi pengetahuan. Jadi dengan menggunakan nama ini diharapkan segala sesuatu yang dilaksanakan oleh anggotanya akan selalu berhasil berkat perlindungan dewi pengetahuan. Ide pencetusan pada saat itu memang didasari oleh faktor politis selain dari hobi individual pengikutnya, dimaksudkan juga untuk mewadahi para mahasiswa yang sudah muak dengan organisasi mahasiswa lain yang sangat berbau politik dan perkembangannya mempunyai iklim yang tidak sedap dalam hubungannya antar organisasi. Sampai akhirnya diresmikanlah organisasi ini pada tanggal 11 desember 1964 dengan peserta mencapai lebih dari 30 orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam tulisannya di Bara Eka (13 Maret 1966), Soe Hok Gie mengatakan bahwa, “Tujuan Mapala ini adalah mencoba untuk membangunkan kembali idealisme di kalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat dan almamaternya. Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang tidak percaya bahwa patriotisme dapat ditanamkan hanya melalui slogan-slogan dan jendela-jendela mobil. Mereka percaya bahwa dengan mengenal rakyat dan tanah air Indonesia secara menyeluruh barulah seseorang dapat menjadi patriot-patriot yang baik.” Para mahasiswa itu diawali dengan berdirinya Mapala Universitas Indonesia, mencoba menghargai dan menghormati alam dengan menapaki alam mulai dari lautan hingga ke puncak-puncak gunung. Mencoba mencari makna akan hidup yang sebenarnya dan mencoba membuat sejarah bahwa manusia dan alam sekitar mempunyai kaitan yang erat. Sejak saat itulah Pecinta Alam merasuk tak hanya di kampus melainkan ke sekolah-sekolah, ke bilik-bilik rumah ibadah, lorong-lorong bahkan ke dalam jiwa-jiwa bebas yang merindukan pelukan sang alam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : E-mail dari MAPAKA STIKes Hang Tuah PKU&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-2108490939525180562?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/2108490939525180562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/11/sejarah-pendakian-gunung-dan-pecinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/2108490939525180562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/2108490939525180562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/11/sejarah-pendakian-gunung-dan-pecinta.html' title='Sejarah Pendakian Gunung dan Pecinta Alam'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNtHSVrPiiI/AAAAAAAAAgo/pv5evxAlLGc/s72-c/pendaki-gunung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-8045705503840272351</id><published>2010-11-07T22:52:00.006+08:00</published><updated>2010-11-11T09:32:40.751+08:00</updated><title type='text'>Pentingnya Koordinasi dan Persiapan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNa9iJuFydI/AAAAAAAAAgQ/aF4LKoDiHT4/s1600/67538_160973590601877_100000677119842_361268_1192864_n.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0pt; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 200px; " src="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNa9iJuFydI/AAAAAAAAAgQ/aF4LKoDiHT4/s400/67538_160973590601877_100000677119842_361268_1192864_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536821186321041874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendaki gunung, masuk hutan, menjelajah rimba sambil melihat keindahan awan, alam, bukit dan gunung, merasa diri sangat kecil, tidak ada apa-apanya di tengah-tengah alam terbuka, merupakan suatu kenikmatan tersendiri, maka jangan heran banyak orang yang ingin melakukannya , lagi.. dan lagi…. walau kadang beresiko tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi yang benar-benar pemula – yang belum pernah mendaki sebelumnya, tapi punya semangat tinggi untuk melakukannya &lt;span class="fullpost"&gt; sdfgs df&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-8045705503840272351?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/8045705503840272351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/11/adg-fd-gadfg-dafg-adfg-adfg-sdfg-sdfg.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/8045705503840272351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/8045705503840272351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/11/adg-fd-gadfg-dafg-adfg-adfg-sdfg-sdfg.html' title='Pentingnya Koordinasi dan Persiapan'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNa9iJuFydI/AAAAAAAAAgQ/aF4LKoDiHT4/s72-c/67538_160973590601877_100000677119842_361268_1192864_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-4168262547015319173</id><published>2010-11-07T19:52:00.015+08:00</published><updated>2010-11-11T09:32:58.764+08:00</updated><title type='text'>"Apa asyiknya capek-capek jalan kaki" ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNaT1tCxjpI/AAAAAAAAAf4/b2zt0HzRJNY/s1600/66616_160970903935479_100000677119842_361257_1698400_n.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0pt; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; cursor: pointer; width: 191px; height: 272px; " src="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNaT1tCxjpI/AAAAAAAAAf4/b2zt0HzRJNY/s400/66616_160970903935479_100000677119842_361257_1698400_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536775342732185234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Buat apa capek-capek jalan kaki naik turun bukit, naik turun gunung, dingin-dinginan nginap didalam hutan, tidur hanya beratapkan tenda dan beralaskan matras, apa lah lagi..." pertanyaan itu sering keluar dari orang-orang yang tidak pernah berhubungan dengan kegiatan di alam bebas, orang-orang yang tidak pernah berkenalan dengan namanya kemping, haiking, tracking dan sebagainya, sering kali kita dianggap orang-orang yang kurang punya kerjaan, walaupun memang kita terkadang kurang kerjaan, tapi pertanyaan tersebut pertanyaan yang tidak perlu dijawab, mending mereka diajak sekalian biar bisa merasakan capeknya jalan kaki dan dinginnya udara alam bebas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Naik gunung " Apa yang kita cari, apa yang kita dapatkan, apa yang kita rasakan , setelah semuanya terbentang luas dihadapan, ketika udara dingin mulai menusuk hingga ke tulang, ketika lelah mengerumuni, berat, haus dan cape. hanya rasa syukur kepada tuhan atas keindahan yang diberikannya yang dapat membayar semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Naik turun bukit, turun naik gunung, menerobos semak belukar menembus hutan rimba,&lt;span class="fullpost"&gt; tiap langkah kaki membawa raga semakin dekat dengan tujuan menjauhi rutinitas kehidupan, udara segar tanpa polusi, bening dinginnya air sungai alami, nyanyian ribuan flora fauna selalu mengiringi langkah kaki yang terkadang terasa lelah dan berat, kerikil-kerikil kecil, batu-batu gunung yang cadas tak menghalangi langkah-langkah kecil yang pasti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebersamaan dan canda tawa disepanjang perjalanan adalah saat-saat paling indah sangat susah untuk dilupakan dan tidak pernah tergantikan, sebuah kepuasan yang tidak bisa dijelaskan dengan  tulisan ketika langkah kaki sudah sampai ditujuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa asyiknya capek-capek jalan kaki ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mungkin tidak ada asyiknya mungkin pula sangat mengasikkan, tergantung orang yang melakukan dan tergantung orang yang merasakan, dan tergantung tujuan yang ingin didapatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-  Capek, lelah memang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-  Kebersamaan selalu ada disana&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-  Kepuasan batin ketika kaki sampai tujuan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-  Canda tawa selalu mengiringi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-  Udara bersih tanpa polusi keluar masuk paru-paru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-  Sehat pastinya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-4168262547015319173?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/4168262547015319173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/11/gjhg-kjhg-kjhg-jg-kjhg-kjhg-kjhg-jyjy.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4168262547015319173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4168262547015319173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/11/gjhg-kjhg-kjhg-jg-kjhg-kjhg-kjhg-jyjy.html' title='&quot;Apa asyiknya capek-capek jalan kaki&quot; ?'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNaT1tCxjpI/AAAAAAAAAf4/b2zt0HzRJNY/s72-c/66616_160970903935479_100000677119842_361257_1698400_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-1646462070810331687</id><published>2010-10-14T10:14:00.007+08:00</published><updated>2010-11-11T09:33:11.237+08:00</updated><title type='text'>Selamat Datang calon Dangsanak Hanyar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNajFGdGjQI/AAAAAAAAAgA/nwHDwsMZwwM/s1600/all_c_agt.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0pt; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; cursor: pointer; width: 436px; height: 291px; " src="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNajFGdGjQI/AAAAAAAAAgA/nwHDwsMZwwM/s400/all_c_agt.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536792099925953794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat datang calon dangsanak-dangsanak hanyar kami, kami berharap semoga kalian semua bisa menghilangkan status “calon” yang melekat pada diri kalian sekarang ini, walaupun kita semua tau bahwa perjalanan kalian masih panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seleksi alamiah pasti akan terjadi, seleksi alamiah bukan seleksi yang datang dari kami, tapi seleksi tersebut datang dari diri kalian sendiri, dengan panjangnya perjalanan, niat kalian akan diuji, niat untuk menjadi saudara kami dalam naungan Mapala Apache akan diuji, tapi sekali lagi bukan dari kami, tapi dari diri kalian sendiri ujian tersebut datang, dan kami berharap semoga seleksi alamiah tersebut tidak banyak yang merontokkan kalian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulai dari sekarang, harapan kami kalian sudah mulai mencoba memupuk rasa persaudaraan diantara kalian, jangan sampai dengan banyaknya kalian, kalian menjadi terkotak-kotak, kalian harus satu, satu saudara atas nama Mapala Apache STMIK Banjarbaru.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-1646462070810331687?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/1646462070810331687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/10/selamat-datang-calon-dangsanak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1646462070810331687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1646462070810331687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/10/selamat-datang-calon-dangsanak.html' title='Selamat Datang calon Dangsanak Hanyar'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNajFGdGjQI/AAAAAAAAAgA/nwHDwsMZwwM/s72-c/all_c_agt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-4917765088944062092</id><published>2010-10-02T20:40:00.006+08:00</published><updated>2010-11-07T19:30:53.443+08:00</updated><title type='text'>PERBURUAN MERBABU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNaNZhBJUkI/AAAAAAAAAfw/P8Bx3lbZxxM/s1600/dscf0544.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 227px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNaNZhBJUkI/AAAAAAAAAfw/P8Bx3lbZxxM/s400/dscf0544.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536768261398024770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Langkah kecil mengiringi kami menuju sebuah bak truk warna hijau bekas mengangkut pasir. Sisa pasir masih tertinggal di dalam bak yang terbuat dari kayu tersebut sehingga terlihat beberapa teman mencari alas untuk duduk. Beberapa teman lain sibuk mencari posisi dan pegangan. Nampak sebuah rantai besi melintang di tengah-tengah bak, mungkin untuk menahan dinding bak truk tersebut agar tidak miring ketika muatan penuh. “Sudah siap semua?” terdengar suara dari ruang sopir. Ternyata sopir truk tersebut memberi aba-aba kepada kami, dengan sedikit mengeluarkan kepalanya ke jendela menengok ke arah kami. “siap pak!”, salah seorang teman kami menjawab, dan kami pun berangkat. Hari itu.12 orang termasuk sayaberangkat dari kampus UNS menuju puncak merbabu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami melakukan ekspedisi perjalanan sehubungan dengan rentetan rute pendakian gunung,dan kali ini pendakian Gunung Merbabu. Kegiatan petualangan ini memakan waktu dua hari satu malam (24-25 Juli 2010) menembus hutan dan sabana di kaki gunung merbabu.&lt;br /&gt;Setelah beberapa jam perjalanan kami sampai di kaki gunung tidak jauh dari base camp pendakian. Beberapa teman langsung turun untuk beristirahat karena perjalanan kami yang kurang nyaman. Selain memang menggunakan truk pasir, sang supir yang kami pun tidak tahu namanya agak ngebut selama perjalanan. Kami melepas lelah dengan berisatirahat di dalam sebuah rumah penduduk yang dijadikan base camp dan teman-teman yang lain langsung mencari kamar mandi karena ternyata selama perjalanan mereka menahan rasa ingin buang air. Akhirnya kami beristirahat sambil menunggu waktu pendakian yaitu selepas isya.&lt;br /&gt;Pendakian ini adalah yang pertama kali bagi saya, tak tahu kenapa saya bisa ikut dalam pendakian ini. Tapi sudah terlanjur sampai di lokasi, tidak bisa mundur lagi, tidak ada transportasi yang bisa mengantar saya pulang kecuali truk pasir yang menjemput kami besok sore. Sampai maghrib kami berada di mushola dekat lokasi base camp sambil merencanakan jalur pendakian dan perlengkapan apa saja yang masih kurang.&lt;br /&gt;Selepas maghrib, kami melakukan checking akhir sebelum mulai pendakian sebentar lagi. Barang-barang bawaan saya keluarkan satu persatu, ada logistik, sarung tangan, kaos lengan panjang,sarung, dan sebuah senter. Saya cek satu persatu, setelah itu saya masukkan lagi kedalam carrier.&lt;br /&gt;Udara malam kian dingin saja, hampir-hampir saya tidak berani mengambil air wudlu untuk sholat isaya. Keadaan sekitar yang sudah gelap, nampak hanya beberapa lampu di depan rumah penduduk yang menerangi jalan. Setelah sholat, kami berdoa bersama agar perjalanan kami nanti diberi kelancaran. Seorang teman langsung berdiri memimpin perajalanan kami, namanya Badak (panggilan akrab dia). Dia adalah temen saya dari jakarta, meskipun badannya sedikit gemuk tapi sudah berpengalaman mendaki beberapa gunung termasuk Gunung Merbabu ini.&lt;br /&gt;Perjalanan pendakian kami mulai pada pukul 20.00 WIB. Jalan setapak dengan pohon-pohon besar dan tua mengiring perjalanan kita. Ditangan kami hanya ada headlamp yang menerangi jalan. Hampir-hampir kami tak dapat melihat sekeliling karena kondisi yang gelap, tapi sinar bulan separo sedikit membantu pandangan kami. Jalan yang kami lalui masih berupa jalan setapak dan parit-parit alami karena aliran air, sesekali terlihat papan petunjuk yang dibuat seadanya oleh pendaki terdahulu. Sampai pada sebuah percabangan jalan, Mas Agus sang penunjuk jalan kami terlihat agak ragu dan bertanya-tanya sendiri untuk memilih jalur yang benar. Dia memutuskan mengambil jalur kiri, semakin lama kami-pun ragu karena jalan yang kami lalui semakin kecil dipenuhi semak. Ternyata jalan yang kami tempuh beberapa meter dari persimpangan tadi bukanlah jalur sebenarnya, akhirnya kami kembali ke persimpangan dan mengambil jalur kanan.&lt;br /&gt;“Datar…!!!”  teriak salah satu teman kami untuk mengisyaratkan istirahat sejenak. Hal ini dilakukan karena kepercayaan teman-teman yang tidak boleh berkata lelah, capek dan lainnya agar dapat sampai di puncak. Memang kami sering beristirahat karena jalur pendakian yang tidak terlalu bagus selain itu juga untuk mengkoordinir teman-teman yang tertinggal. Seteguk air yang kami bawa sedikit mengurangi dahaga, dan setelah beberapa menit kami melanjutkan perjalanan. Karena ini adalah expedisi pertama saya dalam pendakian, sepanjang jalan saya bertanya sendiri apa enaknya mendaki gunung.&lt;br /&gt;Perjalanan berlanjut, waktu sudah mendekati subuh tapi puncak yang kami nantikan belum nampak juga. Kami sudah sampai di sabana, pepohonan besar dan tua sudah jarang terlihat. Sejauh mata memandang hanya ada perbukitan yang dipenuhi rumput-rumputan. Kami beristirahat agak lama di sabana, sampai-sampai hampir semua teman-teman tertidur karena lelah yang menghinggapi.  Kami pun melanjutkan perjalanan yang saya belum tahu kapan akan sampai di puncak. Kami terbagi manjadi tiga kelompok karena sebagian teman-teman melanjutkan perjalanan setelah subuh dan sebagian lagi memilih menunggu di sabana. Jalan yang kami lalui semakin terjal, kadang saya harus menggapai rumpun rumput diatas saya untuk bisa naik. Interval istarahat kami semakin sering, baru lima langkah naik kaki kami sudah letih. Bukit yang tadi terlihat tinggi, sekarang sudah lebih rendah dari posisi kami sekarang.&lt;br /&gt;Akhirnya kami bertujuh sampai di puncak gunung merbabu. Disini hanya terlihat tanah datar yang tidak terlalu luas, sebuah monumen setinggi setengah meter menandakan puncak Merbabu dan sebuah jas hujan warna cokelat tersampir menyerupai tenda. Sinar merah matahari menyingsing dari timur, dibawah kami samar-samar awan kabut mengelilingi puncak gunung, angin berhembus kencang membuat saya semakin merapatkan pakaian. Sholat shubuh kami lakukan sebagai bentuk syukur akan karunia Allah SWT yang sangat besar kepada hambanya. Beberapa menit kemudian kelompok kedua berhasil mencapai puncak dan bergabung dengan kami.&lt;br /&gt;Matahari semakin naik memancarkan sinarnya, kondisi sekitar yang tadinya gelap sekarang sudah terlihat. Awan kabut dibawah kami bagai lapangan putih yang terhampar luas, puncak gunung lain terlihat kecil dan angin yang kami rasakan tak sedingin tadi tapi masih kencang menerpa wajah kami. Setelah pukul 7.00 WIB, kami turun gunung. Di sabana kami bergabung dengan kelompok ketiga yang tidak meneruskan perjalanan sampai ke puncak. Ternyata jalan turun tidak semudah saat pendakian. Meskipun turun dan kondisi jalan yang terang, tapi saya harus menahan berat tubuh dan tas saya. Setelah berjam-jam perjalanan turun, kami sampai di base camp. Kami beristirahat sambil menunggu truk pasir jemputan kami. Meskipun berat medan yang kami lalui, tapi itu semua terbayar dengan rasa pusa bisa menyaksikan indahnya ciptaan-Nya sepanjang perjalanan menuju puncak Merbabu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-4917765088944062092?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/4917765088944062092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/10/perburuan-merbabu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4917765088944062092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4917765088944062092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/10/perburuan-merbabu.html' title='PERBURUAN MERBABU'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TNaNZhBJUkI/AAAAAAAAAfw/P8Bx3lbZxxM/s72-c/dscf0544.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-1782106126173563839</id><published>2010-10-02T20:17:00.006+08:00</published><updated>2010-11-07T19:33:42.649+08:00</updated><title type='text'>PERBURUAN PUNCAK MAHAMERU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TKnxrsh6IwI/AAAAAAAAAeQ/r9IdfAp00ok/s1600/61500_1283514947627_1822721464_559767_3442342_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TKnxrsh6IwI/AAAAAAAAAeQ/r9IdfAp00ok/s320/61500_1283514947627_1822721464_559767_3442342_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524212150936675074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;MENDAKI tengah malam pada medan berpasir menjadi pengalaman tersendiri, sepatu lapangan terbenam kedalam jalan pasir membuat langkah kaki semakin berat. Udara malam yang dingin membuat pendaki tidak sanggup untuk beristirahat lama-lama, karena tubuh yang tidak bergerak lebih cepat terasa lebih berat…”&lt;br /&gt;PADA september 2010 kemarin, aku melaksanakan kegiatan Ekspedisi Pendakian dan Pendataan 4 Puncak Tertinggi Pulau Jawa. Gunung yang dituju adalah Gunung Ciremai (3.078 Mdpl), Merbabu (3.145 Mdpl), Lawu (3.265 Mdpl) dan Semeru (3.676 Mdpl).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku didampingi tiga orang teman dari Jakarta sebagai pengiring. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari tour memburu puncak gunung di jawa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelaksanakan ekspedisi ini, tim ekspedisi telah melaksanakan berbagai persiapan sejak seminggu sebelumnya yang meliputi latihan fisik, perizinan, pendanaan serta melakukan simulasi ke Gunung Marapi dan kawasan perbukitan Limau Manis. Dalam simulasi tersebut, kami mempraktekkan ilmu-ilmu kepecintaalaman seperti Navigasi Darat, Botani &amp;amp; Zoologi, Ilmu Penafsiran, Manajemen Perjalanan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pelaksanaan ekspedisi, mereka mengumpulkan data-data mengenai topografi, iklim, vegetasi, sosial budaya, Konservasi Sumberdaya Alam (KSDA) dan lainnya. Dengan demikian, kami semakin menguasai dan mahir dalam mempraktekkan ilmu-ilmu yang mereka dapatkan dalam proses keanggotaan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini: catatan perjalanan mereka ke Gunung Semeru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung ini termasuk dalam kawasan suaka alam Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Pada kutipan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Pasal 19 Ayat 5 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap kawasan suaka alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai puncak tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru ini telah dijadikan target atau tujuan yang harus dicapai oleh para penggiat alam bebas. Puncaknya disebut-sebut sebagai salah satu pilar yang ikut “menyangga langit” Indonesia. Rasanya akan terasa kurang jika tempat dengan predikat puncak tertinggi di Pulau Jawa ini tidak terkunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sampai di puncak Gunung Semeru, akan dijumpai sebuah danau yang cukup luas bernama Ranu Kumbolo. Di sekitar danau ini, terdapat padang rumput savana yang cukup luas. Biasanya para pendaki menggunakan lokasi ini sebagai tempat camp pada hari pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari Ranu Kumbolo, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki sebuah bukit yang akan melewati Tanjakan Cinta. Sesuai dengan namanya, tanjakan ini memang kerap untuk mempertemukan sepasang manusia untuk menjalin cinta. Karena apa? Karena Tanjakan Cinta ini merupakan tanjakan yang landai namun cukup panjang yang mengandung pasir dan debu dan ini terbukti sama seperti yang saya rasakan. Lebih kurang 2 jam waktu yang dibutuhkan untuk bisa sampai di puncak bukit ini. Dengan kondisi demikian, tentu saja para jomblo akan segera memasang niat agar lawan jenisnya tertarik saat menaiki tanjakan ini. Inilah salah satu daya tarik tersendiri dari Gunung Semeru. Buktiin aja sendiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang jalur pada pendakian gunung ini ± 17 km. Sebaiknya membawa peralatan tambahan seperti masker dan kaca mata. Kedua peralatan tersebut berguna sekali dalam perjalanan, karena jalan dan pohon sekitar yang dilewati tertutup abu vulkanik yang hampir setiap saat dilontarkan oleh kawah Semeru. Bunga Edelweis sudah bisa ditemui di sepanjang jalur pendakian mulai dari Ranu Kumbolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camp hari kedua, tersedia dua lokasi yang bisa dipilih para pengunjung. Lokasi pertama bernama Kalimati berupa padang savana yang cukup luas serta dikelilingi Edelweis yang tumbuh berkelompok. Pada lokasi ini, terdapat sumber air terakhir. Tempat camp kedua bernama Arcopodo. Sekitar 10 menit perjalanan dari Kalimati. Kawasan ini ditumbuhi hutan cemara yang cukup rapat dan medannya berupa tanjakan. Tenda didirikan di sepanjang kiri kanan jalur dan berakhir pada cadas Semeru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki cadas Semeru, kita akan langsung berhadapan dengan tanjakan terbuka yang cukup panjang, berbeda dengan Arcopodo yang masih ditutupi hutan cemara. Pada cadas ini hanya terdapat satu batang pohon Cemara yang sering disebut sebagai Cemoro Tunggal. Pohon ini sekaligus berfungsi sebagai patokan jalur, karena tumbuhnya sejajar dengan jalur pendakian, terutama jika dilihat dari puncak Semeru (Mahameru). Masker dan gaiter menjadi salah satu perlengkapan yang harus digunakan oleh pendaki di jalur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak Mahameru dengan ketinggian 3676 mdpl menghadirkan sebuah fenomena alam tersendiri pula. Kawahnya yang dalam bahasa Jawa disebut Jonggring Soloko akan menyemburkan batuan vulkanik dengan didahului asap tebal yang membumbung tinggi setiap saat dalam jangka waktu 15 – 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronologis Perjalanan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin 21 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 07.30 WIB, kereta api yang ditumpangi tim ekspedisi telah sampai di stasiun Kota Lama, Kota Malang. Dengan menyewa angkot Rp 20.000, perjalanan dilanjutkan menuju kampus Impala Unibraw dan sampai sekitar jam 08.00 WIB. Sesampai di Impala Unibraw, tim dan pengiring memutuskan untuk istirahat setelah melakukan serangkaian persiapan-persiapan terakhir sebelum pendakian ke Gunung Semeru pada esoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa 22 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyewa angkot seharga Rp 60.000, tim berangkat dari Impala Unibraw menuju Tumpang pada pukul 08.00 WIB, dan sampai di Pasar Tumpang pukul 08.50 WIB. Di pasar ini, tim harus menunggu jeep yang akan mengantarkan ke Desa Ranu Pane yang memakan waktu lebih kurang 3 jam dengan tarif Rp 20.000/orang.&lt;br /&gt;Sampainya di pos Ranu Pane pada pukul 12.00 WIB, tim harus mengurus perizinan untuk pendakian. Setelah itu dilanjutkan dengan makan siang di warung terdekat. Pos Ranu Pane termasuk dalam resort wilayah Konservasi Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan ketinggian lebih kurang 2.200 mdpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai urusan perizinan dan makan siang, perjalanan pun dilanjutkan. Target hari ini yang harus dicapai oleh tim adalah Ranu Kumbolo. Jalan yang dilalui berupa jalan setapak yang cukup lebar dan berbelok-belok serta melintasi lereng-lereng bukit. Setelah itu barulah tim sampai di Ranu Kumbolo pada pukul 16.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu 23 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10.30 WIB, setelah sarapan pagi dan perlengkapan telah selesai di-packing, perjalananpun dilanjutkan. Target hari ini adalah tempat camp di daerah Kalimati. Sebelum meninggalkan Ranu Kumbolo, tim ekspedisi harus kembali menjalani pemeriksaan surat izin pendakian pada sebuah pos jaga Gunung Semeru, tepatnya sebelum Tanjakan Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di puncak Tanjakan Cinta yang memakan waktu 2 jam dari Ranu Kumbolo, perjalanan dilanjutkan dengan medan turunan yang melintasi padang savana yang cukup luas atau biasa disebut dengan Oro-Oro Ombo. Setelah itu barulah tim ekspedisi masuk pada daerah perbukitan hutan cemara. Jalur cukup terlihat jelas disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabut telah mulai menutupi kawasan Kalimati dan batas jarak pandang lebih kurang 10 meter. Tak berapa lama kemudian rintik hujan-pun mulai turun. Akhirnya pada pukul 15.30 WIB tim sudah sampai di lokasi camp. Semua anggota tim mulai bekerja berdasarkan job-nya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pukul 20.00 WIB, briefing dan makan malam sudah selesai dilaksanakan. Dan waktunya untuk istirahat. Pada pukul 23.00 WIB, seluruh tim harus bangun lagi. Pendakian menuju Arcopodo dan puncak semeru kembali dilanjutkan. Pendakian ini harus dilakukan pada tengah malam, agar sampai di puncak pada saat matahari terbit. Selain itu, pendaki hanya boleh berkegiatan di puncak Semeru sampai jam 10.00 WIB. Karena dikhawatirkan kawah biasanya sangat aktif di atas pukul 10.00 pagi, semburan debu tebal berpasir dan gas belerang lebih sering terjadi dan sangat membahayakan keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke puncak Semeru, tim ekspedisi bergabung dengan beberapa tim lainnya dan berjalan beriringan. Setelah melewati Arcopodo, rombongan harus melewati cadas Mahameru yang dilapisi pasir dan debu tebal. Mendaki tengah malam pada medan berpasir menjadi pengalaman tersendiri, sepatu lapangan terbenam ke dalam pasir, membuat langkah semakin berat dan udara malam yang dingin membuat pendaki tidak tahan istirahat lama-lama. Karena tubuh yang tidak bergerak, lebih cepat terasa beku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah….., tim sampai di puncak pukul 06.00 dan disambut sinar matahari pagi yang mulai menyinari dan menghangatkan tubuh. Kurang lebih selama 30 menit di puncak dan mengambil dokumentasi, tim ekspedisi langsung turun kembali ke tempat camp di Kalimati. Akhirnya pada pukul 08.30 WIB sampai di Kalimati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis 24 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini tim baru saja turun dari puncak Semeru. Kondisi badan yang cukup lelah membuat anggota tim harus istirahat dulu di Kalimati. Pukul 14.00 WIB, setelah makan siang dilakukan pendataan Edelweis dimulai pada koordinat 105 : 065 dan beberapa orang lagi mengambil persedian air untuk masak malam yang tidak jauh dari lokasi camp dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan pulang pergi. Sumber air ini terletak pada koordinat 105 : 059 helai peta 1607 – 444. untuk hari ini tim ekspedisi kembali camp di Kalimati pukul 20.00 WIB setelah makan malam dan briefing selesai seluruh tim langsung istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum’at 25 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah persiapan dan sarapan pagi selesai, pada pukul 10.00 WIB, tim ekspedisi mulai bergerak kembali ke Ranu Pane. Kurang dari 2 jam tim sampai di Ranu Kumbolo dan memutuskan untuk istirahat dan makan siang. Kemudian perjalanan kembali dilanjutkan ke Ranu Pane, dan akhirnya sekitar pukul 14.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ranu Pane perjalanan kembali dilanjutkan menuju kampus Impala Unibraw dan tiba di kampus tersebut lewat dari pukul 20.30 WIB. Sebelum mengakhiri kegiatan di Impala Unibraw, tim tetap melakukan evaluasi atas pergerakan di semeru secara keselurahan serta melakukan briefing untuk kegiatan esok harinya. Hasilnya, Tim berangkat ke Surabaya dengan tujuan utama pulang ke Solo &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-1782106126173563839?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/1782106126173563839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/10/perburuan-puncak-mahameru_02.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1782106126173563839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1782106126173563839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/10/perburuan-puncak-mahameru_02.html' title='PERBURUAN PUNCAK MAHAMERU'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TKnxrsh6IwI/AAAAAAAAAeQ/r9IdfAp00ok/s72-c/61500_1283514947627_1822721464_559767_3442342_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-1571715882592062155</id><published>2010-09-11T17:24:00.014+08:00</published><updated>2010-09-23T15:29:20.135+08:00</updated><title type='text'>Pendaftaran Calon Anggota Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TJnsX5MzhCI/AAAAAAAAAeA/GQ5410INhUo/s1600/tempel+2010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 254px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TJnsX5MzhCI/AAAAAAAAAeA/GQ5410INhUo/s400/tempel+2010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519702713554928674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salam Lestari...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar kawan-kawan mahasiswa(i) STMIK Banjarbaru, sehubungan dengan agenda kerja kepengurusan Mapala Apache, dibulan September ini kami membuka kembali kesempatan bagi mahasiswa(i) STMIK Banjarbaru untuk bergabung dengan kami, menjadi anggota keluarga Mapala Apache SMTIK Banjarbaru, bagi kalian yang berminat kalian bisa mengambil formulir pendaftaran pada anggota-anggota Mapala Apache yang kalian kenal, ataupun kalian dapat menghubungi nomor-nomor telpon yang tertera dibawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal kegiatan dalam waktu dekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;20 - 2 Oktober 2010 : Pengumuman dan batas penerimaan anggota baru&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 Oktober 2010 : Ramah anggota Mapala Apache dengan teman-teman calon anggota baru, hari sabtu tanggal 2 oktober 2010, jam 15.00 s/d selesai, tempat ruang aula SMK Komputer mandiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;9 Oktober 2010 : Dies Natalis Mapala Apache STMIK Banjarbaru ke IV, tempat STMIK Banjarbaru&lt;/li&gt;&lt;li&gt;9 - 10 Oktober 2010 : Kemping party, acara perkenalan dan ramah tamah semua calon anggota sekaligus kemping bersama calon anggota dengan anggota mapala apache yang pertama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  * 23 - 24 Oktober 2010 : Kemping Loksado&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syarat menjadi anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali teman-teman bertanya tentang syarat menjadi anggota Mapala Apache, tidak ada syarat khusus untuk menjadi anggota Mapala Apache, yang penting kalian adalah orang-orang senang dengan alam, minimal kalian bukan orang yang senang merusak keindahan alam, kalian dapat bergabung dengan Mapala Apache STMIK Banjarbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling penting adalah apabila kalian mempunyai penyakit yang mungkin beresiko bagi diri kalian yang mungkin akan menyusahkan kalian dan apabila kalian kemping atau naik gunung nantinya penyakit tersebut dapat mengganggu kalian suatu saat, seperti Asma, Jantungan, Pobia ketinggian, liver dan yang lainnya kalian harus membaritahukan kepada kami agar kami dapat mengantisipasi hal-hala tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalian akan bertanya apa untungnya ikut dengan organisasi Mapala, nah untuk jawaban tersebut kalian cari sendiri setelah kalian bergabung dengan Mapala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontak person Mapala Apache : Eko (085752062899), eka patra(087817203719), purwanti (08565150625), Charles (085249890254).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah nama-nama yang formulir pendaftarannya telah kami terima kembali, dan telah kami anggap sebagai calon anggota Mapala Apache :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bryan adam (TI)&lt;br /&gt;Rudi Setiawan (TI)&lt;br /&gt;Agus Budiyanto (TI)&lt;br /&gt;Ifnu al firdaus (SI)&lt;br /&gt;Aufan rian pratama (TI)&lt;br /&gt;Rydy Chandra (TI)&lt;br /&gt;Nolva Rinasari S. (TI)&lt;br /&gt;Sugeng Prayitno (TI)&lt;br /&gt;Fredy wijaya (TI)&lt;br /&gt;Welda yusriana (TI)&lt;br /&gt;Hendra (TI)&lt;br /&gt;Muhkis (TI)&lt;br /&gt;Miftahur risky (TI)&lt;br /&gt;Audrianor (TI)&lt;br /&gt;Arbainah (TI)&lt;br /&gt;Dezar Fikrian noor (TI)&lt;br /&gt;Ninuk Widya S. (TI)&lt;br /&gt;Sidiq purnomo (TI)&lt;br /&gt;Pitriana mahardika (TI)&lt;br /&gt;Muhammad ma’ruf (TI)&lt;br /&gt;Irkaliman (TI)&lt;br /&gt;Septi pujirahayu (TI)&lt;br /&gt;Is rosyida yanti (TI)&lt;br /&gt;Surya hadi saputra (TI)&lt;br /&gt;Herry susanto (TI)&lt;br /&gt;Irma pebrianti (SI)&lt;br /&gt;Yudi (TI)&lt;br /&gt;David erwanto (TI)&lt;br /&gt;Windasari (SI)&lt;br /&gt;Atmajaya (SI)&lt;br /&gt;M. Alfian hasmi (SI)&lt;br /&gt;Rini junadah (TI)&lt;br /&gt;Tyas supratmi (TI)&lt;br /&gt;Wihelmina ere (TI)&lt;br /&gt;Tuti purnaningsih (TI)&lt;br /&gt;Noor aida (TI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pendaftaran&lt;br /&gt;-  Mengisi dan menyerahkan formulir pendaftaran kepada pengurus Mapala Apache STMIK Banjarbaru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengisi komentar dibawah dengan format isian :&lt;br /&gt;- N I M : ..................................&lt;br /&gt;- Nama  : .................................&lt;br /&gt;- Alamat : ................................&lt;br /&gt;- No Telpon : .............................&lt;br /&gt;- Alasan mendaftar : ......................................................&lt;br /&gt;- Komentar tentang Mapala : .............................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau kirimkan file dengan isian seperti diatas ke e-mail Mapala Apache : mapalaapache@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau tulis di dinding Facebook Mapala Apache&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-1571715882592062155?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/1571715882592062155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/09/pendaftaran-calon-anggota-baru.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1571715882592062155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1571715882592062155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/09/pendaftaran-calon-anggota-baru.html' title='Pendaftaran Calon Anggota Baru'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TJnsX5MzhCI/AAAAAAAAAeA/GQ5410INhUo/s72-c/tempel+2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-809328532980409359</id><published>2010-09-11T17:19:00.002+08:00</published><updated>2010-09-11T17:23:30.152+08:00</updated><title type='text'>Mahasiswa baru STMIK Bjb angk. 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TItJw-9Jk7I/AAAAAAAAAZY/z1kWCfi-cNk/s1600/G_Bjbr_02.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TItJw-9Jk7I/AAAAAAAAAZY/z1kWCfi-cNk/s320/G_Bjbr_02.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515583274527331250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang mahasiswa-mahasiswi STMIK Banjarbaru, dan selamat memasuki dunia baru bagi kalian, walaupun mungkin bagi sebagian teman-teman bukanlah dunia yang benar-benar baru, selamat memasuki dunia perkuliahan, dunia dengan suasana yang benar-benar berbeda dengan dunia sekolah walaupun tidak seindah masa-masa disekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tidak lagi bapak guru dan ibu guru yang mengajar kalian tapi bapak dosen dan ibu dosen yang akan berhadapan dengan kalian, nantinya kalian akan sering berhadapan dengan makalah, paper dan sesekali presentasi didepan klas, sekarang kalian bukan lagi anak sekolahan kalian sekarang menjadi anak kuliahan, &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; tidak lagi dipanggil siswa tapi berganti menjadi mahasiswa, dengan status mahasiswa inilah kalian harus belajar benar-benar mandiri dalam belajar, bisa memahami materi kuliah ataupun tidaknya kalian, pintar ataupun bodohnya kalian itu semua menjadi tanggung jawab kalian, tidak akan ada lagi bimbingan khusus ataupun perhatian khusus dari dosen-dosen kalian. Kalau kalian tidak kreatif dan tidak pernah berusaha bertanya kalian sendiri yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata pelajaran sekarang berganti menjadi mata kuliah, kalian akan berkenalan dengan yang namanya SKS, sekarang tidak ada lagi namanya ujian ulang, kalau kalian tidak lulus satu mata kuliah maka tunggulah semester berikutnya untuk mengulang mendengarkan mata kuliah yang sama, kalian akan berkenalan dengan yang namanya IP atau IPK, jangan harap kalian lulus cepat kalau IP kalian terus-terusan jeblok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada salahnya kalian mempunyai target berapa lama kalian kuliah sehingga kalian mempunyai kiat-kiat agar target tersebut bias tercapai, awal-awal perkulian akan menjadi hari-hari yang menyenangkan dimana semangat kalian benar-benar berkobar untuk mencari yang apa kalian cari, tapi tunggulah semester-semester berikutnya ????????. sekarang di klas kalian tidak lagi mempunyai meja untuk kalian menulis ataupun untuk kalian tidur, sekarang kalian hanya bersandar dikursi apabila kalian ingin tidur, tidur karena bosan mendengar ceramah dosen kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya kalian ikut berpartisipasi di salah satu UKM yang ada di STMIK Banjarbaru, sangatlah rugi apabila selama kalian kuliah kalian hanya menjadi mahasiswa KUPU-KUPU (kuliah pulang-kuliah pulang), atau mahasiswa SEJOLI (datang kampus berdua, dikampus berdua, pulang berdua) seakan-akan kampus milik kalian berdua, seakan-akan dikampus hanya ada kalian berdua. Banyak UKM yang ada di STMIK Banjarbaru dengan berbagai latar belakang dan hobby yang mendasari ukm-ukm tersebut, pilihlah salah satu dari ukm-ukm tersebut, agar kalian mempunyai pengalaman dalam berorganisasi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami seluruh anggota MAPALA APACHE STMIK BANJARBARU mengucapkan selamat datang dan selamat memasuki dunia perkuliahan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-809328532980409359?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/809328532980409359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/09/selamat-datang-mahasiswa-mahasiswi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/809328532980409359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/809328532980409359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/09/selamat-datang-mahasiswa-mahasiswi.html' title='Mahasiswa baru STMIK Bjb angk. 2010'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TItJw-9Jk7I/AAAAAAAAAZY/z1kWCfi-cNk/s72-c/G_Bjbr_02.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-3970180511929270938</id><published>2010-08-25T23:43:00.003+08:00</published><updated>2010-09-11T15:47:48.846+08:00</updated><title type='text'>Detektor Polusi Lingkungan Secara Alami</title><content type='html'>Layaknya peralatan yang canggih, makhluk hidup di sekitar kita juga bisa menjadi semacam pendeteksi polusi. Dengan mengamati detektor alam, kita pun bisa tahu adanya pencemaran di suatu lingkungan.&lt;br /&gt;1: Bunga&lt;br /&gt;Prinsip kerja:&lt;br /&gt;Bunga itu selalu memiliki wangi yang semerbak. Tapi, kadang ditemukan jenis bunga yang umumnya wangi, nggak tercium baunya. Kenapa, ya? Ternyata hal ini bisa disebabkan oleh polusi udara, khususnya emisi kendaraan bermotor. Wangi dari zat aromatik bunga yang dilepas ke udara sebagian besar langsung lenyap akibat terserap ozon dan senyawa nitrat dari emisi tersebut. &lt;span class="fullpost"&gt;Semakin tinggi polusinya, wangi bunga pun semakin berkurang bahkan nyaris hilang sama sekali. Jadi, jika menemukan bunga yang tidak wangi lagi, artinya tingkat polusi udara di daerah itu tinggi.&lt;br /&gt;2: Lebah&lt;br /&gt;Prinsip kerja:&lt;br /&gt;Lebah bisa juga menjadi tanda-tanda adanya polusi, khususnya polusi udara. Jika terdapat sedikit, atau bahkan tak ada lebah, maka ditempat tersebut tercemar polusi. Menurut penelitian di University of Virginia, Amerika Serikat, hal ini masih terkait dengan hilangnya wangi bunga. Karena wangi bunga tidak tercium, lebahpun kehilangan sinyal untuk mencapai tanaman.&lt;br /&gt;3: Terumbu Karang&lt;br /&gt;Prinsip kerja:&lt;br /&gt;Salah satu pendeteksi suatu perairan tercemar ialah melalui terumbu karang yang dimilikinya. Limbah, sampah, dan bahan bakar transportasi laut menghasilkan nitrogen dan zat polutan lain yang mencemarkan laut. Berbagai zat berbahaya tersebut dapat merusak terumbu karang. Maka, dapat disimpulkan bahwa di perairan yang terumbu karangnya rusak maka terdapat polusi air yang cukup parah.&lt;br /&gt;4: Lumut&lt;br /&gt;Prinsip kerja:&lt;br /&gt;Kita juga dapat mencari tahu adanya polusi udara dengan mengamati lumut. Mudah saja gan, tinggal memperhatikan banyaknya jumlah lumut yang menempel pada batang pohon. Sebab, lumut akan sangat produktif di udara yang baik, namun sebaliknya akan menghilang jika udaranya berpolusi. Jadi, banyaknya lumut yang "menghiasi" batang pohon menjadi indikasi kalau udara masih oke gan. Di sisi lain, jika pepohonan "sepi" dari lumut, kemungkinan besar udara di sekitar tempat tersebut telah tercemar.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-3970180511929270938?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/3970180511929270938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/08/detektor-polusi-lingkungan-secara-alami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/3970180511929270938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/3970180511929270938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/08/detektor-polusi-lingkungan-secara-alami.html' title='Detektor Polusi Lingkungan Secara Alami'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-6631274118334779733</id><published>2010-08-25T23:07:00.006+08:00</published><updated>2010-09-11T15:49:54.081+08:00</updated><title type='text'>Rusia, Negeri Dingin yang Kini Terbakar Dihajar Suhu Panas hingga Kobaran Api</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/THUygs13sQI/AAAAAAAAAYs/BKyX7G9_9Mw/s1600/hutan.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 316px; height: 196px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/THUygs13sQI/AAAAAAAAAYs/BKyX7G9_9Mw/s320/hutan.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509365256531980546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dampak negatif perubahan iklim dirasakan oleh warga Rusia. Berawal dari pecahnya rekor suhu panas di Negeri Beruang Merah itu akhir Mei lalu, kebakaran yang membumihanguskan area hutan serta permukiman seluas hampir 2 ribu kilometer persegi sejak akhir Juli lalu belum padam. Sedikitnya, 53 nyawa melayang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"SEKARANG kami bisa tegaskan bahwa fenomena abnormal di seluruh penjuru dunia belakangan ini telah mencapai puncaknya di Rusia," ucap Alexei Kokorin, kepala program iklim dan energi pada WWF Rusia, seperti dilansir BBC kemarin (10/8). Fenomena abnormal yang dia maksud adalah temperatur ekstrem musim panas di Rusia.&lt;span class="fullpost"&gt; Normalnya, temperatur maksimal berkisar 35 derajat Celsius. Kali ini temperatur mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temperatur ekstrem gara-gara perubahan iklim itu membuat api yang melalap hutan Rusia menjadi-jadi. Pemadaman yang dilakukan sejak titik api pertama terdeteksi akhir Juli lalu belum membuahkan hasil signifikan hingga kemarin. Asap yang terus mengepul dari hutan dan lahan pertanian yang terbakar mengakibatkan warga mulai menderita sesak napas. Terbatasnya jarak pandang juga menghentikan aktivitas penerbangan serta bisnis di Kota Moskow dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suhu panas di Rusia terjadi karena aliran udara yang konsisten dari kawasan selatan dan timur," terang Jeff Knight, ilmuwan yang khusus mempelajari variasi iklim di Badan Meteorologi Inggris. Kawasan selatan dan timur Rusia tersebut dipenuhi stepa alias padang rumput. Selain aliran udara panas, faktor lain yang sangat memengaruhi terjadinya suhu ekstrem di Rusia, menurut dia, adalah konsentrasi gas rumah kaca yang terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;El nino yang terjadi tiap lima tahun sekali di sekitar Samudra Pasifik juga punya andil dalam memunculkan suhu ekstrem di Rusia. "Anomali suhu permukaan laut (el nino, Red) menciptakan penyimpangan temperatur di berbagai belahan dunia. Suhu panas yang sangat ekstrem muncul di kawasan barat Rusia. Sedangkan suhu dingin di bawah rata-rata terjadi di kawasan Siberia, belahan lain Rusia," papar Knight. Menurut dia, anomali tersebut bertahan beberapa hari ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, jika efek rumah kaca terus memburuk, bisa jadi Rusia dirundung suhu ekstrem (baik panas maupun dingin) hingga beberapa tahun mendatang. "Karena itu, kita harus siap menghadapi kebakaran hebat seperti itu pada masa depan. Sebab, sangat mungkin musim panas dengan berbagai fenomena aneh semacam itu terjadi lagi," papar dia. Tanpa pengurangan emisi yang signifikan, lanjut dia, Rusia akan terjebak dalam suhu ekstrem selama minimal 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak suhu itu bakal kian parah. Sebab, seiring dengan berjalannya waktu, akan semakin banyak permukiman yang tumbuh. Artinya, pepohonan yang berfungsi meredam panas dan menyerap karbon dioksida semakin habis. Area yang semula merupakan hutan dan lahan pertanian berubah fungsi menjadi kampung. "Semakin banyak manusia yang hidup di wilayah yang semula merupakan area hijau tersebut. Juga, semakin banyak hutan serta satwa penghuninya yang hilang," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan hanya faktor alam yang membuat Rusia kalang kabut dalam menaklukkan api dan menghalau asap. Kebijakan yang ditelurkan oleh pemerintahan Perdana Menteri (PM) Vladimir Putin beberapa bulan lalu tentang sentralisasi sistem pengendali kebakaran juga disebut sebagai biang bencana, terutama oleh kelompok aktivis pencinta lingkungan, Greenpeace Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sentralisasi itu membuat jumlah personel pemadam kebakaran berkurang banyak, sekitar separo dari jumlah awal," keluh Mikhail Kreyndlin, kepala program sumber alam yang dilindungi pada Greenpeace Rusia. Dia juga prihatin atas banyaknya jumlah satwa yang terpanggang bersama pepohonan yang habis dilalap api. Selain satwa berukuran besar, hewan berukuran kecil, termasuk serangga, terpanggang dalam musibah itu.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-6631274118334779733?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/6631274118334779733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/08/rusia-negeri-dingin-yang-kini-terbakar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6631274118334779733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6631274118334779733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/08/rusia-negeri-dingin-yang-kini-terbakar.html' title='Rusia, Negeri Dingin yang Kini Terbakar Dihajar Suhu Panas hingga Kobaran Api'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/THUygs13sQI/AAAAAAAAAYs/BKyX7G9_9Mw/s72-c/hutan.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-7257828849211083992</id><published>2010-07-05T19:53:00.022+08:00</published><updated>2010-09-11T15:52:51.222+08:00</updated><title type='text'>Latihan Gabungan di Goa Batu Hapu (18-20 Juni 2010)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mantaaap,, itulah kata yang dapat menggambarkan betapa indahnya suasana di Goa Batu Hapu,,. Goa Batu Hapu terletak di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Mapala Apache mengikuti Latihan Gabungan ini atas undangan dari Mapala STIENAS Banjarmasin, beberapa organisasi Pencinta Alam juga turut dalam Latihan Gabungan ini, mudah-mudahan keindahan alam di Goa Batu Hapu ini akan selalu terjaga.&lt;br /&gt;Beberapa foto yang berhasil diabadikan pada kegiatan Latihan Gabungan:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cekidot Goa  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input value="Show" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i47.tinypic.com/9jerep.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i49.tinypic.com/4kxiqg.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i48.tinypic.com/25541ed.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.tinypic.com/6s8m4o.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i48.tinypic.com/25g858w.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin: 5px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cekidot Tim LatGab  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input value="Show" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i47.tinypic.com/2d0dmqo.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i46.tinypic.com/29borqh.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i50.tinypic.com/23r7tjs.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i49.tinypic.com/33563kp.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/1z1wc44.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i47.tinypic.com/xfrq7k.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i50.tinypic.com/nw1087.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin: 5px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cekidot Luar Goa Batu Hapu  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input value="Show" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i50.tinypic.com/9uylue.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i47.tinypic.com/2r2ozh1.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin: 5px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Coret-coret Tangan Jahil (Parah)  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input value="Show" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i45.tinypic.com/zkllqv.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i49.tinypic.com/25ulcvm.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i49.tinypic.com/169ow3p.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i48.tinypic.com/2m5edkw.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-7257828849211083992?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/7257828849211083992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/07/latihan-gabungan-di-goa-batu-hapu-18-20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/7257828849211083992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/7257828849211083992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/07/latihan-gabungan-di-goa-batu-hapu-18-20.html' title='Latihan Gabungan di Goa Batu Hapu (18-20 Juni 2010)'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i47.tinypic.com/9jerep_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-4831495984781362799</id><published>2010-06-05T19:53:00.006+08:00</published><updated>2010-06-05T20:36:55.917+08:00</updated><title type='text'>Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TAo60_MbMtI/AAAAAAAAAYg/G-Sr-OwcmL4/s1600/Pohon_Dunia.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 237px; height: 243px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TAo60_MbMtI/AAAAAAAAAYg/G-Sr-OwcmL4/s320/Pohon_Dunia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479256578640786130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni merupakan momen dimana setiap manusia yang ada di dunia ini mesti menyadari akan pentingnya kelestarian alam agar selalu tetap terjaga. Isu-isu lingkungan seperti pemanasan global dan perubahan iklim dunia merupakan topik yang harus ditindak lanjuti, jangan hanya menunggu dari pihak-pihak tertentu untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran, mulailah dari diri kita sendiri, lakukanlah hal-hal kecil yang bermanfaat untuk lingkungan dengan menanam 1 pohon atau membiasakan untuk tidak membuang sampah yang tidak terurai oleh tanah dengan sembarangan,  hal ini dapat dilakukan misalnya di sekitar rumah, sekolah, kampus, perkantoran, dll. Mulailah membiasakan dari sekarang untuk melakukan sedikit aksi demi menjaga kelangsungan bumi yang kita tinggali, agar tahun-tahun berikutnya kita tidak lagi mendengar adanya hujan es yang terjadi di wilayah tropis, naiknya debit air laut, mencairnya Es di Kutub Utara dan Kutub Selatan, iklim yang tidak menentu dan masih banyak lagi... Renungkanlah bahwa hari ini dan seterusnya kita hanya mempunyai tempat yang satu untuk kita tinggali yaitu bumi,, oleh karena itu jagalah kelestarian nya.. Seluruh Keluarga Besar Mapala Apache Mengucapkan Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 juni 2010.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-4831495984781362799?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/4831495984781362799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/06/hari-lingkungan-hidup-sedunia-5-juni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4831495984781362799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4831495984781362799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/06/hari-lingkungan-hidup-sedunia-5-juni.html' title='Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2010'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TAo60_MbMtI/AAAAAAAAAYg/G-Sr-OwcmL4/s72-c/Pohon_Dunia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-6881628457716818301</id><published>2010-05-31T09:38:00.008+08:00</published><updated>2010-11-07T19:36:25.851+08:00</updated><title type='text'>Jagalah Hutan Kalimantan yang tersisa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TAMVJWpvFiI/AAAAAAAAAYY/kJLJBQcZxp4/s1600/DSCN0425.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TAMVJWpvFiI/AAAAAAAAAYY/kJLJBQcZxp4/s320/DSCN0425.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477244822256293410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Loksado, ya Loksado, bagi saya kawasan tersebut adalah salah satu kawasan terbaik yang dimiliki Kalimantan Selatan, disekitar loksado terdapat beberapa desa yang sangat sayang untuk tidak dikunjungi, beberapa desa tersebut antara lain Haratai, Malaris dan Loa Panggang, disana anda kita mendapatkan keramahan penduduk lokal yang juga merupakan warga dayak meratus, keramahan mereka akan menambah keindahan dan keelokan kawasan loksado yang juga termasuk kedalam kawasan Pegunungan Meratus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikawasan tersebut terdapat aliran sungai amandit yang bening dan tidak pernah berhenti mengalir, seakan mengatakan kepada kita “jagalah kami selalu, dan jangan pernah rusak hutan kami”, diwasan terebut juga terdapat beberapa buah air terjun yang sangat menyejukkan hati, yang akan menghilangkan kepenatan dunia perkotaan yang pengap dan berdebu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loksado merupakan kawasan yang terletak di kabupaten Hulu Sungai Selatan, loksado berjarak sekitar 150 KM dari kota Banjarmasin, atau sekitar 130 KM dari kota Banjarbaru, apabila perjalanan menggunakan sepeda motor dari banjarbaru perjalanan akan memakan waktu sekitar 4 jam maka kita akan sampai ke loksado dengan menghabiskan bensin sekitar 4 liter. Untuk dapat sampai kesana anda tidak perlu takut nyasar soalnya banyak penunjuk jalan untuk dapat sampai keloksado atau paling gampang setelah sampai ke kota kandangan anda dapat bertanya dengan siapa saja yang anda temui disana kemana arah menuju loksado.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk dapat sampai keloksado, kita juga dapat menggunakan angkutan umum, kita bisa naik ta&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ksi colt kekandangan kemudian dilanjutkan dengan naik angkutan pedesaan untukl dapat sampai keloksado. Ongkos taksi colt dari banjarbaru ke kandangan sekarang ini sekitar Rp. 30.000,- untuk dapat lebih gampang menemukan angkutan pedesaan yang menuju loksado, maka kita dapat meminta kepada pak supir taksi colt yang kita naiki untuk minta kita diturunkan diterminal tempat angkutan pedesaan yang menuju ke loksado berkumpul, setelah itu kita dapat melanjutkan perjalanan keloksado dengan menggunakan angkutan pedesaan tersebut, sekarang ini ongkos angkutan pedesaan ke loksado sekitar Rp. 10.000,- s/d Rp. 15.000,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan dari kota kandangan menuju loksado kita dapat menikmati pemandangan al&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;am pegunangan, di kanan-kiri kita dapat melihat hamparan pegunungan yang hijau yang sangat menyejukk&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;an untuk dilihat, dan sesekali kita dapat menjumpai perkampungan-perkampungan kecil penduduk sekitar. Kota kandangan dan loksado berjarak sekitar 20 KM, dengan rute perjalanan khas kawasan pegunungan, kita juga dapat menikmati serunya perjalanan turun naik bukit dan pegunungan, tapi kita tak perlu khawatir soalnya kondisi jalan yang akan dilalui masih lumayan bagus, walaupun agak sedikit berbahaya apalagi kalau kita tidak perhati-hati dan dengan seenaknya memacu kendaraan kita, kalau kita tidak hati-hati maka bersiaplah untuk menanggung resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah perjalanan antara kandangan-loksado, kita dapat beristirahat sebentar di desa Muara Tan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;uhi, sembari menikmati kehangatan pemandian air panas yang ada didesa tanuhi. Disana terdapat beberapa kolam renang yang salah satunya adalah kolam air panas, air panas tersebut berasal dari su&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mber yang berada pegunungan disekitar muara tanuhi, Disana juga disediakan beberapa buah penginapan, setelah kita puas bermain di pemandian air panas di desa muara tanuhi, kita dapat melanjutkan kembali perjalanan kita menuju loksado yang berjalar sekitar 10 menit perjalanan dari muarai tanuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesampainya diloksado dan kita ingin bermalam di loksado, kita tidak perlu khawatir soalnya diloksado sekarang ini sudah terdapat sebuah penginapan dengan tarif sekitar Rp. 150.000,- namun apabila&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; anda keberatan dengan tarif tersebut, anda dapat bermalam di rumah penduduk yang ada didesa loksado, atau anda juga dapat bermalam di sebuah pondok di desa malaris, masyarakat sekitar menyebut pondok tersebut dengan nama Pondok Informasi Mangkuraksa.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-6881628457716818301?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/6881628457716818301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/05/jagalah-hutan-kalimantan-yang-tersisa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6881628457716818301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6881628457716818301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/05/jagalah-hutan-kalimantan-yang-tersisa.html' title='Jagalah Hutan Kalimantan yang tersisa'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/TAMVJWpvFiI/AAAAAAAAAYY/kJLJBQcZxp4/s72-c/DSCN0425.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-1864123282853257352</id><published>2010-03-10T22:03:00.006+08:00</published><updated>2010-05-29T12:56:39.536+08:00</updated><title type='text'>MAPALA APACHE feat PDAM Banjarbaru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/S5et5Qr8ncI/AAAAAAAAAYI/lCYThymHU44/s1600-h/fgfg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 229px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/S5et5Qr8ncI/AAAAAAAAAYI/lCYThymHU44/s320/fgfg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447013473571347906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita Ini agak Sedikit menggelitik klo di denger,,,,,,ada kesan luchu di setiap ceritanya,,,,,,,mau denger,.,&gt;?????ntar,...,.,,.sabar dulu,,,ntar q ceritain kok,.,...,.,Santai Ajah.,,,hahahahahaa..,.,.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gini ceritanya,,,,sekitar bulan Maret,,kita anggota Mapala Apache Stimik Banjarbaru neh,,,punya keinginan buat beli alat,,,lah pas itu kan ga ada dana sama sekali.,,,dari iuran anggota juga rasanya ga memungkinkan neh,,,,,gak tau mesti gimana,.,???mau Cari donatur(ce ile donatur,,.,.????)tapi ga tau siapa,.,.???mau cari sukarelawan pas musim krismon,.,.mana orangnya ELIT semuanya,,,Ekonomi Sulit Maksudya,.,,hhehehhe,,,terus mencari",.,.,.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gak tau ada angin apa neh,,,,.pas sehari kemudian ada tawaran dari PDAM untuk melakukan survey buat merekap data pelangan maupun non pelanggan PDAM,.,.,.muter" kesana kemari.,,,.,.ga kenal lelah,.,.,.pantang mundur.,,.pantang malu es pokoknya,,.,.,.,.hari" penuh capek,,,,,,penuhkeringat bercucuran.,,..,,heheh,,tapi demi satu tekat kita bulatkan demi satu tujuan,Bolder,,,,Cernmantel,,,,,alat yang kita inginkan harus dapet pokokya,,,,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga dengan kerjasama ini ada kerjasama yang akan menyusul di kemudian hari,,.,.,.,.&lt;br /&gt;aMinnnnnnnnnnn&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-1864123282853257352?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/1864123282853257352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/03/mapala-apache-feat-pdam-banjarbaru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1864123282853257352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1864123282853257352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/03/mapala-apache-feat-pdam-banjarbaru.html' title='MAPALA APACHE feat PDAM Banjarbaru'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/S5et5Qr8ncI/AAAAAAAAAYI/lCYThymHU44/s72-c/fgfg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-4889719430330936723</id><published>2010-03-05T23:51:00.000+08:00</published><updated>2010-03-05T23:51:58.430+08:00</updated><title type='text'>MendaKI guNung Merapi Begitu Murah Begitu Mudah</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;div style="padding: 10px 0pt 0pt 5px; float: right;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;tweetmeme_url = 'http://mountinblack.blogspot.com/2009/06/jalur-pendakian-gunung-merapi.html';tweetmeme_service = 'bit.ly';&lt;/script&gt;&lt;script src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;iframe src="http://api.tweetmeme.com/button.js?url=http%3A//mountinblack.blogspot.com/2009/06/jalur-pendakian-gunung-merapi.html&amp;amp;style=normal&amp;amp;service=bit.ly" width="50" frameborder="0" height="61" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO3wBULMPI/AAAAAAAAAKo/pakwLvFduU4/s1600-h/merapi4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373840815997792498" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO3wBULMPI/AAAAAAAAAKo/pakwLvFduU4/s200/merapi4.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left;" width="160" border="0" height="110" /&gt;&lt;/a&gt;Gunung Merapi (2.968 m.dpl) terletak di 2 provinsi, di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Gunung merapi terletak berdampingan dengan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Gunung merbabu&lt;/span&gt;. Gunung merapi adalah salah satu gunung api yang mempunyai daya rusak yang tinggi dan paling aktif diantara sekian banyak gunung api yang terletak di Indonesia serta merupakan salah satu gunung terganas di dunia. Nama puncaknya adalah puncak Garuda, yang merupakan bongkahan batu besar dengan bentuk mirip burung garuda. &lt;span class="fullpost"&gt;Salah satu ciri khas dari Gunung Merapi adalah pada saat terjadi letusan menghasilkan awan panas (glowing avalanches), yang oleh penduduk setempat disebut Wedus Gembel (sejenis kambing Jawa), awan panas ini mempunyai suhu sekitar 1.000 °C yang turun berbentuk bulatan keriting mirip kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO4LI2vKvI/AAAAAAAAAKw/I8D_yNfM8Yg/s1600-h/wedhus+gembel.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373841281878272754" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO4LI2vKvI/AAAAAAAAAKw/I8D_yNfM8Yg/s200/wedhus+gembel.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; float: left; height: 144px; width: 223px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ciri khas lain dari Gunung Merapi ini adalah pembentukan kubah lava yang bisa mencapai ratusan meter kubik perhari, yang terbesar jumlahnya sepanjang sejarah terjadinya letusan gunung berapi didunia. Letusan besar terakhir terjadi pada akhir tahun 1993 yang menyebabkan puluhan penduduk disekitar lereng meninggal karena diterjang lahar panas dan awan Panas.&lt;br /&gt;Walau begitu, gunung ini hampir tidak pernah sepi dari pendaki, bahkan pada hari minggu banyak sekali pendaki yang datang. Untuk mencapai puncak Gunung Merapi kita bisa melewati dua jalur utama, lewat Kinaharjo/Kaliurang dan lewat Selo/Boyolali, tetapi Jalur pendakian Kaliurang di tutup sementara sejak Bulan Nopember 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jalur Selo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai Desa Selo, kita bisa naik bus atau kereta dari daerah anda menuju Jogja atau Solo. Anda yang berdomisili di Jakarta bisa naik kereta dari stasiun senen, tanah abang, atau gambir. Untuk kereta, ada kereta progo dengan tarif 35.000 rupiah menuju stasiun lempuyangan, Jogja. atau kereta senja utama dengan tarif 120.000 sampai Solo. Atau jika memilih menggunakan bus, kita bisa naik bus jurusan Solo dengan tarif 75.000- 120.000, turun di terminal boyolali. lalu naik bus mini jurusan selo di depan terminal, dengan tarif sekitar 3000 rupiah (tahun 2009) sampai pasar cepogo. dari pasar cepogo dilanjutkan lagi dengan bus mini menuju desa selo dengan tarif sama.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO4oKXmxmI/AAAAAAAAAK4/1saOmV1Dr4c/s1600-h/pasar-cepogo.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373841780500776546" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO4oKXmxmI/AAAAAAAAAK4/1saOmV1Dr4c/s200/pasar-cepogo.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; float: left; height: 140px; width: 219px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika dari Kota Yogyakarta kita naik bus menuju ke Magelang, turun di Desa Blabak, dan dilanjutkan naik minibus atau kendaraan barang ke jurusan Selo. Sebaiknya diperhatikan, diatas pukul 17.00 WIB kendaraan dari Blabak ke Selo mulai jarang beroperasi. Sebenarnya Selo lebih mudah dicapai dari arah Solo-Boyolali, karena dari Boyolali, ada angkutan yang langsung menuju Selo.&lt;br /&gt;Desa Selo (1.560 m.dpl) saat ini menjadi gerbang pendakian utama. Desa Selo terletak dipelana Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Desa ini mempunyai panorama alam yang indah karena letaknya yang strategis. Penduduk desa ini sebagian besar bertani sayuran dan tembakau. Di desa ini juga terdapat tempat wisata gua yang mempunyai tempat pertapaan, terletak 300 meter dari Pos Polisi Selo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO5Bbv0K9I/AAAAAAAAALA/8onZHy7P13g/s1600-h/gerbang-selo.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373842214662450130" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO5Bbv0K9I/AAAAAAAAALA/8onZHy7P13g/s200/gerbang-selo.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; float: left; height: 146px; width: 222px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah tiba di gerbang desa selo, kita meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Basecamp pendaki di dusun Plalangan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. jalan yang kita lalui berupa jalan aspal yang cukup menanjak. lumayan, sebagai pamanasan sebelum pendakian yang sebenarnya. Ditengah perjalanan anda akan melewati sebuah pos kecil mirip pos hansip, dimana anda bisa melaporkan pendakian anda dengan biaya retribusi pendakian gunung merapi sebesar 2500 rupiah. Sepanjang perjalanan kita akan melewati rumah2 dan ladang penduduk. Saya selalu terkesan setiap kali melewati perkampungan di kaki gunung, terutama di jawa tengah. Saya selalu menyebutnya keramahan Khas Jawa tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1HT1y64I/AAAAAAAAAKA/Jqw2WWmxPhs/s1600-h/basa-camp.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373837917572754306" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1HT1y64I/AAAAAAAAAKA/Jqw2WWmxPhs/s200/basa-camp.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; float: left; height: 141px; width: 222px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Basecamp atau Pondok pendaki, adalah sebuah rumah dimana terdapat ruang aula yang cukup luas untuk menampung pendaki yang ingin beristirahat, baik sebelum atau setelah melakukan pendakian. Tempat ini dapat menampung sekitar 30 0rang pendaki dan bisa dikenali dengan sebuah plang bertuliskan BASECAMP PENDAKIAN GUNUNG MERAPI dan sebuah toko suvenir didepannya. Menurut keterangan penghuninya, ini adalah basecamp baru, pindahan dari basecamp lama yang berada dibawahnya. ditempat ini anda bisa beristirahat sejenak dan packing ulang perlengkapan pendakian. Selain itu, anda juga bisa membeli suvenir berupa pernak - pernik gunung merapi, seperti Stiker, Gantungan Kunci, Pin, kaos bergambar gunung merapi, dan sebagainya dengan harga 3000 - 50.000 rupiah. Anda bisa mempersiapkan perbekalan air dari sini, karena sepanjang pendakian, anda tidak akan menemukan mata air.&lt;br /&gt;Dari basecamp, perjalanan dilanjutkan menuju Joglo dengan jalur masih berupa jalan aspal yang menanjak dengan waktu tempuh kira-kira 10 menit. Joglo adalah sebuah bangunan berbentuk rumah joglo yang biasa digunakan pengunjung untuk menikmati pemandangan sekitar. Anda bisa memandangi eloknya gunung merbabu dengan jelas dari tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1H0dyJ8I/AAAAAAAAAKI/b4SY8YQH62o/s1600-h/new-selo.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373837926330410946" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1H0dyJ8I/AAAAAAAAAKI/b4SY8YQH62o/s200/new-selo.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; float: left; height: 140px; width: 232px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tempat ini sudah terlihat dari jalan raya karena terdapat sebuah baliho atau tulisan besar yang bertuliskan NEW SELO. sekilas tampak seperti lambang Hollywood di Amerika sana. saya sempat tersenyum saat melihat baliho tersebut, kreatifitas yang tinggi dari pembuatnya. Disini juga terdapat tempat parkir yang dapat menampung hingga 6 buah mobil, dan beberapa buah warung yang menjual makanan dan minuman ringan. warung2 ini hanya buka sampai sore hari, terkecuali pada saat musim pendakian.&lt;br /&gt;Dari Joglo, anda bisa melanjutkan perjalanan jalan setapak kecil yang berada disamping tempat ini menuju pos Tugu I. jalur yang akan anda lewati masih didominasi ladang penduduk dengan medan batuan kecil dan tanah yang pada musim kemarau akan sangat berdebu. Jika anda melakukan pendakian pada musim kemarau, sebaiknya anda menggunakan masker dan baju berlengan panjang. Banyak terdapat percabangan jalur di sepanjang trek pendakian, tapi berujung pada jalur yang sama. terserah anda memilih mana jalur yang kira2 nyaman untuk dilewati. Di Pos Tugu I ini terdapat sebuah tugu yang letaknya berada di sebuah punggungan, tingginya sekitar 1,5 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1IWKZmXI/AAAAAAAAAKQ/YNEoexNzFDY/s1600-h/jalur-ke-pasar-bubrah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373837935375915378" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1IWKZmXI/AAAAAAAAAKQ/YNEoexNzFDY/s200/jalur-ke-pasar-bubrah.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; float: left; height: 159px; width: 259px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Pos I Perjalanan dilanjutkan menuju Pos Tugu II, dengan jalur yang curam dan penuh bebatuan besar. perjalanan menuju pos ini memerlukan waktu sekitar 1,5 - 2 jam. Di pos ini juga terdapat sebuah tugu, sama seperti di pos sebelumnya. dari sini anda tinggal memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk menuju pasar bubrah. medan pendakian masih serupa dengan medan pendakian sebelumnya. menjelang pasar bubrah anda akan melewati sebuah beberapa memoriam yang berada pada sebuah dataran yang menjadi puncak sebuah punggungan. dari sini anda tinggal turun menuju pasar bubrah.Pasar bubrah berada pada sebuah lembahan yang dipenuhi batu - batu besar yang berserakan. dari sini terlihat 2 buah puncak. disebelah kiri anda adalah jalur menuju kawah woro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1IxqiZtI/AAAAAAAAAKY/ngxEYEQSKIo/s1600-h/di-pasar-bubrah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373837942758467282" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1IxqiZtI/AAAAAAAAAKY/ngxEYEQSKIo/s200/di-pasar-bubrah.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; float: left; height: 166px; width: 259px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dan di hadapan anda adalah jalur yang menuju ke puncak garuda. dari pasar bubrah menuju puncak garuda memerlukan waktu sekitar 1 jam dengan jalur yang sangat curam. medan yang anda hadapi adalah batuan vulkanis yang mudah longsor. sebaiknya anda berhati - hati karena angin kencang bisa datang setiap waktu. begitu juga dengan bahaya longsoran batu yang mungkin terinjak oleh pendaki diatas anda.&lt;br /&gt;pendakian dari selo menuju ke puncak gunung merapi memakan waktu 5-6 jam dan turunnya membutuhkan waktu 3 - 4 jam per jalanan.&lt;br /&gt;Pemandangan di Puncak Garuda sangat menakjubkan sekaligus mengerikan, gemuruh kawah dan asapnya serta tebing batu di sekitar kawah nampak menyeramkan. Tetapi dari puncak ini kita bisa saksikan kota-kota di kaki-kaki gunung seperti Yogyakarta, Boyolali dan &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1JfKclBI/AAAAAAAAAKg/QsoFD_sit3k/s1600-h/sunrise.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373837954971898898" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1JfKclBI/AAAAAAAAAKg/QsoFD_sit3k/s200/sunrise.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; float: left; height: 159px; width: 259px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Magelang, pesisir Lautan Hindia di kaki langit. Kalau beruntung, kita bisa menyaksikan matahari terbit yang kemerahan diufuk timur yang merupakan panorama alam yang sungguh menakjubkan.&lt;br /&gt;Untuk pendakian 2 (dua) gunung sekaligus (Climbing party), biasanya jalur yang dipakai adalah Kopeng - Puncak Merbabu - Selo - Puncak Merapi dan kembali ke Selo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terjadi keadaan darurat leat Jalur Selo, kita bisa menghubungi petugas Vulkanologi dan Polsek Selo, juga perangkat desa setempat dan diJalur Kaliurang kita bisa menghubungi pos Vulkanologi di Plawangan atau Pak Christian Awuy di Vogel Hostel yang merupakan Pos SAR Gunung Merapi, perlu dihubungi juga MAPAGAMA dan PALAPSI di kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta.&lt;br /&gt;Untuk Info contact akan saya update secepatnya, termasuk nomor kontak beberapa pemandu jika anda ingin menggunakan jasa guide yang bisa mengantar anda mencapai puncak gunung merapi.&lt;br /&gt;Selamat Mendaki, dan tetap ingat 3 perkara.&lt;br /&gt;Leave nothing but trace..&lt;br /&gt;Kill nothing but time..&lt;br /&gt;take nothing but picture..&lt;br /&gt;Salam Pendaki..&lt;br /&gt;Salam Pemuda Indonesia..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-4889719430330936723?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/4889719430330936723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/03/mendaki-gunung-merapi-begitu-murah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4889719430330936723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4889719430330936723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/03/mendaki-gunung-merapi-begitu-murah.html' title='MendaKI guNung Merapi Begitu Murah Begitu Mudah'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO3wBULMPI/AAAAAAAAAKo/pakwLvFduU4/s72-c/merapi4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-1274797775998243845</id><published>2010-03-01T23:37:00.007+08:00</published><updated>2010-03-02T00:35:57.193+08:00</updated><title type='text'>Sebuah Eksotika Air Terjun (Rampah) Menjangan, Loksado</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/S4vh9XIAkKI/AAAAAAAAAYA/rcWShxduMbY/s1600-h/Foto2245.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 332px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/S4vh9XIAkKI/AAAAAAAAAYA/rcWShxduMbY/s320/Foto2245.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443693018903253154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sungguh mahakarya luar biasa yang di anugrahkan Tuhan kepada bumi Loksado. Betapa tidak air terjun dengan ketinggian sekitar 25 meter ini sangat menakjubkan, dengan hempasan airnya yang sangat deras, membuat rasa lelah hilang seketika setelah berada di bawah air terjun. Anggota Mapala Apache telah melakukan perjalanan ke air terjun tersebut tanggal 29 Februari 2010. Untuk mencapai lokasi air terjun (rampah) Menjagan di butuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan, dari Desa Loksado, perjalanan dilanjutkan ke Desa Malaris kemudian ke Desa Loapanggang yang dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda 2. Dari  Desa Loapanggang dilanjutkan berjalan kaki, 1 jam pertama medan tidak begitu sulit, ketika mencapai 2 jam berikutnya, medan terasa menantang dengan mengarungi sisi air terjun kecil dibawahnya dan melalui medan dengan kemiringan 45 derajat, terdapat 3 air terjun sebelum mencapai tujuan, yaitu air terjun Lambin, Pemandian Anggang dan Jelatang, perjalanan dilanjutkan dengan mendaki anakan bukit dan berjalan di sepanjang punggung bukit. Medan terasa berat ketika hendak mencapai air terjun (rampah) Menjangan, diperlukan kekuatan fisik dan ketahanan tubuh dalam melalui medan ini,, setelah melalui perjalanan yang menguras emosi dan fisik, tibalah di tempat tujuan, rasa lelah itu hilang seketika setelah melihat betapa indahnya suasana air terjun yang masih asri dikelilingi lebatnya hutan pegunungan Meratus. Menyejukkan dan menentramkan pikiran, perjalanan yang luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-1274797775998243845?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/1274797775998243845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/03/sebuah-eksotika-air-terjun-rampah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1274797775998243845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1274797775998243845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2010/03/sebuah-eksotika-air-terjun-rampah.html' title='Sebuah Eksotika Air Terjun (Rampah) Menjangan, Loksado'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/S4vh9XIAkKI/AAAAAAAAAYA/rcWShxduMbY/s72-c/Foto2245.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-5150390446916143682</id><published>2009-12-30T21:38:00.017+08:00</published><updated>2009-12-30T22:50:17.088+08:00</updated><title type='text'>Berpulangnya Tokoh Nasional Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SztY0yMtdmI/AAAAAAAAAX4/36mkU6pPWlg/s1600-h/359007.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 203px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SztY0yMtdmI/AAAAAAAAAX4/36mkU6pPWlg/s320/359007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421024240322049634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un..&lt;br /&gt;Telah berpulang kerahmatullah K.H Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur, Beliau menghembuskan nafas terakhir di RSCM Jakarta Pusat pada tanggal 30 Desember 2009 pukul 18.45 WIB. Gus Dur wafat pada usia 69 tahun. Gus Dur lahir di Jombang, 7 September 1940. Orang yang pernah menjabat sebagai RI-1 sekaligus mantan ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dalam seminggu ini memang kelihatan agak sakit-sakitan walaupun beliau masih bisa beraktifitas, namun Allah berkehendak lain. Beliau telah pergi untuk selama-lamanya. Kami Keluarga Besar Mapala Apache turut berbela sungkawa atas berpulang kerahmatulloh tokoh besar, ulama, panutan, pimpinan kita K.H Abdurrahman Wahid, Semoga Amal Ibadah Beliau Diterima disisi Allah S.W.T dan bagi keluarga serta kerabat semoga dilapangkan dadanya dalam menerima cobaan ini. Kami tidak akan melupakan jasa-jasa Beliau terhadap negeri ini. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa akan jasa-jasa para pahlawan. Do'a kami akan selalu mengiringi. Amin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-5150390446916143682?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/5150390446916143682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/12/berpulangnya-tokoh-nasional-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5150390446916143682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5150390446916143682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/12/berpulangnya-tokoh-nasional-indonesia.html' title='Berpulangnya Tokoh Nasional Indonesia'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SztY0yMtdmI/AAAAAAAAAX4/36mkU6pPWlg/s72-c/359007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-5458421906093931918</id><published>2009-10-22T12:33:00.001+08:00</published><updated>2009-10-22T12:42:53.496+08:00</updated><title type='text'>Selamat datang Dangsanak hanyar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/St_iP_bF-II/AAAAAAAAAXw/59dYY3viaMU/s1600-h/calon2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 360px; height: 269px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/St_iP_bF-II/AAAAAAAAAXw/59dYY3viaMU/s320/calon2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395279642964129922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-5458421906093931918?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/5458421906093931918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/10/selamat-datang-dangsanak-hanyar.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5458421906093931918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5458421906093931918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/10/selamat-datang-dangsanak-hanyar.html' title='Selamat datang Dangsanak hanyar'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/St_iP_bF-II/AAAAAAAAAXw/59dYY3viaMU/s72-c/calon2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-209744053777596990</id><published>2009-10-01T11:28:00.014+08:00</published><updated>2009-10-01T12:18:05.135+08:00</updated><title type='text'>Indonesia Kembali Berduka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SsQjB1VGACI/AAAAAAAAAXk/DCXheh9SZPg/s1600-h/Pekanbaru_dariSumatra.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 219px; height: 161px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SsQjB1VGACI/AAAAAAAAAXk/DCXheh9SZPg/s320/Pekanbaru_dariSumatra.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387469568644349986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gempa Kembali Menggun- cang Indonesia. Gempa dengan kekuatan 7,6 SR Mengguncang Kota Lampung, 7,0 SR di Kota Jambi dan 5,1 SR di Kota Mentawai. Sungguh berita yang paling memilukan bagi kita semua, belum hilang rasanya dari ingatan kita gempa yang mengguncang Tasikmalaya beberapa waktu yang lalu, kini cobaan ini datang kembali. Ratusan nyawa melayang, Ribuan orang kehilangan tempat tinggal, Bangunan, sekolah, tempat ibadah hancur, kemana lagi kiranya tempat berteduh yang layak... Sungguh cobaan yang menyayat hati. Kini saatnya kita bahu membahu membantu saudara kita di Lampung dan sekitarnya yang terkena Musibah ini, uluran tangan anda sangat membantu walaupun sekecil apapun. Semoga bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa ditabahkan hatinya dan dilapangkan dalam menerima cobaan ini. &lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;KAMI SEGENAP ANGGOTA MAPALA APACHE TURUT BERBELA SUNGKAWA ATAS TERJADINYA MUSIBAH GEMPA DI PULAU SUMATERA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-209744053777596990?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/209744053777596990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/10/indonesia-kembali-berduka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/209744053777596990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/209744053777596990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/10/indonesia-kembali-berduka.html' title='Indonesia Kembali Berduka'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SsQjB1VGACI/AAAAAAAAAXk/DCXheh9SZPg/s72-c/Pekanbaru_dariSumatra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-6614890730896161949</id><published>2009-06-05T20:51:00.006+08:00</published><updated>2009-06-05T21:58:10.925+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Lingkungan Hidup Sedunia'/><title type='text'>Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_eeS-OMPtKX0/SikT_VpRCrI/AAAAAAAAAgM/pwD8YtjADBg/s1600-h/environment.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_eeS-OMPtKX0/SikT_VpRCrI/AAAAAAAAAgM/pwD8YtjADBg/s320/environment.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Seluruh Anggota Mapala Apache&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Mengucapkan Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 05 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-6614890730896161949?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/6614890730896161949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/06/selamat-hari-lingkungan-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6614890730896161949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6614890730896161949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/06/selamat-hari-lingkungan-2009.html' title='Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009'/><author><name>manusiahero</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_eeS-OMPtKX0/SN4vpuGixiI/AAAAAAAAAAo/sU0VpnurAlo/S220/d-tech.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eeS-OMPtKX0/SikT_VpRCrI/AAAAAAAAAgM/pwD8YtjADBg/s72-c/environment.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-713284544370788891</id><published>2009-06-01T15:43:00.014+08:00</published><updated>2009-06-01T16:16:22.790+08:00</updated><title type='text'>Holiday Camp 2009</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SiOHXEb97zI/AAAAAAAAAXI/fH9UKIRZEEo/s1600-h/paket1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 283px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SiOHXEb97zI/AAAAAAAAAXI/fH9UKIRZEEo/s400/paket1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342262413389328178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Holiday camp adalah kegiatan yang kami adakan dan kami tujukan untuk Mahasiswa(i) STMIK Banjarbaru, dengan tidak menutup kemungkinan kami mengikutsertakan kawa-kawan yang bukan berasal dari lingkungan kampus STMIK Banjarbaru, Holiday kali ini mengambil lokasi kedaerah Loksado, Hulu Sungai Selatan, kegiatan ini kami laksanakan pada tanggal 19 s/d 21 juni 2009.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain itu, tujukan kami mengadakan kegiatan Holiday Camp kali adalah untuk lebih mengakrabkan mapala Apache dengan kawan-kawan lainnya dilingkungan kampus STMIK Banjarbaru, sekaligus memperkenalkan keindahan alam yang dimiliki Kalimantan selatan kepada kawan-kawan mahasiswa yang awam dengan dunia pegunungan, mudah-mudahan dengan kegiatan ini kawan-kawan mahasiswa(i) STMIK Banjarbaru dapat lebih peka dengan kelestarian alam, dan kelestarian Pegunungan Meratus yang semakin hari semakin memprihatinkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 5pt; text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kami harapkan dari kegiatan ini, kawan-kawan akan sedikit lebih memahami dengan apa yang biasa disebut dengan global warming, kawan-kawan pasti akan dapat membandingkan perbedaan antara kotornya udara dunia perkotaan dengan segarnya udara dunia pegunungan. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:85%;"&gt;Dan mudaham saja kalian dapat menjawab pertanyaan kami “Sampai kapan udara segar tersebut dapat terjaga???”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jangan tambah lagi kerusakan di Meratus-ku…!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-713284544370788891?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/713284544370788891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/06/holiday-camp-adalah-kegiatan-yang-kami.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/713284544370788891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/713284544370788891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/06/holiday-camp-adalah-kegiatan-yang-kami.html' title='Holiday Camp 2009'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SiOHXEb97zI/AAAAAAAAAXI/fH9UKIRZEEo/s72-c/paket1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-7631300895645121737</id><published>2009-05-23T17:08:00.002+08:00</published><updated>2009-05-23T17:30:29.716+08:00</updated><title type='text'>Pemandian Anggang - Loksado</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/She-nQ6UXUI/AAAAAAAAAVQ/YuEEYKnpjcA/s1600-h/RECO0070.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 367px; height: 293px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/She-nQ6UXUI/AAAAAAAAAVQ/YuEEYKnpjcA/s320/RECO0070.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338945465034759490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah beberapa jam berjalan, akhirnya sampai juga ke Pemandian anggang, perjalanan yang sangat menantang sekaligus mengasikkan, dan setelah melewati 3 air terjun dan beberapa riam kecil, akhirnya kami disuguhi sebuah pemandangan yang sangat menyejukkan, "Pemandian anggang" walaupun itu bukan tujuan akhir kami, namun perjalanan kami kami sudahi di air terjun tiga tingkat yang berada diatas air terjun pemandian anggang, mungkin setelah final test dikampus nanti, perjalanan akan kami lanjutkan kembali, sampai ke sumbur air terjun tersebut berada...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;selain itu, setelah final nanti kita akan mencoba haiking ke Puncak Magaringsai, disana kami moncoba untuk merasakan sensasi cuaca dingin disiang hari, serta menikmati pemandangan puncak magaringsai...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;buat semua teman-teman Apache, selamat berjuang di petarungan Final Test nanti...!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/She9cFXzFHI/AAAAAAAAAVI/0EfTTOPGSk8/s1600-h/RECO0118.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 374px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/She9cFXzFHI/AAAAAAAAAVI/0EfTTOPGSk8/s320/RECO0118.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338944173446993010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-7631300895645121737?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/7631300895645121737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/05/pemandian-anggang-loksado.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/7631300895645121737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/7631300895645121737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/05/pemandian-anggang-loksado.html' title='Pemandian Anggang - Loksado'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/She-nQ6UXUI/AAAAAAAAAVQ/YuEEYKnpjcA/s72-c/RECO0070.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-5508725491921131930</id><published>2009-05-13T15:27:00.002+08:00</published><updated>2009-05-23T17:05:14.112+08:00</updated><title type='text'>Bebarapa Kawasan Meratus-Ku Hancur...!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/Sgp3gCV6yFI/AAAAAAAAAVA/YDSHSLouek8/s1600-h/tambang-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 405px; height: 270px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/Sgp3gCV6yFI/AAAAAAAAAVA/YDSHSLouek8/s320/tambang-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335208100842096722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hijau-ku menjadi menjadi debu, bening air-ku menjadi coklat keruh hijau berlumut...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disatu sisi pegunungan meratus aku masih bisa merasakan sejuknya udara, dan dinginnya cuaca, namun disisi lain aku merasakan panas menyengat, kering krontang, bahkan kuman saja malas hidup disana...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seandainya saja "dia" yang mengeruk perut Meratus-ku tinggal dan hidup di lubang bekas galian mereka, mungkin mereka akan tau rasanya apa yang telah mereka perbuat dengan Hutan-ku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memang aku mendapat bagian dari hasil galian mereka, ya!!! aku memang mendapat bagian, bagian yang mereka berikan kepada-ku adalah "air yang melimpah", "Sinar matahari yang sangat terang" dan "Salju coklat-hitam-merah tua", atau yang biasa orang sebuat dengan "Kabanjiran", "Pemanasan Global" dan "Debu pengangkut emas hitam"...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Daerah-ku memang mendapat royalti, tapi aku tidak tahu apakah aku dan saudara-saudara-ku telah menikmati hasil kekayaan alam meratus-ku, sering aku berandai-andai kalau saja kekayaan alam meratus-ku yang telah "dia" keruk hanya untuk-ku saja, maka aku dan seratus turunanku dapat hidup tanpa bekerja kesana-kemari...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut orang-orang, satu tahun saja sebagian meratus-ku dikeruk, maka akan dapat menghidupi seluruh daerahku selama 316 hari...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-5508725491921131930?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/5508725491921131930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/05/bebarapa-kawasan-meratus-ku-hancur.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5508725491921131930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5508725491921131930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2009/05/bebarapa-kawasan-meratus-ku-hancur.html' title='Bebarapa Kawasan Meratus-Ku Hancur...!!!'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/Sgp3gCV6yFI/AAAAAAAAAVA/YDSHSLouek8/s72-c/tambang-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-5686540692636453494</id><published>2009-04-11T11:29:00.001+08:00</published><updated>2009-04-11T04:02:16.699+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saatnya Mendengarkan Janji-janji Lagi ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SQKW66U0LEI/AAAAAAAAARQ/az8yOHEl3W8/s1600-h/excombatan-water.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 281px; height: 184px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SQKW66U0LEI/AAAAAAAAARQ/az8yOHEl3W8/s320/excombatan-water.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260933253555301442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tanggal 9 April 2009, Indonesia akan menggelar kembali dengan apa yang dinamakan pesta demokrasi, pesta yang selalu dijadikan arena mengubar janji, pesta yang menjadikan menjamurnya orang-orang yang merasa sok bersih, sok penyelamat, sok paling baik, sok baik hati, sok merasa paling hebat, dan sok-sokan lainn&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ya, masyarakat kecil seakan-akan dijanjikan surga, namun selesai pesta meraka ditendang, mereka dilupakan, dan akhir-akhirnya mereka jualah yang terlindas oleh kekuasan yang sangat mementingkan kelompok, kelompok dengan kedok Demokrasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalau boleh berandai, Presiden &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; nantinya adalah seorang anggota pecinta alam ataupun anggota LSM-LSM peduli lingkungan. Atau paling tidak Gubernur kita nantinya adalah seorang pecinta lingkungan. Apakah sekarang kesempatan kita untuk mencari manusia-manusia yang benar-benar peduli dengan kelestarian alam, akan lebih baik kalau seandainya orang-orang yang akan duduk di legislatif dan yudikatif nantinya adalah orang-orang yang peduli akan alam. Sudah terlalu lama Alam kita dijarah, sudah terlalu sering Alam kita dihancurkan, dimanfaatkan setelah itu ditinggalkan, lagi-lagi atas nama kesejahteraan rakyat mereka mengeruk sepuas-puasnya kekayaan bumi Indonesia tanpa menghiraukan kerusakan lingkungan itu yang ditimbulkan dari keserakahan mereka tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Politisi tetaplah politisi, politik tetaplah politik, jago mengubar janji dan jago berkoar, atas nama rakyat mereka berteriak namun akhirnya kelompok mereka sendirilah yang mereka pentingkan. Sekarang dimana posisi kita sebagai anggota Pecinta Alam, apakah lebih baik kita menutup mata saja ataukah kita harus berdiri mendengarkan janji-janji kosong mereka. Sekarang yang perlu dipertanyakan “Adakah tokoh-tokoh pemerhati lingkungan yang dicalonkan untuk menjadi anggota legislatif”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pecinta alam mempunyai Basis yang sangat luas, inikah saatnya kita mendengarkan janji-janji mereka lagi, akankah diantara janji mereka yang akan menyelamatkan alam kita, Save Our Meratus.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-5686540692636453494?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/5686540692636453494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/10/normal-0-false-false-false.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5686540692636453494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5686540692636453494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/10/normal-0-false-false-false.html' title=''/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SQKW66U0LEI/AAAAAAAAARQ/az8yOHEl3W8/s72-c/excombatan-water.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-5510107927907803820</id><published>2008-07-29T16:26:00.004+08:00</published><updated>2008-07-29T16:46:22.542+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  class="MsoPlainText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Urusan Perut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoPlainText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SI7YkiiRGcI/AAAAAAAAANE/oAY5DyOXW68/s1600-h/DSCN0606.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 259px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SI7YkiiRGcI/AAAAAAAAANE/oAY5DyOXW68/s320/DSCN0606.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228354339681147330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagi para petualang, Expedisi adalah hal biasa mereka lakukan, perjalanan berhari-hari melewati hutan belantara serta perbukitan dan pegunungan bagi meraka adalah kesenangan. Dalam melakukan sebuah Expedisi yang akan memakan waktu berminggu-minggu, perencanaa perbekalan konsumsi sangat perlu untuk diperhitungkan sebaik mungkin dan setepat mungkin, walaupun para pecinta alam hampir semuanya telah dibekali dengan latihan survival latihan yang membuat mereka bisa memanfaatkan tumbuhan sekitar mereka dihutan belantara untuk bertahan hidup, namun tidak ada salahnya sebelum berangkat expedisi urusan perut diberikan perhatian lebih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoPlainText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Perencanaan perbekalan merupakan salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus. Sebelum kita menetukan perbekalan konsumsi yang akan kita bawa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti: Lamanya perjalanan, kondisi &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; (Terjal, hutan belantara, dll), serta beban yang kita bawa selama perjalanan expedisi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoPlainText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tidak ada salahnya perbekalan yang dibawa memperhitungkan nilai kalori yang memadai, berada berminggu-minggu didalam hutan belantara adalah untuk kesenangan dan kepuasan bukan untuk menyakiti diri sendiri. Perjalanan panjang dan melelahkan tentulah akan sangat mengurus tenaga kita, oleh karena itu asupan energi yang masuk ketubuh kita harus berbanding dengan energi yang kita keluarkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoPlainText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Beberapa hal aspek yang perlu diperhatikan dalam perbekalan kita antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p  class="MsoPlainText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kandungan kalori&lt;br /&gt;-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Makanan tahan lama&lt;br /&gt;-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gampang dalam hal penyajian&lt;br /&gt;-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ringan dan murah&lt;br /&gt;-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bisa untuk melawan dinginnya cuaca&lt;br /&gt;-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang paling penting makanan tersebut aman untuk dikonsumsi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoPlainText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam 1 hari, perjalanan expedisi hampir memakan waktu sekitar 5-10 jam, yang melewati turunan serta tanjakan terjal, lebih dari 2000 kalori yang kita keluarakan dalam perjalanan tersebut, oleh sebab itu kita harus mengganti kalori yang telah kita keluarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoPlainText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kalori dapat kita peroleh dari protein, lemak dan juga hidrat arang. Beberapa sumber kalori antara lain (tiap 100gr) :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                            &lt;p  class="MsoPlainText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nasi &lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;178 kal&lt;br /&gt;Kentang &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;90 &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kal&lt;br /&gt;Singkong &lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;140 kal&lt;br /&gt;Roti &lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;248 kal&lt;br /&gt;Biskuit &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;458 kal&lt;br /&gt;Gula pasir &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;364 kal&lt;br /&gt;Madu &lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;294 kal&lt;br /&gt;Coklat manis &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;472 kal&lt;br /&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Tempe&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;119 kal&lt;br /&gt;Kacang tanah &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;360 kal&lt;br /&gt;Telur ayam &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;162 kal&lt;br /&gt;Dendeng &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;433 kal&lt;br /&gt;Sardens &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;338 kal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoPlainText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Namun expedisi adalah expdisi, perjalanan jauh menjadi bawaan yang ringan dan gampang menjadi fokus utama… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p face="arial" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selamat ber Expedisi ria&lt;br /&gt;Hutanmu-Hutanku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hutanku-Hutanmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-5510107927907803820?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/5510107927907803820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/07/urusan-perut-bagi-para-petualang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5510107927907803820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5510107927907803820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/07/urusan-perut-bagi-para-petualang.html' title=''/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SI7YkiiRGcI/AAAAAAAAANE/oAY5DyOXW68/s72-c/DSCN0606.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-6128592643465464366</id><published>2008-07-15T13:26:00.004+08:00</published><updated>2008-07-15T13:43:02.602+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hijauku menjadi Coklat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SHw3kFriURI/AAAAAAAAAMI/CyumUX9MuCU/s1600-h/tam1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223110760982532370" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SHw3kFriURI/AAAAAAAAAMI/CyumUX9MuCU/s320/tam1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tuhan menciptakan alam untuk kita umat manusia, untuk dipergunakan seperlunya namun harus dijaga kelestariannya, kita di larang untuk berbuat kerusakan dimuka bumi, baik itu kerusakan harfiah maupun kerusakan lahiriah, namun keserakahan selalu menutup mata dan telingan manusia. Tidak sedikit hutan dan pegunungan yang dulunya hijau, bersih serta begitu nyaman untuk dilihat sekarang berubah menjadi lubang-lubang raksasa, coklat serta begitu ngeri untuk dilihat. Dengan alasan ekonomi hal-hal tersebut terjadi, hutan yang gundul akibat penebangan, lubang-lubang yang menganga bekas pertambangan, semua dilakukan tanpa adanya niat untuk mereklamasi kerusakan-kerusakan yang dibuat, ibarat pribahasa “Habis manis sepah dibiarkan menganga”.&lt;br /&gt;Emas-emas hitam, serta hasil tambang lainnya telah banyak keluar dari perut bumi Kalimantan Selatan, namun masih banyak masyarakat kalimantan selatan yang berada dibawah garis kemiskinan, dengan dalih untuk memajukan perekonomian masyarakat dan memakmurkan bumi Kalimantan, maka ijin-ijin HPH dan ijin pertambangan dikeluarkan, namun dalih tersebut hanyalah isapan jempol belaka.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SHw3kcWmHwI/AAAAAAAAAMQ/2bAA8U9D97k/s1600-h/VanuaLevuSouthCoast.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223110767068716802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="157" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SHw3kcWmHwI/AAAAAAAAAMQ/2bAA8U9D97k/s320/VanuaLevuSouthCoast.jpg" width="276" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pegunungan Meratus yang membentang dari selatan hingga utara di propinsi Kalimantan selatan sekarang tidaklah se-Hijua dulu, sekarang hanya tinggal beberapa saja kawasan di pegunungan meratus yang hutannya benar-benar masih perawan, itupun beberapa tahun kemudian akankan masih seperti itu mengingat kandungan nilai ekonomi dikawasan tersebut sangatlah tinggi. Teriakan-teriakan kawan-kawan permerhati lingkungan dan kawan-kawan pencinta alam bagi pemerintah hanyalah sebuah angin lewat, yang tidak perlu ditanggapi dan hanya perlu dijawab “Siapa sih you…!!!!”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-6128592643465464366?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/6128592643465464366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/07/hijauku-menjadi-coklat-tuhan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6128592643465464366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6128592643465464366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/07/hijauku-menjadi-coklat-tuhan.html' title=''/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SHw3kFriURI/AAAAAAAAAMI/CyumUX9MuCU/s72-c/tam1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-5475668694549028578</id><published>2008-07-15T13:21:00.001+08:00</published><updated>2008-07-15T13:44:45.320+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Just Kidding&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bertahun-tahun, saya heran kenapa sih Indonesia "Tidak maju-maju" meski mereka sudah merdeka 60 tahun lebih. Tapi sekarang...saya sudah tahu alasannya. Berdasarkan data statistik:&lt;br /&gt;Jumlah penduduk Indonesia ada 225 juta. 100 juta di antaranya adalah para pensiunan dan anak-anak. Jadi yang kerja cuma 125 juta.&lt;br /&gt;Jumlah pelajar dan mahasiswa adalah 78 juta. Jadi tinggal 47 orang yang kerja. Yang kerja buat pemerintah pusat jadi pegawai negeri ada 31 juta, jadi tinggal 16 juta yang kerja (karena PNS cuma main catur dan baca koran).&lt;br /&gt;Ada 4,5 juta yang jadi TNI dan Polisi. Jadi tinggal 11,5 juta yang kerja (karena TNI dan Polisi tidak ada kerjaan).&lt;br /&gt;Ada lagi yang kerja di pemerintahan daerah dan departemen-departemen lain jumlahnya 10.500.000. Jadi sisanya tinggal 1.000.000. Yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia ada 888.000. Jadi sisa 112.000 orang saja yang kerja.&lt;br /&gt;Ada 111.998 orang yang di penjara. Jadi tinggal sisa dua orang saja yang masih bisa kerja. Siapa mereka??? Yaaa...tentu saja SAYA dan ANDA! Tapi kan sekarang ANDA lagi asyik baca buku sambil cekikak-cekikik sendiri. Jadi tinggal saya sendiri dong yang kerja!!!! Pantes aja kalau begini Indonesia tidak maju-maju........! (ahm)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.okezone.com/"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;www.okezone.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-5475668694549028578?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/5475668694549028578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/07/just-kidding-bertahun-tahun-saya-heran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5475668694549028578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5475668694549028578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/07/just-kidding-bertahun-tahun-saya-heran.html' title=''/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-4273861370746148479</id><published>2008-04-21T20:43:00.005+08:00</published><updated>2008-04-21T21:29:46.752+08:00</updated><title type='text'>Save Our Meratus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyOu0iHPcI/AAAAAAAAALw/sIEXHrWYFeo/s1600-h/rain+forest.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyOu0iHPcI/AAAAAAAAALw/sIEXHrWYFeo/s200/rain+forest.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191681405478190530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyNXkiHPZI/AAAAAAAAALY/ivNzfUmACQ0/s1600-h/rain+forest.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pegunungan Meratus merupakan kawasan hutan alami yang tersisa di Propinsi Kalim&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyNXkiHPZI/AAAAAAAAALY/ivNzfUmACQ0/s1600-h/rain+forest.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;antan Selatan, terbentang dari arah Tenggara sampai Utara yang berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur. Daerah ini berupa daerah yang berbukit-bukit dengan berbagai formasi ekosistem, sebagian besar kawasann&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyNXkiHPZI/AAAAAAAAALY/ivNzfUmACQ0/s1600-h/rain+forest.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;ya masih ditutupi oleh hutan, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi yang didominasi oleh hutan Dipterocarpaceae dan hutan hujan pegunungan. Secara administratif, kawasan ini mencaku&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyNXkiHPZI/AAAAAAAAALY/ivNzfUmACQ0/s1600-h/rain+forest.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyNXkiHPZI/AAAAAAAAALY/ivNzfUmACQ0/s1600-h/rain+forest.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyNXkiHPZI/AAAAAAAAALY/ivNzfUmACQ0/s1600-h/rain+forest.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;10 &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyNXkiHPZI/AAAAAAAAALY/ivNzfUmACQ0/s1600-h/rain+forest.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;dari 13 Kab&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyNXkiHPZI/AAAAAAAAALY/ivNzfUmACQ0/s1600-h/rain+forest.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;upaten di Propinsi Kalimantan Selatan, yaitu: Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Baru, sebagian yang lain termasuk wilayah Propinsi Kalimantan Timur. Semua wilayah adminsitratif tersebut sangat berg&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyNXkiHPZI/AAAAAAAAALY/ivNzfUmACQ0/s1600-h/rain+forest.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;antung kepada kondisi kesehatan kawasan pegunungan Meratus, diantaranya sebagai daerah tangkapan air yang vital untuk pertanian, industri, sumber energi, sumber air minum dan kebutuhan domestik lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak dapat dipungkiri, Kawasan Pegunungan Meratus sekarang ini sangat rentan dengan kerusakan, dan bukan tidak mungkin apabila ini dibiarkan suatu saat nanti kawasan Pegunungan Meratus hanya akan menjadi lahan yang gundul dan jauh akan hamparan hijau pepohonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua image diatas, terdapat perbedaan yang sangat kontras yang terjadi di salah satu sudut kawasan Pegunungan Meratus, disalah satu sudut kita dapat melihat kawasan yang masih sangat perawan, tegakan pepohonan yang menjulang tinggi dengan diselimuti embun, pada tegakan-tegakan pohon tersebut kita dapat melihat lumut-lumut hijau membalut pohon-pohon tersebut, menandakan keaslian hutan Pegunungan Meratus, tapi akankah dan sampai kanapnkan kita akan melihat Pemandangan Hutan Hujan Pegunungan Meratus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyOvUiHPeI/AAAAAAAAAMA/xSOBFhIW7to/s1600-h/Perjalanan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyOvUiHPeI/AAAAAAAAAMA/xSOBFhIW7to/s200/Perjalanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191681414068125154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Pada i&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mage lainnya, kita melihat salah satu sudut di kawasan Pegunungan Meratus, tanpa banyak berkomentar semoga saja tidak pernah bertambah pemandangan tersebut, hutanku terkikis oleh mesin-mesin, hijauku berganti dengan kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Save Our Meratus...!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-4273861370746148479?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/4273861370746148479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/04/save-our-meratus.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4273861370746148479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/4273861370746148479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/04/save-our-meratus.html' title='Save Our Meratus'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SAyOu0iHPcI/AAAAAAAAALw/sIEXHrWYFeo/s72-c/rain+forest.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-5931905732718682606</id><published>2008-01-12T17:12:00.000+08:00</published><updated>2008-01-12T17:20:30.318+08:00</updated><title type='text'>Mapala Apache "Holiday Camp"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/R4iE2QsO3oI/AAAAAAAAALQ/YJ6y0nvh-gg/s1600-h/lima.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/R4iE2QsO3oI/AAAAAAAAALQ/YJ6y0nvh-gg/s200/lima.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5154515841253826178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah 1 semester menjalani perkuliahan, dan beberapa hari menjalani pertempuran dengan soal-sola ujian semester ganjil, tidak ada salahnya untuk menghilangkan kepenatan tersebut sesekali teman-teman mahasiswa untuk merasakan kehidupan di alam pegunungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beberapa orang teman-teman dari anggota Mapala Apache STMIK banjarbaru berinisiatif untuk mengajak teman-teman mahasiswa lainnya untuk bersama-sama kemping di alam bebas, menikmati pemandangan pegunungan dan perbukitan, serta petualangan kecil dalam melakukan perjalanan menuju tempat tujuan.&lt;br /&gt;Acara tersebut kami sebut dengan Holiday Camp. untuk keteranan lebih lanjut tentang Holiday Camp, teman-teman mahasiswa(i) dapat mengclick link "Informasi Holiday Camp".&lt;br /&gt;Hutan bukanlah tempat yang angker, bukanlah tempat yang menakutkan. Hutan dan pegunungan sangatlah indah dan sulit untuk dilupakan, perjalanan kecil dipinggiran hutan ditengah pegunungan merupakan sebuah petualangan kecil yang mengasyikkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-5931905732718682606?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/5931905732718682606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/01/mapala-apache-holiday-camp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5931905732718682606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/5931905732718682606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2008/01/mapala-apache-holiday-camp.html' title='Mapala Apache &quot;Holiday Camp&quot;'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/R4iE2QsO3oI/AAAAAAAAALQ/YJ6y0nvh-gg/s72-c/lima.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-497772330245989587</id><published>2007-12-17T16:09:00.000+08:00</published><updated>2007-12-17T16:15:35.818+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sungguh sebuah anugrah yang luar biasa yang diberikan oleh sang maha pencipta kepada kita, tanpa kita pinta kita dapat hidup didunia yang seindah ini, terhampar luas jutaan hijau dedaunan, hamparan luas sepanjang mata memandang, kita nikmati tanpa kita sadari, belaian angin suci tanpa asap tanpa polusi, kita hirup seakan menghilangkan dahaga hati akan kedamian, ribuan kicauan burung seakan memuji tuhannya, terdengar indah dan merdu. Selalu terbesit pertanyaan “Siapa Aku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gemercik air, putih, bersih, mengalir, kemarin, hari ini, sekarang, esok, lusa, siapa yang mengalirkan, bukan aku, bukan kamu, bukan dia juga bukan kalian, jadi siapa aku, siapa kamu, siapa dia, juga, siapa kalian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kita hanya manusia, dan kita punya tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-497772330245989587?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/497772330245989587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/12/sungguh-sebuah-anugrah-yang-luar-biasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/497772330245989587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/497772330245989587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/12/sungguh-sebuah-anugrah-yang-luar-biasa.html' title=''/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-3450422721014487876</id><published>2007-11-03T14:43:00.000+08:00</published><updated>2007-11-03T15:28:48.271+08:00</updated><title type='text'>Akankah Bumi ku seperti ini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/Rywiv5NkHBI/AAAAAAAAAKo/aIUFMCf-6p8/s1600-h/Global+Warming.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 254px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/Rywiv5NkHBI/AAAAAAAAAKo/aIUFMCf-6p8/s200/Global+Warming.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128512281875061778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;foto : www.oldorchardcinemapub.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-3450422721014487876?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/3450422721014487876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/11/akankah-bumi-ku-seperti-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/3450422721014487876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/3450422721014487876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/11/akankah-bumi-ku-seperti-ini.html' title='Akankah Bumi ku seperti ini'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/Rywiv5NkHBI/AAAAAAAAAKo/aIUFMCf-6p8/s72-c/Global+Warming.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-3280651241811870274</id><published>2007-11-03T14:04:00.000+08:00</published><updated>2007-11-03T14:30:33.556+08:00</updated><title type='text'>Bumi Butuh Ekonomi Rendah Karbon</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RywTeJNkG-I/AAAAAAAAAKU/GqHbhjEq9es/s1600-h/image.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 325px; height: 215px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RywTeJNkG-I/AAAAAAAAAKU/GqHbhjEq9es/s200/image.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128495484257967074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Foto : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;www.lahomelessblog.org&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Manesar, India (ANTARA News) - Perubahan iklim yang kian mengancam kehidupan di planet Bumi membutuhkan langkah kongkret pembangunan ekonomi rendah karbon, yakni sistem ekonomi yang menghasilkan seminim mungkin gas karbon dioksida (CO2), gas penyebab utama pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Perubahan iklim terkait erat dengan pembangunan sektor ekonomi, tapi hingga kini tidak ada satu negara pun yang mengembangkan ekonomi rendah karbon," kata Sunita Narain, Direktur Pusat Sains dan Lingkungan Hidup India, dalam lokakarya jurnalis Asia tentang perubahan iklim dan pembangunan manusia, di India, Selasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut Sunita, gagalnya upaya penurunan emisi karbon dalam kerangka Protokol Kyoto membuktikan bahwa seharusnya tiap negara mengupayakan jenis sistem ekonomi yang rendah emisi karbon, yang efektif dan tidak boros konsumsi energi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Inti masalah perubahan iklim terletak di besarnya konsumsi energi di negara-negara maju," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Besaran konsumsi energi kemudian mendesak pasokan energi dari sumber lain, salah satunya bahan bakar nabati (biofuel).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Tapi lantas biofuel memunculkan masalah baru, harga makanan naik karena alokasi lahan beralih ke tanaman-tanaman untuk biofuel," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bahkan bila semua tanah di Amerika ditanami tanaman biofuel, etanol yang dihasilkan hanya akan bisa menggantikan 12 persen total konsumsi minyak negeri itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Kita harus mengurangi konsumsi, itu saja jawaban untuk perubahan iklim," tegas Sunita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Konsumsi besar-besaran negara maju terus menjadi kritik pedas ketidakadilan penanganan perubahan iklim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di Amerika Serikat, angka kepemilikan mobil adalah satu mobil untuk tiap 2,2 orang. Angka tersebut tentu sangat besar dibandingkan dengan India yang tiap satu mobilnya rata-rata dimiliki oleh 145,9 orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari angka itu, bisa diperkirakan berata besar ketimpangan konsumsi energi antara negara maju dan negara kaya, sehingga tak heran bila emisi per kapita negara kaya seperti Amerika Serikat dan Australia mencapai 20,14 dan 20,24 jauh melampaui rata-rata dunia yang hanya 4,37 ton karbon per tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara itu negara-negara berkembang dan miskin seperti Kenya, Bangladesh, dan Nepal emisi karbonnya bahkan tidak sampai 1 ton per tahun.(*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;www.antara.co.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RywQ2ZNkG9I/AAAAAAAAAKM/e0k9uLvhhuE/s1600-h/industri.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-3280651241811870274?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/3280651241811870274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/11/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/3280651241811870274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/3280651241811870274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/11/blog-post.html' title='Bumi Butuh Ekonomi Rendah Karbon'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RywTeJNkG-I/AAAAAAAAAKU/GqHbhjEq9es/s72-c/image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-1638358889763803926</id><published>2007-10-27T16:05:00.000+08:00</published><updated>2007-10-27T16:59:53.642+08:00</updated><title type='text'>Menguak Kekayaan Burung di Pegunungan Meratus</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RyL31JNkG8I/AAAAAAAAAKE/pe1iXtmg7zI/s1600-h/Ciconia+Stormi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 201px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RyL31JNkG8I/AAAAAAAAAKE/pe1iXtmg7zI/s400/Ciconia+Stormi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125931818278984642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Kenapa bur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;ung, ada apa dengan burung, apa sih gunanya menguak kekayaan burung di Pegunungan Meratus, mungkin itulah pertanyaan yang akan keluar pertama kali jika mendengar tulisan ini. namun rasanya tidak perlu dijawab pertanyaan tersebut dan biarkanlah pertanyaan tersebut dijawab oleh yang bertanya itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Pegunungan Meratus merupakan kawasan hutan alami yang tersisa di Propinsi Kalimantan selatan, terbentang dari arah tenggara sampai Utara yang berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur. Daerah ini berupa daerah yang berbukit-bukit dengan berbagai formasi ekosistem, sebagian besar kawasannya masih ditutupi oleh hutan, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi yang didominasi oleh hutan Dipterocarpaceae dan hutan hujan pegunungan. Secara administratif, kawasan ini mencakup 10 dari 13 Kabupaten di Propinsi Kalimantan Selatan, yaitu: Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Baru, sebagian yang lain termasuk wilayah Propinsi Kalimantan Timur. Semua wilayah adminsitratif tersebut sangat bergantung kepada kondisi kesehatan kawasan pegunungan Meratus, diantaranya sebagai daerah tangkapan air yang vital untuk pertanian, industri, sumber energi, sumber air minum dan kebutuhan domestik lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Pegunungan Meratus juga menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang sangat menarik. Salah satu potensi keanekaragaman hayati yang menarik adalah Burung. Dalam sebuah survey (Meratus Expedition 2005) yang dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari perwakilan &lt;i&gt;YCHI&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;BICONS &lt;/i&gt;serta masyarakat lokal (dari &lt;i&gt;PIM&lt;/i&gt;, Malaris - Loksado), dengan tajuk &lt;i&gt;Mountain Meratus Conservation Management &lt;/i&gt;(MMCM), dijumpai sedikitnya 316 jenis burung dari 47 suku. Namun 316 jenis ini masih belum menggambaran secara keseluruhan keanekaan jenis burung di kawasan Pegunungan Meratus, oleh karena cakupan wilayah survey yang tidak terlalu luas serta survey dilakukan pada satu musim saja dan belum pada musim migrasi burung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Lima suku yang paling sering dijumpai di daerah ini, antara lain: Muscicapidae (Burung sikatan)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebanyak 24 jenis ,Timaliidae (Burung pengoceh) sebanyak 24 jenis, Pycnonotidae (Burung cucak) sebanyak 23 jenis, Nectariniidae (Burung madu dan Pijantung) sebanyak 18 jenis dan Accipitridae (Burunf Elang) sebanyak 17 jenis. Dan yang menarik adalah lima dari jenis dari suku Muscicapidae merupakan jenis migran, yaitu Sikatan kerongkongan – merah &lt;i&gt;Ficedula parva,&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; Sikatan emas&lt;i&gt; Ficedula zanthopygia, &lt;/i&gt;Sikatan bubik &lt;i&gt;Muscicapa dauurica, &lt;/i&gt;Sikatan burik &lt;i&gt;Muscicapa griseisticta &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;dan Sikatan sisi-gelap&lt;i style=""&gt; &lt;span style=""&gt;Muscicapa sibirica.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Survey (Meratus Expedition) yang dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pada bulan Mei dan bulan Agustus, menjumpai 18 jenis burung migran pada expedisi pertama (bulan Mei), diantaranya Trinil ekor-kelabu &lt;i&gt;Tringa brevipes, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kecici siberia &lt;i&gt;Locustella ochotensis &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;dan Elang-alap cina&lt;i style=""&gt; &lt;span style=""&gt;Accipiter soloensis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; dan pada expedisi kedua dijumpai sebanyak 11 jenis diantaranya Elang Tiram &lt;i&gt;Pandion haliaetus, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Elang Paria &lt;i&gt;Milvus migrans &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;dan Kecici lurik &lt;i&gt;Locustella lanceolata, &lt;/i&gt;jumlah keseluruhan jenis burung migran yang dijumpai sebanyak 25 jenis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Selain banyaknya jenis burung migran yang terlihat, 29 jenis burung (dari 316 jenis burung yang dijumpai) masuk dalam kategori IUCN dengan status &lt;span style=""&gt;Endangered&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;(Betet-Kelapa Filipina &lt;i&gt;Tanygnathus lucionensis, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Bangau Storm &lt;i&gt;Ciconia storm&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;i), &lt;span style=""&gt;Vulnerable&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;(Elang Wallace &lt;i&gt;Spizaetus nanus, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Sempidan Kalimantan &lt;i&gt;Lophura bulweri, &lt;/i&gt;Pergam kelabu &lt;i&gt;Ducula pickeringii, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Julang dompet &lt;i&gt;Aceros subruficollis, &lt;/i&gt;Cucak rawa &lt;i&gt;Pycnonotus zeylanicus, &lt;/i&gt;Pelanduk Kalimantan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Malacocincla perspicillata&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"   lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;dan Tepus dada putih&lt;i&gt; Stachyris grammiceps&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;) dan 20 jenis dengan status &lt;span style=""&gt;Near-Threatened&lt;/span&gt;, disamping itu dua puluh sembilan jenis masuk dalam daftar CITES Appendix II. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Jenis burung yang ditemui juga banyak jenis yang dilindungi oleh perundangan Nasional (UU No 5 Tahun 1990 dan PP No 7 tahun 1999). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dari 316 jenis, 72 jenis diantaranya merupakan jenis yang dilindungi, antara lain Alap-alap Dahi-Putih &lt;i&gt;Microhierax latiforns, &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Paok Kepala-Biru &lt;i&gt;Pitta baudii &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Enggang Klihingan&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Anorrhinus galeritus. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;enis burung Endemik Kalimantan, juga banyak ditemui, 25 jenis burung di jumpai pada dua kali survey, antara lain &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Luntur Whitehead&lt;/span&gt; &lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Harpactes whiteheadi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;dan&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;Buntut-Tumpul Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Urosphena whiteheadi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sangat disayangkan bahwa keberadaan burung-burung di kawasan ini berada di bawah ancaman sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Mengapa? Daerah-daerah tempat habitat burung yang menyukai tutupan hutan lebat dan sering beraktivitas di lantai hutan kini mulai hilang dikarenakan konversi lahan, fragmentasi dan alterasi habitat akibat dari kebijakan yang tidak pro lingkungan dan lemahnya penegakan hukum. Pemberian ijin konsesi perkebunan skala besar, penambangan dan HPH semakin meningkat di daerah ini. Bahkan, lokasi konsesi tidak jarang berada dalam kawasan lindung dan kawasan (hak ulayat) masyarakat adat Dayak Meratus. Apa yang bisa kita lakukan? Apakah kita hanya berdiam diri?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-1638358889763803926?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/1638358889763803926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/10/menguak-kekayaan-burung-di-pegunungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1638358889763803926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/1638358889763803926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/10/menguak-kekayaan-burung-di-pegunungan.html' title='Menguak Kekayaan Burung di Pegunungan Meratus'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RyL31JNkG8I/AAAAAAAAAKE/pe1iXtmg7zI/s72-c/Ciconia+Stormi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-7685825705014282517</id><published>2007-09-15T16:55:00.000+08:00</published><updated>2007-09-15T17:06:00.376+08:00</updated><title type='text'>Selamat menunaikan Ibadah Puasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Seluruh anggota Mahasiswa Pecinta Alam Apache&lt;br /&gt;STMIK Banjarbaru&lt;br /&gt;Mengucapkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat menunaikan Ibadah Puasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh tuhan yang maha kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-7685825705014282517?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/7685825705014282517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/09/seluruh-anggota-mahasiswa-pecinta-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/7685825705014282517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/7685825705014282517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/09/seluruh-anggota-mahasiswa-pecinta-alam.html' title='Selamat menunaikan Ibadah Puasa'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-6457386629183493767</id><published>2007-08-15T13:41:00.004+08:00</published><updated>2009-02-06T02:24:07.595+08:00</updated><title type='text'>Selamat Ulang Tahun Kampus Kami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYsp-WGXKbI/AAAAAAAAAUg/FuDCrjjqAEc/s1600-h/Lambang1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 270px; height: 228px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYsp-WGXKbI/AAAAAAAAAUg/FuDCrjjqAEc/s320/Lambang1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299375537592412594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Segenap Anggota&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mahasiswa Pecinta Alam Apache STMIK Banjarbaru Mengucapkan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Selamat Ulang Tahun&lt;br /&gt;STMIK Banjarbaru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang Ke- 6&lt;br /&gt;Semoga Selalu Menjadi Yang Terdepan&lt;br /&gt;Dalam Menghasilkan Mahasiswa Yang Berkualitas&lt;br /&gt;Dan Memiliki Wawasan Dalam Bidang Teknologi, Sains, Dll&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-6457386629183493767?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/6457386629183493767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/08/selamat-ulang-tahun-negeri-kami_21.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6457386629183493767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6457386629183493767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/08/selamat-ulang-tahun-negeri-kami_21.html' title='Selamat Ulang Tahun Kampus Kami'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYsp-WGXKbI/AAAAAAAAAUg/FuDCrjjqAEc/s72-c/Lambang1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-700041346581706235</id><published>2007-08-14T15:36:00.000+08:00</published><updated>2007-08-14T15:43:49.831+08:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Kawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RsFdFbEzfQI/AAAAAAAAAEw/muu-PJa3F8k/s1600-h/w_atum1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 155px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RsFdFbEzfQI/AAAAAAAAAEw/muu-PJa3F8k/s320/w_atum1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5098458600908750082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selamat berkabung kawan, selamat bergabung di keluarga Mapala Apache STMIK Banjarbaru, Selamat datang kawan kami Ni’matum Munawarah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah selesai melaksanakan Latihan Dasar dan Latihan Pemantapan yang dilaksanakan minggu kemarin di kawasan Tahura Sultan Adam, Mandiangin. Akhirnya saudara kami yang biasa kami panggil xl resmi menjadi Anggota Penuh Mapala Apache STMIK Banjarbaru dengan nomor register M-APC.07/PC/010.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mari kita bersama-sama membangun organisasi Mapala Apache yang baru lahir dilingkungan kampus kita STMIK Banjarbaru, kita bersama-sama memulai membangun organisasi ini dari nol, tanpa pengalaman sama sekali. Teruslah maju xl, teruslah maju Apache.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-700041346581706235?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/700041346581706235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/08/selamat-datang-kawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/700041346581706235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/700041346581706235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/08/selamat-datang-kawan.html' title='Selamat Datang Kawan'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RsFdFbEzfQI/AAAAAAAAAEw/muu-PJa3F8k/s72-c/w_atum1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-6453310235564030314</id><published>2007-07-18T13:54:00.000+08:00</published><updated>2007-08-14T15:46:17.849+08:00</updated><title type='text'>Pegunungan Meratus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RsFY5bEzfOI/AAAAAAAAAEg/K1yWvq8gfok/s1600-h/Hacking.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 201px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RsFY5bEzfOI/AAAAAAAAAEg/K1yWvq8gfok/s320/Hacking.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5098453996703808738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\operator\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="Halo-halo"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Pegunungan Meratus merupakan kawasan hutan alami yang tersisa di Propinsi Kalimantan selatan, terbentang dari arah tenggara sampai Utara berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Pegunungan Meratus berupa daerah yang berbukit-bukit dengan berbagai formasi ekosistem, sebagian besar kawasannya masih ditutupi oleh hutan, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi yang didominasi oleh formasi hutan dipterocarpaceae dan hutan hujan pegunungan serta tutupan hutan yang cukup tinggi. Secara administratif, kawasan ini mencakup 10 dari 13&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kabupaten di Propinsi Kalimantan Selatan, yaitu : Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Baru, sebagian yang lain termasuk wilayah Propinsi Kalimantan Timur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Semua wilayah adminsitratif yang ada di Propinsi Kalimantan-Selatan tersebut sangat bergantung kepada kondisi kesehatan kawasan pegunungan Meratus, diantaranya sebagai daerah tangkapan air yang vital untuk pertanian, industri, sumber energi, sumber air minum dan kebutuhan domestik lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Lebih lanjut, nilai penting lainnya dari Pegunungan Meratus adalah sebagai Menara Air (&lt;i style=""&gt;water tower&lt;/i&gt;) alami, yang mempunyai peranan sangat vital sebagai sistem peyangga kehidupan dan daerah tangkapan air dari beberapa DAS yang merupakan sumber air bagi daerah bawahannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Pegunungan Meratus juga menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang sangat menarik, kekayaan Flora dan Fauna Pegunungan Meratus tidak perlu diragukan, hamparan pegunungan yang luas serta hutan yang masih sehat menjadi habitat yang baik bagi ratusan jenis Fauna, seperti burung, mamalia serta ribuan jenis serangga. Selain itu di Pegunungan Meratus terdapat ribuan jenis tumbuhan yang tumbuh bebas di kawasan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 6pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Kawasan Pegunungan Meratus juga merupakan rumah dari suku Dayak Meratus, dimana pada umumnya mereka berdiam dalam kelompok-kelompok kecil yang berpusat pada sebuah rumah kelompok yang biasa mereka sebut dengan &lt;i style=""&gt;Balai. &lt;/i&gt;Dengan kearifan yang dimiliki, masyarakat Dayak Meratus secara turun temurun menjadi penyangga kelestarian kawasan Pegunungan Meratus, namun demikian, keberadaaan mereka sering diabaikan dan dimarginalkan secara politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Salah satu kearifan masyarakat Dayak Meratus adalah pembagian zona tradisional mereka, yang biasa disebut dengan &lt;i style=""&gt;Pemintakatan&lt;/i&gt;, ada lima tipe zona pemintakatan yang mereka berikan, yaitu Perkampungan, Lahan pertanian dan Perkebunan, Jurungan Muda, Jurungan Tuha dan Katuan. Semua zona-zona tersebut diatur dengan sebuah peraturan adat yang harus meraka hormati, seperti pada pemintakatan Katuan, semua masyarakat tidak diperbolehkan menebang, mengambil ataupun menggangu gugat setiap tumbuhan dan setiap kekayaan yang ada di kawasan katuan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="IN" &gt;Namun Pegunungan Meratus tersebut tidak lepas dari adanya ancaman &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;atau gangguan terhadap kawasan Pegunungan Meratus tersebut. Ancaman dan gangguan tersebut berpotensi merusak tatanan ekosistem kawasan pegunungan Meratus, khususnya ancaman dari luar kawasan. Ancaman terbesar dari kelestarian kawasan Pegunungan Meratus tersebut diantaranya adalah penambangan dan HPH baik yang legal maupun ilegal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-6453310235564030314?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/6453310235564030314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/07/pegunungan-meratus.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6453310235564030314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/6453310235564030314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/07/pegunungan-meratus.html' title='Pegunungan Meratus'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RsFY5bEzfOI/AAAAAAAAAEg/K1yWvq8gfok/s72-c/Hacking.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-2555208119630150225</id><published>2007-07-17T13:50:00.000+08:00</published><updated>2007-08-14T15:49:31.319+08:00</updated><title type='text'>Rock Climbing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RpxdeS7P00I/AAAAAAAAABs/J0V9sitzbb0/s1600-h/Rock+Climbing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 201px; height: 143px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RpxdeS7P00I/AAAAAAAAABs/J0V9sitzbb0/s320/Rock+Climbing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088044454079615810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Mungkin sebagian orang agak awam dengan kata-kata &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Rock Climbing &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(panjat tebing), namun pada masa kecil dulu Barangkali kita masih ingat, alangkah gembiranya kita bermain, memanjat tembok, pohon-pohon, atau batu-batu besar, di mana kita tidak memikirkan resiko jatuh dan terluka, yang ada adalah rasa gembira, itulah kegiatan-kegiatan penjat semasa kita kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kegiatan &lt;i&gt;Rock Climbing&lt;/i&gt; tidak jauh dari itu panjat memanjat tersebut,&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt; namun kali ini yang kita panjat adalah tebing-tebing pegunungan ataupun tebing-tebing bebatuan. tebing tersebut kita panjat dengan memperhitungkan resiko yang akan didapat sekaligus kemampuan yang kita miliki. namun terkadang resiko bukan merupakan halangan untuk melakukan Rock Climbing tersebut. mengingat besarnya resiko yang dihadapi bahkan anak kecil pun tahu apa resiko yang akan kita dapatkan apabila kita mengalami kecelakaan dalam kegiatan pemanjatan tersebut.&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Dimasa sekarang ini tidak sedikit kalangan yang menyukai kegiatan Rock Climbing ini, baik itu dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kepencintaalaman maupun dari kalangan masyarakat biasa.&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bagi orang-orang yang hobby dengan kegiatan Rock climbing ini, kegiatan tersebut sangatlah mengasyikkan, semakin besar resiko yang dihadapi semakin besar pula kenikmatan yang didapatkan. jengkal demi jengkal tebing dinaiki, jari-jemari satu persatu memegang erat tebing-tebing keras, bebatuan yang menjadi teman dan tumpuannya, kaki-kaki pun saling bahu membahu menjaga pijakan ditebing-tebing cadas, dengan segala dan semua kemampuan yang dimiliki menaklukkan tebing-tebing yang tersenyum. Ketika tangan telah bersalaman dengan puncak tujuan, dengan serta merta kepuasan menghampiri, senyum teman-teman pun menyambut. "Satu lagi puncak telah di jajaki".&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-2555208119630150225?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/2555208119630150225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/07/mungkin-sebagian-orang-agak-awam-dengan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/2555208119630150225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/2555208119630150225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/07/mungkin-sebagian-orang-agak-awam-dengan.html' title='Rock Climbing'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/RpxdeS7P00I/AAAAAAAAABs/J0V9sitzbb0/s72-c/Rock+Climbing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5540229611629712017.post-2861442094188253041</id><published>2007-07-16T12:31:00.000+08:00</published><updated>2007-08-14T15:35:55.284+08:00</updated><title type='text'>Asyiknya Birdwatching</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/Rpr0-y7P0xI/AAAAAAAAABM/E6nIr1kgRsw/s1600-h/Birdwatching.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/Rpr0-y7P0xI/AAAAAAAAABM/E6nIr1kgRsw/s320/Birdwatching.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5087648088727737106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan dua senjata andalan Binokular Bussnell dan Field Guide McKinnon, dibantu dengan satu Monokular dan Triput, teman-teman dari Mapala Apache berangkat kekawasan Tahura (Taman hutan raya) Sultan Adam Mandiangin, Kab. Banjar. Kebetulan hari itu adalah hari minggu, teman-teman lagi libur dari rutinitas perkuliahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pagi-pagi teman-teman sudah berangkat agar sekiranya sampai tujuan tidak terlalu siang, sebab burung-burung sangat aktif beraktivitas dipagi hari. Sebelum sampai pintu gerbang Tahura teman-teman sudah disambut beberapa jenis burung, diantaranya adalah &lt;i style=""&gt;Pitta sordida&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; yang lewat dihadapan teman-teman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan santai teman-teman berjalan, tidak jarang binocular mereka terhenti pada satu objek buruannya, mereka sedang menikmati keindahan serta tingkah laku para burung-burung buruan mereka. Gerakan, kicauan, tingkah laku, semua aktivitas burung sangat menarik untuk diamati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tanpa terasa hari sudah mulai siang, aktivitas burung sudah mulai berkurang, namun Binokular teman-teman ternyata masih tetap beraktivitas mencari objek buruan, satu-dua jenis burung masih terlihat walaupun tidak sebanyak dipagi hari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jenis-jenis burung yang pernah dijumpai selama melaksanakan kegiatan Birdwatching dikawasan Tahura Sultan Adam (terbatas pada Zona pemanfaatan untuk wisata alam, mandiangin)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bondol Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bondol Pecking&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Bubut alng-alang&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Burung madu kelapa&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Burung madu sepah raja&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Burung madu sruganti&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Cabai bunga api&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Cabai jawa&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Cabak &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Celepuk reban&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Cinenen kelabu&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Cinenen merah&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Cucak kutilang&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Delimukan zamrud&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Elang bondol&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Elang hitam&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Julang emas&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Kirik-kirik biru&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Kucica kampong&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Merbah cerukcuk&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Merbah mata merah&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Paok hijau&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Perenjak rawa&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pijantung kampong&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Raja udang meninting&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Srindit melayu&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Takur warna-warni&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tapekong jambul&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Tapekong rangkang&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Walet palem &lt;st1:place st="on"&gt;asia&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Wiwik uncuing&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ciung air pongpong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5540229611629712017-2861442094188253041?l=mapalaapache.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mapalaapache.blogspot.com/feeds/2861442094188253041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/07/asyiknya-kegiatan-birdwatching.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/2861442094188253041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5540229611629712017/posts/default/2861442094188253041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mapalaapache.blogspot.com/2007/07/asyiknya-kegiatan-birdwatching.html' title='Asyiknya Birdwatching'/><author><name>Mapala Apache</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/SYLcHk8-MCI/AAAAAAAAATw/AK9QqZ5nCis/S220/Apache+Mp3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9KmT2lDGpSY/Rpr0-y7P0xI/AAAAAAAAABM/E6nIr1kgRsw/s72-c/Birdwatching.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
